Studi: Lewatkan Makan Malam Picu Kenaikan Berat Badan

tim, CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 18:24 WIB
Studi terbaru menunjukkan bahwa menghindari makan malam dapat memicu kenaikan berat badan atau obesitas. Ilustrasi. Studi terbaru menunjukkan bahwa menghindari makan malam dapat memicu kenaikan berat badan atau obesitas.(jill111/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi sebagian orang, melewatkan waktu makan malam menjadi salah satu trik untuk bantu menurunkan berat badan.

Namun, sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Multidisciplinary Digital Publishing Institute menunjukkan bahwa menghindari makan malam justru bisa berpotensi sebaliknya, jika tidak diatur secara benar.

Beberapa peneliti di Universitas Osaka mengamati catatan kesehatan dari 17.573 pria dan 8.860 siswa wanita (usia 18 tahun ke atas) selama tiga tahun.


Studi ini menemukan peserta yang secara teratur melewatkan makan malam cenderung mengalami kenaikan berat badan atau kelebihan berat badan.

Melewatkan makan malam ditemukan menjadi kesamaan utama di antara 10,8 persen peserta studi pria yang bertambah berat badan dan 17,1% dari peserta studi wanita yang bertambah berat badan.

Menurut temuan penelitian, melewatkan makan malam juga lebih terkait dengan kelebihan berat badan atau obesitas pada pria dan wanita, daripada sarapan dan makan siang.

Untuk partisipan pria dan wanita yang bertambah berat badan selama penelitian, sejumlah besar dikatakan mungkin lebih tua, lebih gemuk, kurang tidur, minum atau merokok lebih banyak dan lebih sering melewatkan makan lain daripada mereka yang makan malam secara teratur.

Tidak seperti siswa perempuan, siswa laki-laki yang bertambah berat badannya juga cenderung makan malam lebih secara terlambat daripada siswa yang tidak menambah berat badan.

Kesimpulan penelitian ini menemukan bahwa bagaimanapun melewatkan makan malam secara signifikan terkait dengan kurang lebih 10 persen penambahan berat badan dan kelebihan berat badan atau obesitas.

Sebagaimana dilansir New York Post, para peneliti disampaikan tidak sepenuhnya memahami mengapa melewatkan makan malam tampak berkontribusi pada penambahan berat badan.

Namun, mereka berteori bahwa korelasi antara keduanya bisa jadi karena "kelebihan asupan energi" yang bisa terjadi dengan nafsu makan yang tidak diatur.

Dengan kata lain, melewatkan makan malam bisa berarti ambang kelaparan yang lebih tinggi, yang akibatnya bisa menyebabkan seseorang makan lebih banyak dari biasanya. Studi lebih lanjut tentang topik tersebut perlu dilakukan.

"Studi observasi retrospektif saat ini mengidentifikasi melewatkan makan malam sebagai penyebab signifikan dari kenaikan berat badan dan kelebihan berat badan atau obesitas," kata studi tersebut dalam kesimpulannya.

"Hasil ini menunjukkan bahwa frekuensi makan malam mungkin menjadi faktor gaya hidup penting untuk pencegahan obesitas selain frekuensi sarapan."

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK