7 Salah Kaprah soal Tren Skincare yang Harus Diwaspadai

tim, CNN Indonesia | Senin, 25/01/2021 18:12 WIB
Ahli dermatologi memperingatkan untuk berhati-hati saat menjajal tren skincare terbaru. Berikut 7 salah kaprah soal tren skincare yang harus diwaspadai. Ilustrasi. Ahli dermatologi memperingatkan untuk berhati-hati saat menjajal tren skincare terbaru. (iStockphoto/ake1150sb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bicara terkait skincare atau perawatan kulit, tampaknya akan selalu ada tren baru yang bermunculan. Namun, tidak semua tren tersebut aman untuk kulit Anda.

Ahli dermatologi yang berbasis di New York, Dhaval Bhanusali memperingatkan untuk berhati-hati saat menjajal tren skincare terbaru.

"Saya tidak berpikir orang harus mengabaikan tren, tetapi mereka harus selalu berhati-hati," kata Bhanusali kepada Insider.


Dia lanjut mengatakan, "Hanya karena sesuatu berhasil untuk satu orang, tidak berarti itu akan berhasil untuk orang lain. Kamu harus berhati-hati."

Berikut adalah 7 tren perawatan kulit yang menurut ahli kulit harus Anda waspadai:

1. Racik skin-care sendiri bisa berbahaya

Ide membuat masker, serum, atau pelembab buatan sendiri memang menggoda, tetapi Bhanusali mengatakan ramuan itu biasanya lebih berbahaya daripada bermanfaat.

Bahkan, terkadang bisa menyebabkan luka bakar kimiawi.

"Saya melihat lebih banyak komplikasi dari masker DIY dan perawatan di rumah, terutama dengan jenis kulit yang lebih gelap," katanya.

Dia pun mengingatkan agar berkonsultasi dengan ahlinya sebelum melakukan sesuatu yang dapat membahayakan kulit.

2. Masker kelupas bisa merusak

Daya tarik masker peel-off atau kelupas memang cukup mengesankan. Setelah menggunakan satu, rasanya seperti Anda telah menghilangkan semua kotoran dari kulit Anda, yang sangat memuaskan.

Tapi dokter kulit yang berbasis di Minnesota, Holly Hanson mengatakan bahwa masker peel-off sebenarnya dapat merusak kulit Anda.

"Seringkali masker ini bersifat abrasif dan bekerja dengan menghilangkan lapisan luar kulit. Ada cara yang lebih efektif untuk membersihkan kulit tanpa merusaknya," katanya.

3. Sabun batangan bukan yang terbaik

"Salah satu tren perawatan kulit yang telah populer di kalangan pria selama bertahun-tahun adalah menggunakan sabun batangan saat mandi," kata Hanson.

"Meskipun orang menyukai aromanya, sabun ini terlalu mengering dan dapat menyebabkan ruam, terutama di musim dingin."

Dia kemudian menyarankan untuk menggunakan sesuatu yang tidak beraroma yang juga melembabkan, sehingga akan membersihkan kembali kulit Anda, bukan membuatnya kering.

4. Tidak semua saran dari internet terpercaya

Hanson mengatakan ada sisi negatif dari popularitas perawatan kulit atau skin-care di internet.

"Siapa pun dapat mengklaim sebagai ahli dalam perawatan kulit tanpa pelatihan apa pun," katanya.

"Saran saya adalah hanya mempercayai dokter kulit bersertifikat dalam hal kulit Anda. Kami menjalani pelatihan bertahun-tahun hanya tentang kulit."

5. Masker carcoal tidak semua dibuat dengan bahan sama

Masker wajah berbahan carcoal atau arang tampaknya ada cukup banyak ada di mana-mana, tetapi dokter kulit yang berbasis di New York, Ritu Saini, menyarankan untuk memeriksa bahan-bahannya sebelum mengaplikasikan ke wajah.

"Arang sendiri bukan masalahnya, tapi lebih dari itu lem yang digunakan untuk mengoleskan masker bisa mengelupas sel kulit normal dan menyebabkan kerusakan," katanya.

"Penggunaan masker carcoal secara berlebihan dapat menyebabkan kulit menjadi sangat kering dan teriritasi."

6. Minyak alami tidak selalu menjadi pelembab terbaik

"Berhati-hatilah saat menggunakan minyak pada kulit Anda karena dapat menyumbat pori-pori, yang terutama penting bagi mereka yang memiliki kulit berjerawat," kata Marisa Garshick, seorang dokter kulit di New York.

Menurutnya, minyak alami lainnya bisa mengandung wewangian yang bisa mengiritasi mereka yang memiliki kulit sensitif.

Dia menambahkan, "Saya biasanya merekomendasikan pelembab wajah dalam bentuk krim atau lotion untuk memberikan hidrasi terbaik, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau berjerawat."

7. Toner bisa mengiritasi atau mengeringkan kulit

Toner disebut menjadi salah satu produk populer yang tidak disukai oleh sebagian dokter kulit.

"Banyak pasien menyukai toner karena terasa kencang dan bersih saat pertama kali dioleskan," kata dokter kulit yang berbasis di Colorado, Lauren Meshkov Bonati.

Namun, ia kemudian mengatakan bahwa dirinya sering tidak menyarankan pasien untuk menggunakannya karena kebanyakan toner mengandung alkohol, yang sangat mengeringkan kulit dan dapat menyebabkan iritasi, terutama pada bulan-bulan musim dingin yang kering dan untuk pasien dengan kulit sensitif.

"Bagi mereka yang benar-benar tidak bisa melepaskan penggunaan toner, saya merekomendasikan produk bebas alkohol," tambahnya.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK