Ronald van der Kemp dan Sustainable Couture Huru-Hara

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Kamis, 28/01/2021 14:54 WIB
Ronald Van Der Kemp baru saja meluncurkan koleksi couture terbaru mereka: Wardrobe #13. Ronald Van Der Kemp baru saja meluncurkan koleksi couture terbaru mereka: Wardrobe #13. ( Ronald van der Kemp)
paris, CNN Indonesia --

Ronald Van Der Kemp baru saja meluncurkan koleksi couture terbaru mereka: Wardrobe #13. (Ronald van der Kemp menamai koleksinya Wardrobe, dan ia tidak menggunakan klasifikasi pemisahan berdasarkan musim).

Rumah mode couture ini terkenal berinovasi dalam proses kreatif dan produksi mereka. Ia menemukan cara yang lebih etis dan berkelanjutan untuk menghasilkan potongan dan desain couture yang luar biasa. Unik, karena ide daur ulang atau pun upcycling biasanya identik dengan perca berantakan. Di tangannya, sisa-sisa material dari musim-musim terdahulu disulap menjadi tampilan-tampilan menarik dan tidak terlihat seperti tambal sulam.

Sebagai pengganti catwalk, desainer asal Belanda ini membawa couture yang terlihat gila ke Hotel de L'Europe yang hampir terbengkalai di Amsterdam. Di dalamnya, ia membayangkan berbagai dunia fantasi yang ada di balik setiap pintu.


Dari suite pesta yang diterangi lampu strobo dan kamar mewah yang dilapisi warna Day-Glo, hingga lobi tak bernyawa yang hanya menampilkan pengantin tanpa mempelai pria. Semuanya terasa sedikit American Horror Story: Hotel. Seperti tamu hotel, tidak ada dua penampilan yang dipotong dari kain yang sama.

Ronald van der KempFoto: Ronald van der Kemp
koleksi Ronald van der Kemp

Baik gaun pesta dengan percikan cat yang menyerupai kuas besar yang Anda temukan di tempat cuci mobil, atau korset bermotif yang tampak seperti lava ungu yang meleleh, visi kreatif Ronald van der Kemp benar-benar luar biasa. Memanfaatkan apa yang ada adalah pendekatan baru bagi banyak desainer tahun lalu. Ronald van der Kemp membangun mereknya berdasarkan konsep tersebut, tetapi itu tidak berarti dia tidak terpengaruh oleh lockdown.

Dengan lebih sedikit barang daur ulang yang bisa ia kumpulkan, tantangannya semakin tinggi, meskipun hal itu hampir tidak tampak seperti kesulitan baginya. Semangat dan daya cipta yang telah menentukan karya masa lalunya tampak jelas di sini dalam gaun yang disatukan dari tiga kain berbeda sehingga terlihat berbeda tergantung pada sudutnya.

Konsep ini juga terlihat jelas pada ball gown yang menjadi pembuka show, yang dibuat tambal sulam dari potongan-potongan dalam berbagai ukuran dan bentuk, termasuk persegi panjang kecil yang dibuat agar terlihat seperti potongan selotip yang merekatkan satu bahan ke bahan lainnya.

Ada juga blus ruffled sutra crépon yang dibuat dari material sisa Wardrobe 8, dipasangkan dengan celana kotak-kotak sutera jacquard dengan ikat pinggang kilt. Ronald Van der Kemp menyebut prosesnya "ethical Dada," mengacu pada aliran seni Dadaisme, sebuah deskripsi yang memiliki makna baru sejak ia mulai mengecat kembali dan menyusun kolase dari tumpukan kanvas yang ia temukan.

Koleksi baru ini menampilkan potongan dan gaun couture karya seni, yang penampilannya masing-masing berpusat pada konsep seni-estetika yang unik. Sebuah statement dan imajinasi tampaknya menjadi kekuatan pendorong di balik koleksinya. Inilah eksplorasi konstruksi garmen yang tidak hanya berpusat pada pencapaian level couture, namun juga bagaimana melakukannya secara berkelanjutan.

Ronald van der KempFoto: Ronald van der Kemp
koleksi Ronald van der Kemp

(chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK