Tenda Pelukan, Cara 'Darurat' Hapus Kerinduan Sentuhan Fisik

tim | CNN Indonesia
Senin, 08 Feb 2021 10:27 WIB
Pandemi virus corona membuat banyak orang kesepian, tak terkecuali para lansia. Mereka bisa berpelukan lewat tenda pelukan. Pandemi virus corona membuat banyak orang kesepian, tak terkecuali para lansia. Mereka bisa berpelukan lewat tenda pelukan. (AP/Thomas Peipert)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi virus corona membuat banyak orang kesepian, tak terkecuali para lansia.

Lynda Hartman adalah salah satu yang membutuhkan pelukan. Setidaknya sudah delapan bulan sejak dia terakhir kali menyentuh suaminya yang berusia 77 tahun, Len, yang menderita demensia dan berada di panti jompo di pinggiran kota Denver selama setahun terakhir.

Pada hari Rabu, dia sedikit merasakan seperti apa kehidupan sebelum pandemi virus corona.

Berkat tenda pelukan yang didirikan di luar desa Juniper, Louisville, Hartman bisa kembali menyentuh dan memeluk suaminya. Sekalipun bukan sentuhan langsung, melainkan melalui media lengan plastik dan terpisah oleh terpal plastik yang tebal, sudah membuatnya senang.

"Saya sangat membutuhkannya. Saya benar-benar membutuhkannya, " kata perempuan 75 tahun itu setelah kunjungan singkatnya, dikutip dari AP.

"Itu sangat berarti bagi saya, dan ini sudah sangat lama sekali."

Dia mengatakan bahwa suaminya sedikit agak bingung dengannya karena demensia yang dideritanya, tapi untuknya, penting bagi mereka buat berpelukan lagi. Hartman, kini kesulitan untuk merawat suaminya sendiri sejak patah dua tulang belakang yang dialaminya.

"Kami sudah mencoba melakukannya sejak lama," katanya.

"Rasanya menyenangkan. Tapi saya terus memukul kacamatanya saat aku memeluknya. Dan dia kedinginan. "

Meskipun penyiapan tenda pelukan tidak ideal, Hartman berkata, "Setidaknya Anda bisa melakukan sesuatu, dan itu penting."

Sejak pandemi melanda, tenda serupa telah bermunculan di seluruh negeri dan di tempat-tempat seperti Brasil dan Inggris, di mana beberapa orang menyebutnya "tirai pelukan."

Tenda pelukan akan dibuka lagi pada hari Selasa, minggu depan dan staf berencana untuk tetap memfasilitasi mereka mereka.

Bukan cuma buat Hartman, bagi Gregg MacDonald, berpegangan tangan dengan ibunya yang berusia 84 tahun, Chloe MacDonald, penting karena mereka belum bersentuhan sejak April. Dia suka mendapatkan kabar terbaru tentang cucu dan cucunya.

"Waktu adalah komoditas yang berharga, jadi sementara kita semua menunggu untuk kembali ke keadaan normal, sementara itu, semua orang melakukan apa yang mereka bisa," kata Gregg MacDonald.

"Jadi saya menghargai upaya apa pun yang mereka lakukan untuk memungkinkan kami memiliki lebih banyak kontak dengan semua orang."

Amanda Meier, koordinator proyek untuk TRU Community Care, mengatakan dia, suaminya dan beberapa relawan membangun tenda pelukan di sekitar bingkai popup standar berukuran 8 x 8 kaki dan menempelkan plastik kelas konstruksi dengan lem dan velcro. Lengan-lengan plastik yang dibangun di dalam tenda dipasang dengan lingkaran.

"Banyak air mata, tapi air mata bahagia, dan banyak ekspresi terkejut tentang bagaimana kita bisa melakukan hal seperti ini di dunia ini. Aneh sekali," kata Meier.

"Anda dapat melihat semacam kelegaan di tubuh dan wajah mereka ketika mereka akhirnya dapat melakukan kontak fisik, yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Saya kira itu tidak dapat diukur, sungguh. Anda hanya mengetahuinya saat Anda melihatnya dan merasakannya saat berada di sana."

(chs/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER