Mengenal Hanok, Tempat Menginap Khas Korea di 'Youn's Stay'
CNN Indonesia
Kamis, 01 Apr 2021 13:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Bukchon Hanok Village, salah satu pemukiman dengan banyak hanok yang kini menjadi salah satu destinasi wisata di Korea Selatan. (istockphoto/TwilightShow)
Saat ini ada banyak hanok di Korea Selatan yang difungsikan menjadi tempat penginapan. Walau bentuknya tetap tradisional, namun ada fasilitas modern yang terpasang di dalamnya.
Mengutip situs resmi Visit Korea, ada dua pesona utama hanok. Yang pertama adalah sistem pemanas ondol yang unik.
Lapisan batu diletakkan di bawah lantai dan ketika dipanaskan, panas menyebar ke segala sudut ruangan rumah, menjaga lantai dan udara tetap hangat di musim dingin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eksistensi hanok serta penggunaan ondol telah mempengaruhi kebiasaan orang Korea untuk beraktivitas di lantai, bahkan hingga zaman modern seperti sekarang ini.
Karena lantai digunakan untuk makan sampai tidur, tamu akan ingat untuk melepas sepatu mereka saat memasuki rumah seseorang di Korea.
Hal menarik kedua dari hanok adalah ramah lingkungan. Bahan yang dibutuhkan untuk membangun rumah hanok bebas dari bahan kimia sehingga menjadi lingkungan yang sehat.
Pilar, kasau, pintu, kusen jendela, dan lantainya terbuat dari kayu, sedangkan dindingnya adalah campuran jerami dan tanah.
Kertas untuk menutupi kusen pintu dan jendela terbuat dari bubur kertas. Karena bahan bangunan yang digunakan semuanya alami, hanok memiliki sirkulasi udara yang sangat baik, cocok untuk menghindari teriknya musim panas.
Jika sudah bisa melancong ke Korea Selatan usai pandemi, rasanya bermalam di hanok menjadi pengalaman wisata yang wajib dilakukan.
Rasakan sendiri budaya tradisional melalui banyak desa hanok di Korea, termasuk di Jeonju Hanok Village, Andong Hahoe Village, Bukchon Hanok Village, Namsangol Hanok Village dan Naganeupseong Walled Town.
Penggemar tradisi dan budaya Korea Selatan pasti sudah tak sabar menanti berakhirnya pandemi virus Corona, tentunya agar bisa segera melancong ke Negara Ginseng.
Demi mengobati kerinduan akan suasana berwisata di Korea Selatan, saluran televisi TVN menyiarkan acara realitas 'Youn's Stay' yang menceritakan pengalaman empat bintang; Youn Yuh-jung, Lee Seo-jin, Jung Yu-mi, Park Seo-joon, dan Choi Woo-sik, dalam menjalankan operasional hanok di Gurye, Provinsi Jeolla Selatan.
Mengutip Korea Herald, pandemi virus Corona mengubah rencana produksi musim ketiga 'Youn's Kitchen' di luar negeri, sehingga konsepnya menjadi 'Youn's Stay'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum 'Youn's Stay', telah ditayangkan 'Youn's Kitchen' dengan konsep operasional restoran. Syuting musim pertama dilakukan di Gili Trawangan, Lombok, dan musim kedua dilakukan di Spanyol.
Hanok ialah rumah tradisional khas Korea Selatan. Di negara ini ada banyak hanok yang sudah "disulap" menjadi tempat penginapan sekaligus menawarkan pengalaman bermalam dengan kearifan lokal.
Selain menjemput dan menyambut tamu, para bintang 'Youn's Stay' juga diharuskan memasak dan menyediakan kebutuhan yang diminta.
Masakan yang disajikan juga kuliner khas Korea Selatan, dan para bintang harus menyajikannya dari nol untuk menu sarapan dan makan malam.
Melihat cantiknya menu-menu itu saat disajikan sudah pasti akan membuat perut keroncongan.
Sebagian besar pengunjung di 'Youn's Stay' ialah ekspatriat yang sedang bermukim di Korea Selatan. Ada keluarga, mahasiswa, sampai karyawan perusahaan multinasional.
Perbedaan bahasa dan kultur tentu saja menjadi bumbu dalam tayangan yang menyenangkan ini.
Mengenal Hanok, Tempat Menginap Khas Korea di 'Youn's Stay'
Bukchon Hanok Village, salah satu pemukiman dengan banyak hanok yang kini menjadi salah satu destinasi wisata di Korea Selatan. (istockphoto/TwilightShow)
Saat ini ada banyak hanok di Korea Selatan yang difungsikan menjadi tempat penginapan. Walau bentuknya tetap tradisional, namun ada fasilitas modern yang terpasang di dalamnya.
Mengutip situs resmi Visit Korea, ada dua pesona utama hanok. Yang pertama adalah sistem pemanas ondol yang unik.
Lapisan batu diletakkan di bawah lantai dan ketika dipanaskan, panas menyebar ke segala sudut ruangan rumah, menjaga lantai dan udara tetap hangat di musim dingin.
Eksistensi hanok serta penggunaan ondol telah mempengaruhi kebiasaan orang Korea untuk beraktivitas di lantai, bahkan hingga zaman modern seperti sekarang ini.
Karena lantai digunakan untuk makan sampai tidur, tamu akan ingat untuk melepas sepatu mereka saat memasuki rumah seseorang di Korea.
Hal menarik kedua dari hanok adalah ramah lingkungan. Bahan yang dibutuhkan untuk membangun rumah hanok bebas dari bahan kimia sehingga menjadi lingkungan yang sehat.
Pilar, kasau, pintu, kusen jendela, dan lantainya terbuat dari kayu, sedangkan dindingnya adalah campuran jerami dan tanah.
Kertas untuk menutupi kusen pintu dan jendela terbuat dari bubur kertas. Karena bahan bangunan yang digunakan semuanya alami, hanok memiliki sirkulasi udara yang sangat baik, cocok untuk menghindari teriknya musim panas.
Jika sudah bisa melancong ke Korea Selatan usai pandemi, rasanya bermalam di hanok menjadi pengalaman wisata yang wajib dilakukan.
Rasakan sendiri budaya tradisional melalui banyak desa hanok di Korea, termasuk di Jeonju Hanok Village, Andong Hahoe Village, Bukchon Hanok Village, Namsangol Hanok Village dan Naganeupseong Walled Town.