Fakta Molnupiravir, Obat yang Disebut Bisa Sembuhkan Covid-19

tim, CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 06:10 WIB
Berikut fakta-fakta terkait molnupiravir yang disebut ampuh menyembuhkan infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 Ilustrasi. Berikut fakta-fakta terkait molnupiravir yang disebut ampuh menyembuhkan infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, (iStockphoto/ Moussa81)
Jakarta, CNN Indonesia --

Media sosial heboh dengan penemuan obat antiviral molnupiravir yang disebut ampuh menyembuhkan infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Namun obatnya sendiri masih dalam tahap penelitian.

Sebelumnya pada 2020 lalu, penelitian di Georgia State University (GSU) obat antivirus EIDD-2801 atau molnupiravir disebut ampuh melawan virus influenza. Obat ini kemudian diteliti kembali untuk tujuan melawan virus SARS-CoV-2.

"Ini adalah presentasi pertama dari obat yang dikonsumsi oral untuk memblokir penularan SARS-CoV-2," kata studi tersebut, dilansir Health World.


Saat ini, molnupiravir sedang diteliti oleh perusahaan farmasi bioteknologi Merck & Co bersama Ridgeback Biotherapeutics LP. Menurut situs resmi Merck, molnupiravir baru menyelesaikan uji klinis tahap dua dan masih dalam penelitian. Berikut beberapa fakta tentang Molnupiravir.

1. Belum lolos uji klinis fase 3

Mercks mengatakan baru saja menyelesaikan uji klinis fase 2 molnupiravir kepada 202 orang dewasa yang terinfeksi virus corona tanpa gejala. Berdasarkan hasil studi fase dua tersebut, sebanyak 182 partisipan yang melakukan tes swab PCR setelah mengonsumsi obat tersebut menunjukkan penurunan jumlah virus dalam tubuh.

Berdasarkan uji klinis tersebut, orang dengan infeksi Covid-19 yang diberikan molnupiravir bisa bersih dari virus setelah lima hari.

Namun meski demikian, hasil studi lengkap masih bersifat rahasia dan belum dapat dibagikan. Mercks kini masih mempersiapkan molnupiravir untuk uji klinis fase 3.

2. Empat orang dilaporkan mengalami efek samping

Ada 4 dari 202 partisipan penelitian molnupiravir dikabarkan mengalami efek samping serius. Namun Mercks mengatakan, berdasarkan penyelidikan lebih lanjut efek samping tersebut bukan disebabkan oleh obat.

Perusahaan juga belum memberikan penjelasan terkait apa penyebab dan reaksi apa yang timbul pada 4 orang tersebut.

3. Telah diuji pada hewan

Molnupiravir juga diujikan kepada hewan sebelum diberikan ke manusia. Hewan diberi molnupiravir lebih lama dan dengan dosis yang lebih tinggi (mh/Kg) dibandingkan ke manusia.

Berdasarkan pengujian itu, molnupiravir tidak menyebabkan perubahan kromosom atau gen (mutagenik) dan tidak bersifat merusak genetik dalam sel (genotoksik).

4. Diberikan ke pasien OTG dan bergejala

Kepala Petugas Medis Laboratorium Riset Merck, Roy Baynes mengatakan akan meneruskan uji klinis fase 3 obat molnupiravir. Obat ini akan diberikan kepada pasien Covid-19 tanpa gejala dan pasien Covid-19 bergejala di rumah sakit.

"Kami terus membuat kemajuan di fase uji klinik 2/3. Kami mengevaluasi molnupiravir baik di pasien tanpa gejala yang tidak dirawat di rumah sakit, maupun yang menjalani rawat inap, kami juga berencana memberikan pembaruan bila perlu," kata Roy.

(mel/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK