TAJIL

Hukum Nonton Drama Korea dan Main Game Online saat Berpuasa

tim, CNN Indonesia | Minggu, 18/04/2021 04:05 WIB
Puasa adalah upaya mengendalikan diri. Namun, apa hukumnya menonton drama Korea dan main game online selama berpuasa? Ilustrasi. Puasa adalah upaya mengendalikan diri. Namun, apa hukumnya menonton drama Korea dan main game online selama berpuasa? (iStockphoto/diego_cervo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam (Tajil). Kali ini, tanya jawab seputar Islam membahas tentang hukum menonton drama Korea dan main game online selama berpuasa.

Tanya

Apa hukumnya menonton drama Korea dan main game online selama berpuasa?


Jawab

Narasumber: Menteri Agama Indonesia 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin

Ass. Wr. Wb.

Di kalangan remaja dan generasi muda kita muncul pertanyaan, bolehkah di bulan Ramadan ini kita menghabiskan waktu dengan menonton drama Korea dan bermain game online?

Terkait dengan pertanyaan ini, tentu kita kembali ke pengertian kita tentang puasa, yaitu upaya mengendalikan diri.

Selama kita menjalani puasa terkait dengan hal-hal yang bisa membatalkan puasa.

Apa yang membatalkan puasa? Adalah makan, minum, melakukan hubungan suami-istri, rokok juga sesuatu yang dilarang, termasuk juga ketika perempuan sedang menstruasi dan haid.

Namun, bagaimana ketika di tengah puasa kita main game online atau nonton drama Korea? Maka kita kembali ke esensi puasa itu sendiri.

Kita tahu, puasa itu tidak hanya sekadar menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, tapi juga proses latihan menempa diri agar kita mampu mengendalikan diri kita sendiri, mengendalikan hawa nafsu terhadap hal-hal yang buruk, hal-hal yang dilarang oleh ajaran agama.

Cara mengendalikannya yakni dalam jangka waktu tertentu kita tidak melakukan hal-hal tersebut.

Kita juga perlu mengingat penjelasan ulama besar Imam Al-Ghazali yang membagi puasa itu ke dalam tiga jenis orang yang mejalaninya.

Pertama, puasa orang yang awam. Umumnya, orang berpuasa hanya sekadar dengan tidak makan, minum, melakukan hubungan suami-istri, tidak sedang haid, tidak merokok dan seterusnya hal-hal yang membatalkan puasa.

Kedua, puasanya kaum yang khusus. Jadi, kalangan yang khusus ini tidak sekadar menjauhi dari hal-hal yang membatalkan, tapi juga mengendalikan seluruh inderanya. Indera penglihatan, pendengaran, alat perasa, semua indera itu dikendalikan sedemikian rupa untuk tidak melakukan kemaksiatan atau yang dilarang agama.

Ketiga, puasanya orang yang lebih khusus dari khusus. Tidak hanya sekadar menghindari yang dilarang, tidak hanya mengendalikan seluruh inderanya, tapi juga mempusatkan dan memfokuskan segala pikiran dan perasaannya, semata-mata hanya kepada Allah SWT tidak ke yang lain.

Jadi terkait ke pertanyaan tadi, ini kembali ke kita mau masuk ke golongan atau kelompok puasa yang seperti apa.

Yang penting pengendalian diri ini terhadap hal-hal yang buruk. Kalau kita main game online, menonton drakor, lalu melalaikan kewajiban kita salat, misalnya.

Atau main game online untuk berjudi dan hal-hal lain yang dilarang agama misalnya, tentu itu tidak dibolehkan. Namun, kalau sebaliknya, untuk mendatangkan hal-hal yang positif bagi diri kita, tentu itu diperbolehkan.

Demikian. Wass. Wr. Wb.

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK