5 Tips Puasa Bagi Pengidap Maag dan GERD

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 19:30 WIB
Orang dengan gangguan asam lambung, seperti maag dan GERD, kerap bermasalah saat perut kosong. Ikuti beberapa tips puasa untuk pengidap maag dan GERD berikut. Ilustrasi. Orang dengan gangguan asam lambung tetap bisa berpuasa dengan beberapa catatan. (iStockphoto/Tharakorn)
Jakarta, CNN Indonesia --

Orang dengan gangguan lambung, seperti maag dan gastroesophageal reflux disease (GERD), kerap bermasalah saat perut kosong. Lantas, bagaimana mereka sebaiknya menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan?

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan gastroenterologi, Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa orang dengan maag dan GERD tetap bisa menjalankan ibadah puasa.

Maag dan GERD merupakan penyakit pencernaan yang berurusan dengan meningkatnya produksi asam lambung. Pada orang dengan maag, meski mengalami peningkatan, namun asam lambung tetap berada di lambung. Berbeda dengan GERD, di mana selain mengalami peningkatan produksi, asam lambung turut naik ke area esofagus atau berbalik arah.


Menurut Ari, prinsip puasa untuk pengidap GERD maupun maag akan serupa. Dia memberikan beberapa catatan agar puasa pengidap GERD maupun maag tetap lancar.

1. Hindari makanan berlemak saat sahur

Pangan serba digoreng memang sangat menggoda selera. Penyajiannya pun mudah, terlebih untuk sahur yang waktunya terbatas. Namun, menu serba goreng atau berlemak tidak disarankan untuk mereka yang memiliki GERD dan maag.

Konsumsi makanan berlemak bisa menimbulkan begah dan dikhawatirkan bisa menimbulkan luka serta rasa tidak nyaman.

"Kalau mau konsumsi makanan berlemak, saat berbuka saja, jangan saat sahur," jelas Ari, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (20/4).

Alih-alih gorengan, Ari menyarankan untuk mengonsumsi makanan bertekstur lembut dan tidak berlemak seperti sup dan makanan rebus.

2. Tidak langsung tidur setelah sahur

Rasa kantuk setelah santap sahur membuat sebagian orang memilih melanjutkan tidur hingga jelang waktu bekerja. Pengidap maag maupun GERD disarankan tidak langsung tidur setelah sahur. Mengapa?

"Habis sahur langsung tidur, langsung refluks [asam lambung naik]," kata Ari.

Setelah selesai makan, makanan akan bertahan di lambung selama 6-8 jam lalu turun ke usus 12 jari. Jika ingin tidur, Ari menganjurkan untuk memberikan jeda setidaknya dua jam.

Ambil juga posisi tidur setengah duduk untuk mencegah asam lambung naik ke esofagus. Posisi tidur seperti ini membuat asam lambung tidak naik berkat bantuan gaya gravitasi.

Simak tips puasa untuk pengidap maag dan GERD lainnya di halaman berikutnya.

5 Tips Puasa Bagi Pengidap Maag dan GERD

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK