Mengenal Saraf Terjepit, Penyebab, Gejala, dan Penanganan

tim | CNN Indonesia
Senin, 26 Apr 2021 07:55 WIB
Berikut penyebab saraf kejepit atau terjepit beserta gejala dan cara penanganannya. Ilustrasi. Saraf terjepit, atau yang bahasa ilmiahnya herniated nucleus pulposus (HNP), bisa menimpa seluruh bagian tulang belakang. Gangguan itu bisa menyerang punggung bawah hingga tulang leher. Berikut penyebab saraf kejepit. (iStockphoto/Filip_Krstic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saraf terjepit bisa sangat mengganggu kegiatan sehari-hari pengidapnya. Pasalnya, jenis nyeri tulang punggung ini bisa membatasi mobilitas. Berikut penyebab saraf kejepit atau terjepit beserta gejala dan cara penanganannya.

Saraf terjepit, atau yang bahasa ilmiahnya herniated nucleus pulposus (HNP), bisa menimpa seluruh bagian tulang belakang. Gangguan itu bisa menyerang punggung bawah hingga tulang leher.

Namun, saraf yang terjepit di bagian tulang leher akan terasa lebih menyakitkan lantaran posisi antar-ruas tulang belakang yang lebih rapat.


"Saraf terjepit adalah kondisi di mana isi diskus atau bantalan antar-ruas tulang belakang bocor sehingga menekan saraf," ujar ahli bedah saraf, dr Mahdian Nur Nasution, 2018 lalu.

Diskus berperan sebagai penyerap kejutan atau shock absorber. Diskus akan membantu manusia untuk menggerakkan lehernya. Kala itu, Mahdian mengatakan, dari sekian banyak penyakit nyeri di leher, sebanyak 10 persen di antaranya mengalami HNP.

Penyebab saraf kejepit atau terjepit

Trauma atau cedera pada tulang leher menjadi satu di antara sekian faktor yang menyebabkan saraf terjepit. Ini biasanya diakibatkan karena kebiasaan terlalu sering menunduk bermain gawai.

Sebagaimana dilansir Healthline, penyebab saraf kejepit atau terjepit juga bisa terjadi karena beberapa hal berikut:

- bertambahnya usia
- angkat beban berat
- pekerjaan dengan aktivitas fisik berat
- kelebihan berat badan

Gejala saraf terjepit

Sementara, gejala saraf beragam dan biasanya muncul secara spontan. Mulai dari rasa nyeri yang menjalar hingga bagian lengan, rasa kebas pada lengan bawah hingga jari, dan melemahnya otot.

Tak cuma itu, gejala juga bisa muncul berupa sakit kepala atau migrain.

"Banyak juga orang yang tidak tahu sebenarnya bahwa migrain itu bisa terjadi akibat ada yang salah di tulang belakang, terutama area leher," ujar Mahdian.

Untuk mendapatkan diagnosis, seseorang harus mengikuti serangkaian pemeriksaan mulai dari pemeriksaan fisik, saraf, CT scan, dan tes MRI.

"MRI adalah pemeriksaan paling bagus untuk melihat adanya masalah di tulang belakang," tambah Mahdian.

Lalu, bagaimana penanganan saraf terjepit?

Perawatan biasanya bergantung pada tingkat ketidaknyamanan yang Anda alami dan seberapa jauh diskus keluar dari tempatnya.

Kebanyakan orang dapat meredakan nyeri saraf terjepit dengan menggunakan program latihan yang meregangkan dan memperkuat otot punggung dan sekitarnya.

Seorang ahli terapi fisik mungkin merekomendasikan latihan yang dapat memperkuat punggung sekaligus mengurangi rasa sakit.

Selain itu, dokter mungkin merekomendasikan operasi jika gejala tidak mereda dalam enam minggu atau jika itu mempengaruhi fungsi otot Anda.

Itulah penyebab saraf kejepit atau terjepit beserta gejala dan gambaran penanganannya. Sebaiknya, konsultasikan lebih lanjut kepada dokter jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada saraf terjepit untuk penanganan.

(tim/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER