7 Gejala Umum Penyakit Menular Seksual

Tim | CNN Indonesia
Senin, 17 May 2021 23:00 WIB
Tak semua penyakit menular seksual (PMS) menimbulkan gejala yang khas. Anda perlu mengetahui beberapa gejala umum PMS berikut. Ilustrasi. Tak semua penyakit menular seksual (PMS) menimbulkan gejala yang khas. (Istockphoto/ Andresr)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktif secara seksual membuat seseorang berisiko terkena penyakit menular seksual (PMS). Kenali tanda-tanda PMS yang paling umum.

PMS bisa menyerang siapa pun yang aktif secara seksual. Praktik seks aman dengan kondom pun tak menjamin 100 persen terbebas dari penularan. Tanpa gejala yang disadari Anda dan pasangan, penularan bisa saja terjadi.

"Tidak semua kasus PMS menunjukkan gejala," ujar ahli ginekologi, Christine Greves, mengutip Health.


Terkadang, gejala yang timbul kerap dianggap penyakit lain. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk mengecek beberapa gejala umum penyakit menular seksual berikut ini, mengutip berbagai sumber.

1. Sensasi terbakar saat buang air kecil

Ahli penyakit menular, Michael Angarone mengatakan, sensasi terbakar saat buang air kecil merupakan gejala paling umum dari PMS. Rasa sakit berasal dari peradangan di saluran kemih.

Angarone menjelaskan bahwa bakteri dapat menempel pada selaput lendir uretra sehingga menimbulkan peradangan.

"Anda mungkin merasakan sensasi terbakar saat buang air kecil dan banyak ke toilet," imbuhnya.

Mengutip Healthline, sensasi terbakar saat buang air kecil biasanya merupakan gejala herpes, klamidia, dan trikomoniasis.

2. Keputihan yang tidak biasa

Cairan yang keluar dari vagina atau biasa disebut keputihan terbilang normal. Namun, ada pula keputihan yang tidak biasa dan harus diwaspadai sebagai gejala PMS seperti trikomoniasis, klamidia, dan gonore.

Iritasi atau peradangan akibat bakteri di saluran reproduksi akan menimbulkan keputihan yang aneh semisal warna yang berbeda seperti biasa dan berbau tidak sedap.

3. Pendarahan vagina

Selain menstruasi, pendarahan sangat mungkin terjadi pada vagina. Jika Anda melakukan hubungan seks yang tidak terlalu kasar tetapi masih ada pendarahan, PMS bisa jadi penyebabnya.

"HPV risiko tinggi dapat memengaruhi serviks yang dapat mengakibatkan pendarahan setelah hubungan seks," kata Greves.

4. Gatal atau sensasi terbakar pada vagina

Rasa gatal campur terbakar pada vagina biasanya muncul akibat adanya infeksi jamur. Namun, PMS seperti gonore dan klamidia juga bisa membawa gejala serupa.

Menurut Greves, PMS membuat jaringan pada vagina semakin sensitif. "Itu menjadi meradang dan mekanisme normal dapat terganggu," imbuhnya.

ilustrasi penyakit seksualIlustrasi. Tak semua penyakit menular seksual menimbulkan gejala yang khas. (Istockphoto/ Andresr)

5. Rasa sakit saat hubungan seks

Rasa sakit memang membawa sensasi berbeda saat berhubungan seks. Namun, jika rasa sakit ini bukan sesuatu yang Anda inginkan, maka kecurigaan bisa mengarah ke gejala PMS.

Menurut Greves, PMS bisa mengakibatkan peradangan pada vagina sehingga menimbulkan rasa sakit.

Mengutip Medical News Today, vagina yang sakit setelah hubungan seks bisa jadi tanda penyakit herpes, klamidia, dan gonore.

6. Benjolan pada alat kelamin

Benjolan bisa menandakan beberapa jenis PMS seperti herpes, HPV, sifilis, dan molluscum contagiosum (gangguan akibat virus dan menimbulkan benjolan yang berisi cairan mirip susu).

Jika timbul benjolan, segera cek ke dokter meski benjolan sudah hilang. Greves mengatakan, kondisi seperti herpes memiliki gejala yang datang dan pergi sebab virus masih ada di tubuh.

7. Rasa sakit pada area panggul

Nyeri sekitar pelvis atau panggul tidak bisa disepelekan begitu saja. Biasanya, klamidia dan gonore bisa mengakibatkan gejala seperti ini.

"Gonore atau klamidia dapat mengakibatkan nyeri panggul karena tidak hanya memengaruhi vagina, tetapi menyebar ke rahim dan saluran tuba," kata Greves.

(els/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER