Alasan Orang 'Ketagihan' Hitung Kalori Makanan

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 15/05/2021 08:21 WIB
Banyak orang yang saat ini mulai sadar dengan jumlah kalori yang masuk dalam tubuhnya. Tapi dari mana asal penghitungan kalori? (Jakub Kapusnak/FoodiesFeed)
Jakarta, CNN Indonesia --

"Aduh, kayanya kalorinya tinggi banget deh kalau makan itu." Akrab dengan ungkapan itu? Kalau iya, Anda tak sendiri.

Banyak orang yang saat ini mulai sadar dengan jumlah kalori yang masuk dalam tubuhnya. Namun jika setiap kali diajak makan selalu bilang soal kalori pasti jadi menyebalkan.

Sejak kalori diperkenalkan ke imajinasi publik sebagai cara untuk mengukur (dan karenanya mengendalikan) konsumsi makanan Anda, hal itu telah mendorong mentalitas bahwa memahami tubuh Anda adalah masalah mengukur kalori yang masuk vs kalori yang keluar.


Tapi dari mana asal penghitungan kalori?

Mengutip Refinery29, Istilah 'kalori' pertama kali digunakan oleh dokter dan ahli kimia Prancis Nicolas Clément pada tahun 1820-an saat memberi kuliah kepada murid-muridnya di Paris tentang mesin yang panas.

Istilah Ini hanya mentransfer definisinya untuk mengukur energi dalam makanan secara khusus ketika diperkenalkan ke Amerika pada tahun 1890-an oleh Wilbur Olin Atwater, yang memulai penelitian mendalam untuk membakar dan kemudian mengukur kandungan kalori lebih dari 500 makanan.

Dari studi ini, Atwater menentukan jumlah rata-rata kalori pada tiga sumber energi utama dalam makanan: lemak, karbohidrat dan protein. Dia menemukan bahwa lemak bernilai sekitar 9 kalori per gram dan karbohidrat serta protein bernilai 4 kalori per gram. Metode 4-9-4, atau sistem Atwater, masih merupakan cara menentukan nilai kalori pada label makanan saat ini.

Istilah kalori mulai menarik perhatian banyak orang sejak dokter dan penulis Amerika Lulu Hunt Peters (yang disebut 'ratu kalori') menulis buku diet terlarisnya Diet and Health: With Key to the Calories pada tahun 1918, penghitungan kalori, dan diet secara lebih umum.

Mengapa orang terobsesi dengan kalori?

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK