Area Sacra, Dihuni 'Hantu' Julius Caesar sampai Geng Kucing
CNN Indonesia
Senin, 10 Mei 2021 19:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kucing terlihat di Area Sacra, Roma, Italia. (AFP/FILIPPO MONTEFORTE)
Jakarta, CNN Indonesia --
Penggemar sejarah akan dapat menjelajahi reruntuhan "Area Sacra" di Roma, Italia, mungkin juga melihat sekilas "hantu" Julius Caesar, setelah situs tersebut menjadi museum terbuka tahun depan.
Pekerjaan untuk membuka situs arkeologi Largo Argentina bagi wisatawan sudah dimulai, dengan pembangunan fasilitas untuk memungkinkan turis masuk ke alun-alun cekung yang berisi reruntuhan empat kuil Romawi, Wali Kota Roma Virginia Raggi mengumumkan.
Saat ini, hamparan penggalian di situs bersejarah tersebut hanya bisa dilihat dari permukaan jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan pekerjaan ini kami akan mulai memasuki area tersebut dan ... berjalan di antara sisa-sisa sejarah kami," katanya pada konferensi pers, seperti yang dikutip dari AFP pada Senin (10/5).
Julius Caesar diyakini telah ditikam di Curia Pompei, gedung Senat, yang sebagian fondasinya dari batu kapur masih terlihat.
Tetapi di sana, pengunjung lebih sering melihat penampakan makhluk berbulu dan berkaki empat: kucing.
Reruntuhan itu adalah wilayah koloni ratusan kucing yang diselamatkan, diberi makan, disterilkan, dan dirawat oleh tempat penampungan swasta nirlaba.
Geng kucing terlihat berjalan-jalan di antara situs sejarah tersebut, bersantai di atas pilar marmer yang terpotong atau berpose untuk foto turis.
Kehadiran mereka sama sekali tidak membuat tempat ini terlihat bersejarah, hanya seperti tempat pembuangan kotoran.
Kuil-kuil di sana, yang berasal dari abad ketiga dan kedua Sebelum Masehi (SM), termasuk monumen melingkar untuk dewi keberuntungan, yang kepala marmer kolosalnya sekarang berada di museum Centrale Montemartini Roma.
Mereka ditemukan baru-baru ini pada tahun 1926 dalam proyek perencanaan kota, ketika rumah-rumah abad pertengahan yang dihancurkan mengungkapkan reruntuhan Romawi kuno di bawahnya.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Julius Caesar dibunuh pada 15 Maret 44 SM, oleh para senator yang takut dia ingin menjadi raja Roma.
Saat berada di Curia Pompei, tempat Senat berkumpul, sekelompok orang menghajarnya, lalu menikamnya sebanyak 23 kali.
Di antara mereka adalah temannya Brutus, membuat orang yang tengah sekarat itu untuk mengucapkan, menurut kalimat abadi yang dianalogikan Shakespeare, "Et tu, Brute!"
Pekerjaan di "Area Sacra", yang diperkirakan akan memakan waktu satu tahun, akan mencakup jalan setapak yang ditinggikan, diterangi pada malam hari, lift, dan area pameran tertutup di sepanjang satu sisi situs.
Proyek ini dibiayai oleh toko perhiasan Bulgari, yang dimiliki oleh konglomerat mewah Prancis LVMH, yang menyumbangkan dana sekitar 1 juta Euro (sekitar Rp17,2 miliar).
Bulgari adalah sponsor sebelumnya untuk pemulihan Spanish Steps (Tangga Spanyol) di Roma dan lantai mosaik yang rumit di dalam Baths of Caracalla.
Penggalian dan perapihan untuk proyek ini terus berlanjut meskipun ada pembatasan virus Corona pada tahun lalu, tetapi pembukaan situs yang direncanakan pada tahun 2022 diharapkan bertepatan dengan gelombang baru pariwisata pasca-pandemi, kata Raggi.
"Kami sedang mempersiapkan kedatangan wisatawan baru setelah Covid selesai," ujarnya.
Tapi bagaimana dengan kucing-kucing yang ada di sana?
Kota itu mengatakan proyek di situs baru itu tidak akan memengaruhi daerah "tempat koloni kucing bersejarah Largo Argentina berlokasi".
Jakarta, CNN Indonesia --
Penggemar sejarah akan dapat menjelajahi reruntuhan "Area Sacra" di Roma, Italia, mungkin juga melihat sekilas "hantu" Julius Caesar, setelah situs tersebut menjadi museum terbuka tahun depan.
Pekerjaan untuk membuka situs arkeologi Largo Argentina bagi wisatawan sudah dimulai, dengan pembangunan fasilitas untuk memungkinkan turis masuk ke alun-alun cekung yang berisi reruntuhan empat kuil Romawi, Wali Kota Roma Virginia Raggi mengumumkan.
Saat ini, hamparan penggalian di situs bersejarah tersebut hanya bisa dilihat dari permukaan jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan pekerjaan ini kami akan mulai memasuki area tersebut dan ... berjalan di antara sisa-sisa sejarah kami," katanya pada konferensi pers, seperti yang dikutip dari AFP pada Senin (10/5).
Julius Caesar diyakini telah ditikam di Curia Pompei, gedung Senat, yang sebagian fondasinya dari batu kapur masih terlihat.
Tetapi di sana, pengunjung lebih sering melihat penampakan makhluk berbulu dan berkaki empat: kucing.
Reruntuhan itu adalah wilayah koloni ratusan kucing yang diselamatkan, diberi makan, disterilkan, dan dirawat oleh tempat penampungan swasta nirlaba.
Geng kucing terlihat berjalan-jalan di antara situs sejarah tersebut, bersantai di atas pilar marmer yang terpotong atau berpose untuk foto turis.
Kehadiran mereka sama sekali tidak membuat tempat ini terlihat bersejarah, hanya seperti tempat pembuangan kotoran.
Kuil-kuil di sana, yang berasal dari abad ketiga dan kedua Sebelum Masehi (SM), termasuk monumen melingkar untuk dewi keberuntungan, yang kepala marmer kolosalnya sekarang berada di museum Centrale Montemartini Roma.
Mereka ditemukan baru-baru ini pada tahun 1926 dalam proyek perencanaan kota, ketika rumah-rumah abad pertengahan yang dihancurkan mengungkapkan reruntuhan Romawi kuno di bawahnya.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Area Sacra, Dihuni 'Hantu' Julius Caesar sampai Geng Kucing
Kucing terlihat di Area Sacra, Roma, Italia. (AFP/FILIPPO MONTEFORTE)
Julius Caesar dibunuh pada 15 Maret 44 SM, oleh para senator yang takut dia ingin menjadi raja Roma.
Saat berada di Curia Pompei, tempat Senat berkumpul, sekelompok orang menghajarnya, lalu menikamnya sebanyak 23 kali.
Di antara mereka adalah temannya Brutus, membuat orang yang tengah sekarat itu untuk mengucapkan, menurut kalimat abadi yang dianalogikan Shakespeare, "Et tu, Brute!"
Pekerjaan di "Area Sacra", yang diperkirakan akan memakan waktu satu tahun, akan mencakup jalan setapak yang ditinggikan, diterangi pada malam hari, lift, dan area pameran tertutup di sepanjang satu sisi situs.
Proyek ini dibiayai oleh toko perhiasan Bulgari, yang dimiliki oleh konglomerat mewah Prancis LVMH, yang menyumbangkan dana sekitar 1 juta Euro (sekitar Rp17,2 miliar).
Bulgari adalah sponsor sebelumnya untuk pemulihan Spanish Steps (Tangga Spanyol) di Roma dan lantai mosaik yang rumit di dalam Baths of Caracalla.
Penggalian dan perapihan untuk proyek ini terus berlanjut meskipun ada pembatasan virus Corona pada tahun lalu, tetapi pembukaan situs yang direncanakan pada tahun 2022 diharapkan bertepatan dengan gelombang baru pariwisata pasca-pandemi, kata Raggi.
"Kami sedang mempersiapkan kedatangan wisatawan baru setelah Covid selesai," ujarnya.
Tapi bagaimana dengan kucing-kucing yang ada di sana?
Kota itu mengatakan proyek di situs baru itu tidak akan memengaruhi daerah "tempat koloni kucing bersejarah Largo Argentina berlokasi".