Siap Dibuka Lagi, Potato Head Bali Hadirkan Keseruan Baru

CNN Indonesia | Senin, 10/05/2021 18:50 WIB
Desa Potato Head Bali akan kembali dibuka pada pertengahan bulan ini. Pengunjung wajib melakukan pemesanan tempat sebelum kedatangan. Desa Potato Head di Bali akan segera dibuka pada pertengahan Mei tahun ini. (Arsip Potato Head Bali)
Jakarta, CNN Indonesia --

Desa Potato Head, salah satu tempat kongko legendaris di kawasan Seminyak, Bali, mengumumkan akan memulai lagi operasionalnya dengan pembukaan beach club pada 16 Mei 2021.

Beach club Potato Head merupakan salah satu tempat yang favorit wisatawan dalam dan luar negeri di Bali, karena pemandangan lepas pantainya yang indah, tata ruangnya yang estetis, serta menu makanan dan minumannya yang lezat.

Bersamaan dengan dipan-dipan bersantai yang kembali menghampar di tengah halamannya, restoran Kaum juga bisa kembali didatangi wisatawan.


Dalam keterangan resmi yang diterima oleh CNNIndonesia.com pada Senin (10/5), pengelola Desa Potato Head mengatakan kalau pembukaan kembali ini telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona yang ketat, terutama pelatihan staf dan penataan area untuk menjaga jarak fisik antarpengunjung yang bakal datang lagi.

Lebih dari setahun "tiarap" sementara karena pandemi yang menghajar industri pariwisata Pulau Dewata, tim Desa Potato Head tetap kreatif dengan mengadakan acara 'Sweet Potato Project', yakni pembukaan kebun sayuran organik di Tabanan, demi menghidupi ratusan karyawan serta petani lokal yang terdampak krisis kesehatan dunia ini.

Sebanyak 20 petak kebun juga telah disiapkan dan bisa disewa di kawasan Berawa untuk orang yang ingin memulai perkebunan organiknya sendiri.

Hingga saat ini, Desa Potato Head telah melakukan donasi 10 ribu "nasi bungkus organik" kepada mereka yang membutuhkan.

Pembukaan kembali Desa Potato Head masih akan terus berlanjut hingga bulan depan.

Pada Juni, pengelola akan mulai meluncurkan aktivitas keberlanjutan untuk para tamu cilik dan tempat menginap Potato Head Studios akan mulai dibuka pada Juli.

Founder Desa Potato Head, Ronald Akili, mengaku tidak sabar untuk membuka tempatnya secara keseluruhan dan menyambut kembali gelombang wisatawan secara menyeluruh pascapandemi virus Corona.

pemandangan Potato Head di BaliArea kolam renang di Desa Potato Head. (Arsip Potato Head Bali)

"Pada tahun 2020 kami hendak membuka Desa Potato Head: konsep desa pertama yang disusun lebih dari satu dekade oleh grup kami, dirancang untuk menampilkan pusat gaya hidup ala Potato Head yang berkelanjutan. Kami membuat hotel baru, restoran dengan menu plant-based, taman seni di rooftop, kelab malam, lab keberlanjutan, studio rekaman, hingga perpustakaan. Kami menghabiskan empat tahun terakhir untuk menyempurnakan konstruksi, namun sayangnya tahun lalu kami terpaksa tutup sebelum mengenalkan konsep baru ini," katanya.

"Atas dukungan dari tim, komunitas, rekan kerja, kami sangat bersyukur bahwa kami masih berdiri hingga hari ini, selangkah lebih dekat untuk mewujudkan konsep baru ini. Saat ini kami siap melakukan pembukaan kembali, perlahan tapi pasti dan bertahap.

"Saat perjalanan kembali dimulai, kami tahu apa yang perlu dilakukan: memberi waktu yang menyenangkan kepada pengunjung, di lingkungan yang aman dan dapat merangsang serta mengkalibrasi ulang kreatifitas dan energi. Kami harap bisa berjumlah lagi dengan Anda!" pungkasnya.

Potato Head Beach Club akan kembali dibuka pada Minggu, 16 Mei 2021, pukul 10.00 sampai 22.00,

Di hari yang sama, restoran Kaum juga akan kembali dibuka, pukul 16.00 sampai 22.00, hingga setiap harinya.

Pengunjung yang hendak masuk Desa Potato Head wajib mematuhi protokol kesehatan dan melakukan pemesanan tempat sebelum kedatangan melalui email di [email protected] atau WhatsApp di +6281138007979.

Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.

Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.

(ard/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK