Hal yang Harus Dilakukan saat Isolasi Mandiri Setelah Mudik
mel | CNN Indonesia
Sabtu, 22 Mei 2021 08:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Orang yang baru saja tiba dari perjalanan mudik disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Di masa pandemi Covid-19, setiap orang yang baru saja bepergian keluar kota harus menjalani isolasi mandiri (isoman). Hal itu dilakukan demi mencegah risiko penularan Covid-19 di lingkungan sekitar, terutama keluarga.
Kementerian Kesehatan juga sudah mewanti-wanti agar warga yang baru pulang mudik dari kampung halaman melakukan isoman setidaknya lima hari di rumah masing-masing. Isoman tak hanya dilakukan oleh warga yang terinfeksi virus corona, tapi juga warga yang negatif Covid-19.
"Proses karantina untuk pendatang maupun baru pulang dari arus balik itu memang diminta melaksanakan karantina lima hari. Dan ini berlaku baik dia positif maupun negatif Covid-19," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/5).
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito juga menegaskan hal serupa. Setiap pelaku perjalanan wajib melakukan isoman di rumah masing-masing. "Kalau sampai mereka [pelaku perjalanan] sudah pergi dan kembali ada kewajiban melakukan karantina 5 x 24 jam," ucapnya belum lama ini.
Lalu bagaimana sebagaimana tata laksana isolasi mandiri yang benar?
Dalam Pedoman Tata Laksana Covid-19 yang dibuat oleh beberapa asosiasi profesi kedokteran, dijelaskan secara rinci bagaimana cara isolasi mandiri untuk pasien Covid-19. Pedoman ini juga bisa menjadi petunjuk bagi Anda yang harus melakukan isolasi mandiri, meski negatif Covid-19.
Berikut cara isolasi mandiri yang bisa Anda lakukan sehabis mudik Lebaran.
1. Memberi tahu RT/RW
Setelah tiba di rumah dari kampung halaman, beritahukan RT/RW setempat bahwa Anda baru saja bepergian.
Hal ini akan memudahkan RT/RW Anda melakukan pemantauan kasus Covid-19 di wilayahnya. Petugas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) juga bisa dengan mudah melakukan tracing Covid-19 ketika ditemukan satu kasus di daerah.
Anda juga akan masuk dalam daftar orang dalam pemantauan FKTP selama 14 hari. Hal ini akan membantu Anda jika tiba-tiba ada gejala Covid-19 yang muncul, petugas akan segera melakukan pemeriksaan.
2. Pastikan higienitas
Hal yang harus diperhatikan oleh orang yang sedang isolasi mandiri adalah higienitas dirinya dan lingkungan.
Cuci tangan dengan air mengalir, sabun, atau hand sanitizer sesering mungkin. Menerapkan etika batuk dan bersin, serta memastikan alat makan-minum yang digunakan dalam keadaan bersih dan segera dicuci setelah digunakan.
Pakaian yang telah digunakan juga sebaiknya langsung dicuci. Keranjang pakaian kotor terpisah dengan pakaian milik keluarga.
Selain itu, disiplin menerapkan protokol kesehatan di rumah. Menjaga jarak minimal satu meter bahkan antar keluarga, dan mengenakan masker ketika di rumah.
3. Berjemur dan catat suhu tubuh
Orang yang isolasi mandiri baiknya berjemur di bawah sinar matahari minimal sekitar 10-15 menit setiap harinya. Berjemur disarankan sebelum pukul 09.00 WIB dan setelah pukul 15.00 WIB.
Orang yang isolasi mandiri harus mengukur suhu tubuhnya 2 kali sehari, pada pagi dan malam hari. Segera beritahu petugas FKTP atau keluarga jika merasa demam atau suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius.
Simak hal-hal yang harus dilakukan saat isolasi mandiri lainnya di halaman berikutnya.
4. Membuat sirkulasi udara sehat
Perhatikan sirkulasi udara di rumah dan kamar. Anda dan keluarga harus memastikan bahwa ventilasi udara mengalirkan udara dari dalam keluar rumah, bukan sebaliknya. Udara dari kamar juga sebaiknya tak dialirkan ke dalam rumah, melainkan keluar rumah agar tak terkontaminasi kemungkinan bakteri atau virus.
Membuka jendela secara berkala idealnya dilakukan oleh setiap anggota keluarga.
5. Desinfeksi
Membersihkan kamar dan rumah setiap hari dengan desinfektan sangat dianjurkan, mengingat SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bisa bertahan selama beberapa waktu pada permukaan benda.
6. Segera periksakan diri
Meski Anda atau keluarga telah negatif Covid-19 saat pemeriksaan setelah pulang kampung, tidak menutup kemungkinan virus menginfeksi dalam perjalanan pulang sehingga tak terdeteksi.
Saat muncul demam atau gejala Covid-19 lainnya ketika melakukan isolasi mandiri, segera menghubungi petugas FKTP agar dilakukan pemeriksaan. Anda tak perlu takut dengan perawatan Covid-19. Sebab, semakin dini Covid-19 diobati, maka semakin besar peluang untuk sembuh.
7. Vitamin yang bisa dikonsumsi
Bila terdapat penyakit penyerta (komorbid), jangan lewatkan pengobatannya. Pasien dengan penyakit tertentu biasanya perlu rutin pemeriksaan ke dokter dan terapi obat sehingga dibutuhkan perawatan yang berbeda saat isolasi mandiri.
Maka dari itu, pastikan Anda mengabarkan petugas FKTP setelah bepergian agar orang komorbid di keluarga mendapat perawatan terbaik.
Adapun bagi Anda tanpa komorbid, beberapa vitamin yang bisa dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh sebaiknya dikonsumsi. Vitamin yang disarankan yaitu vitamin C, vitamin D, serta vitamin yang mengandung zinc dan zat besi.
Isolasi mandiri biasanya dilakukan oleh pasien Covid-19 tanpa gejala. Sementara bagi pasien yang bergejala sebaiknya berkonsultasi dengan petugas kesehatan terlebih dahulu untuk menentukan perawatan terbaik.
Jakarta, CNN Indonesia --
Di masa pandemi Covid-19, setiap orang yang baru saja bepergian keluar kota harus menjalani isolasi mandiri (isoman). Hal itu dilakukan demi mencegah risiko penularan Covid-19 di lingkungan sekitar, terutama keluarga.
Kementerian Kesehatan juga sudah mewanti-wanti agar warga yang baru pulang mudik dari kampung halaman melakukan isoman setidaknya lima hari di rumah masing-masing. Isoman tak hanya dilakukan oleh warga yang terinfeksi virus corona, tapi juga warga yang negatif Covid-19.
"Proses karantina untuk pendatang maupun baru pulang dari arus balik itu memang diminta melaksanakan karantina lima hari. Dan ini berlaku baik dia positif maupun negatif Covid-19," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/5).
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito juga menegaskan hal serupa. Setiap pelaku perjalanan wajib melakukan isoman di rumah masing-masing. "Kalau sampai mereka [pelaku perjalanan] sudah pergi dan kembali ada kewajiban melakukan karantina 5 x 24 jam," ucapnya belum lama ini.
Lalu bagaimana sebagaimana tata laksana isolasi mandiri yang benar?
Dalam Pedoman Tata Laksana Covid-19 yang dibuat oleh beberapa asosiasi profesi kedokteran, dijelaskan secara rinci bagaimana cara isolasi mandiri untuk pasien Covid-19. Pedoman ini juga bisa menjadi petunjuk bagi Anda yang harus melakukan isolasi mandiri, meski negatif Covid-19.
Berikut cara isolasi mandiri yang bisa Anda lakukan sehabis mudik Lebaran.
1. Memberi tahu RT/RW
Setelah tiba di rumah dari kampung halaman, beritahukan RT/RW setempat bahwa Anda baru saja bepergian.
Hal ini akan memudahkan RT/RW Anda melakukan pemantauan kasus Covid-19 di wilayahnya. Petugas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) juga bisa dengan mudah melakukan tracing Covid-19 ketika ditemukan satu kasus di daerah.
Anda juga akan masuk dalam daftar orang dalam pemantauan FKTP selama 14 hari. Hal ini akan membantu Anda jika tiba-tiba ada gejala Covid-19 yang muncul, petugas akan segera melakukan pemeriksaan.
2. Pastikan higienitas
Hal yang harus diperhatikan oleh orang yang sedang isolasi mandiri adalah higienitas dirinya dan lingkungan.
Cuci tangan dengan air mengalir, sabun, atau hand sanitizer sesering mungkin. Menerapkan etika batuk dan bersin, serta memastikan alat makan-minum yang digunakan dalam keadaan bersih dan segera dicuci setelah digunakan.
Pakaian yang telah digunakan juga sebaiknya langsung dicuci. Keranjang pakaian kotor terpisah dengan pakaian milik keluarga.
Selain itu, disiplin menerapkan protokol kesehatan di rumah. Menjaga jarak minimal satu meter bahkan antar keluarga, dan mengenakan masker ketika di rumah.
3. Berjemur dan catat suhu tubuh
Orang yang isolasi mandiri baiknya berjemur di bawah sinar matahari minimal sekitar 10-15 menit setiap harinya. Berjemur disarankan sebelum pukul 09.00 WIB dan setelah pukul 15.00 WIB.
Orang yang isolasi mandiri harus mengukur suhu tubuhnya 2 kali sehari, pada pagi dan malam hari. Segera beritahu petugas FKTP atau keluarga jika merasa demam atau suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius.
Simak hal-hal yang harus dilakukan saat isolasi mandiri lainnya di halaman berikutnya.
Hal yang Harus Dilakukan saat Isolasi Mandiri Setelah Mudik
Ilustrasi. Orang yang baru saja tiba dari perjalanan mudik disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
4. Membuat sirkulasi udara sehat
Perhatikan sirkulasi udara di rumah dan kamar. Anda dan keluarga harus memastikan bahwa ventilasi udara mengalirkan udara dari dalam keluar rumah, bukan sebaliknya. Udara dari kamar juga sebaiknya tak dialirkan ke dalam rumah, melainkan keluar rumah agar tak terkontaminasi kemungkinan bakteri atau virus.
Membuka jendela secara berkala idealnya dilakukan oleh setiap anggota keluarga.
5. Desinfeksi
Membersihkan kamar dan rumah setiap hari dengan desinfektan sangat dianjurkan, mengingat SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bisa bertahan selama beberapa waktu pada permukaan benda.
6. Segera periksakan diri
Meski Anda atau keluarga telah negatif Covid-19 saat pemeriksaan setelah pulang kampung, tidak menutup kemungkinan virus menginfeksi dalam perjalanan pulang sehingga tak terdeteksi.
Saat muncul demam atau gejala Covid-19 lainnya ketika melakukan isolasi mandiri, segera menghubungi petugas FKTP agar dilakukan pemeriksaan. Anda tak perlu takut dengan perawatan Covid-19. Sebab, semakin dini Covid-19 diobati, maka semakin besar peluang untuk sembuh.
7. Vitamin yang bisa dikonsumsi
Bila terdapat penyakit penyerta (komorbid), jangan lewatkan pengobatannya. Pasien dengan penyakit tertentu biasanya perlu rutin pemeriksaan ke dokter dan terapi obat sehingga dibutuhkan perawatan yang berbeda saat isolasi mandiri.
Maka dari itu, pastikan Anda mengabarkan petugas FKTP setelah bepergian agar orang komorbid di keluarga mendapat perawatan terbaik.
Adapun bagi Anda tanpa komorbid, beberapa vitamin yang bisa dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh sebaiknya dikonsumsi. Vitamin yang disarankan yaitu vitamin C, vitamin D, serta vitamin yang mengandung zinc dan zat besi.
Isolasi mandiri biasanya dilakukan oleh pasien Covid-19 tanpa gejala. Sementara bagi pasien yang bergejala sebaiknya berkonsultasi dengan petugas kesehatan terlebih dahulu untuk menentukan perawatan terbaik.