Perlukah Memakai Sunscreen saat Berada di Rumah?

tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/05/2021 09:21 WIB
Tak sedikit yang menganggap saat berada di dalam rumah, kulit sepenuhnya terlindungi dari sinar matahari. Namun apa pendapat ahli soal hal ini? Ilustrasi. Tak sedikit yang menganggap saat berada di dalam rumah, kulit sepenuhnya terlindungi dari sinar matahari. Namun apa pendapat ahli soal hal ini? (iStockphoto/Aja Koska)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tak sedikit orang menganggap ketika berada di dalam rumah, kulit sepenuhnya terlindungi dari paparan sinar matahari. Hal ini lantas membuat mereka melepas penggunaan sunscreen atau pelindung kulit dari paparan sinar UV saat di rumah saja dan baru menggunakannya ketika akan ke luar.

Padahal menurut ahli kulit, penggunaan sunscreen di dalam rumah juga diperlukan.

"Anda harus memakai SPF di dalam ruangan, terutama jika Anda duduk di dekat jendela atau di depan layar komputer, karena Anda terpapar cahaya yang berpotensi merusak kulit," kata Elizabeth Mullans, dokter kulit di Texas, seperti dikutip New York Post.


Mullans menegaskan bahwa sekalipun jendela dalam keadaan tertutup, Anda tetap perlu menggunakan sunblock atau sunscreen.

"Sangat mudah untuk percaya bahwa begitu kita berada di dalam ruangan, kita terlindungi dari matahari," papar Mullans. "Tidak semua kaca dibuat sama. Penting untuk menggunakan SPF 30 atau yang lebih tinggi setiap hari karena sinar UVA yang berbahaya dapat menembus jendela."

Dokter kulit lain menjelaskan bahwa jendela biasanya menawarkan perlindungan yang baik terhadap sinar UVB, tetapi bukan UVA. Min Deng, dokter kulit di MedStar Health membandingkannya dengan warna jendela pada mobil, yang juga menawarkan perlindungan spektrum luas terhadap sinar UVA.

"Kami tahu bahwa jendela tidak bagus dalam menyaring UVA," katanya, sembari menunjukkan wajah pengemudi truk yang terlihat rusak akibat sinar matahari setelah bertahun-tahun terpapar.

Oleh karenanya, meski menata meja dekat jendela tampak menjadi ide bagus, tapi Mullans menganjurkan untuk tidak menetap di sana saat bekerja dari rumah.

"Jika Anda duduk di dekat jendela untuk waktu yang lama, ikuti aturan pemakaian tabir surya dan gunakan kembali setiap dua jam," katanya.

Deng setuju dan mengatakan bahwa mereka yang memiliki sensitivitas atau alergi matahari, seperti pasien dengan Photodermatoses, harus menjauhkan diri dari jendela sama sekali.

Photodermatoses adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari.

"Jangan duduk di depan jendela sepanjang hari tanpa tabir surya," kata Deng. "Jika mereka akan, setidaknya memakai tabir surya, gunakan kembali seolah-olah Anda berada di luar, jika tidak, menjauhlah dari itu."

Kedua ahli kulit kemudian sepakat bahwa Anda tidak boleh melewatkan tabir surya saat terpapar sinar matahari, bahkan jika telah mengenakan masker karena banyak area yang masih terbuka, tambah Mullans.

"Jika khawatir tentang penggunaan tabir surya yang berat pada wajah, coba gunakan pelembab ringan dengan asam hialuronat sebelum penggunaan masker untuk melindungi pelindung kulit dan tindak lanjuti dengan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi sebelum keluar," katanya.

Deng mengatakan bahwa dia memberi tahu pasien untuk "bersenang-senang di bawah sinar matahari", tetapi lakukan dengan aman. Dia merekomendasikan tabir surya berbasis oksida seng dan bagi pasien untuk memilih krim daripada semprotan.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK