Jakarta, CNN Indonesia -- Apakah perut buncit Anda menjadi halangan di tengah momen intim bersama pasangan? Jika iya, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya posisi seks.
Orang dengan obesitas disebut kerap memiliki dorongan seks yang rendah. Salah satunya disebabkan oleh sirkulasi darah yang tidak lancar.
"Pria dengan obesitas menghadapi sirkulasi darah yang kurang lancar dan menghalangi ereksi yang sempurna," ujar seksolog, Shivi Jaggi, mengutip Times of India.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, masalah obesitas juga membuat seseorang tak bisa bereksperimen di tempat tidur menggunakan teknik dan posisi yang baru. Berat badan disebut membuat foreplay lebih menyulitkan.
Ada beberapa posisi yang bisa dipilih untuk orang dengan obesitas saat berhubungan seks. Namun, perlu diingat, posisi yang disebutnya hanya lah saran. Yang terpenting adalah lakukan apa yang membuat Anda merasa nyaman di tempat tidur.
Berikut mengutip WebMD dan Essence.
1. Misionaris
Posisi misionaris menjadi yang paling umum bagi pasangan dengan kelebihan berat badan. Anda hanya perlu menyesuaikan posisi saja.
Posisi ini menawarkan kemudahan gerak bagi pasangan saat berada dalam jarak terdekat. Ritme yang dilakukan juga bisa berdasarkan keinginan bersama.
Coba gunakan satu atau dua bantal di bawah pinggul untuk mengubah cara tubuh berinteraksi. Cara ini akan membuat pria yang berada di atas menjadi lebih nyaman.
2. Doggy style
Untuk posisi ini, Anda berlutut dengan bertumpu pada tangan dan lutut. Jika Anda kesulitan menopang tubuh dengan tangan dan lutut, Anda dapat menumpuk bantal di bawah tubuh.
Dengan posisi ini, Anda dan pasangan bisa memberikan rangsangan ekstra.
 Ilustrasi. Beberapa posisi seks tertentu membuat orang dengan kelebihan berat badan merasa nyaman saat berhubungan intim. (iStockphoto/LightFieldStudios) |
3. Cowgirl
Posisi ini membiarkan perempuan memegang kendali sepenuhnya dengan duduk tepat di atas tubuh laki-laki.
Sambil duduk, Anda dapat mencondongkan tubuh ke depan untuk membiarkan pasangan menopang sebagian berat badan Anda.
4. Duduk di meja
Duduk di meja akan memberikan Anda keseimbangan dan kendali yang baik. Pasangan dapat menyentuh tubuh Anda dari bagian depan.
Jika pasangan membutuhkan bantuan akses, tak ada salahnya jika dia berdiri di bangku kecil atau tempat lain.
5. Gaya sendok
Anda dan pasangan bisa berbaring miring dengan lutut ditekuk. Anda dapat menggunakan bantal jika membutuhkan penyangga ekstra. Biarkan pasangan menyentuh tubuh Anda dari belakang.
Mitos Seks pada Orang dengan Kelebihan Berat Badan
Ilustrasi. Ada beberapa posisi yang bisa dipilih untuk orang dengan kelebihan berat badan saat berhubungan seks. (Istockphoto/ Sefa ozel)
Ada beberapa mitos yang bicara soal seks bagi orang dengan kelebihan berat badan. Beberapa mitos menyebutkan bahwa seks tak akan terasa nikmati bagi orang dengan kelebihan berat badan.
Mitos #1: Orang kelebihan berat badan akan merugikan pasangan
Setiap orang, tak peduli ukuran tubuhnya, perlu bereksperimen soal gaya-gaya berhubungan seks. Termasuk Anda yang memiliki berat badan berlebih.
Jika ada sesuatu yang membuat tak nyaman, beri tahu pasangan.
Mitos #2: Orang kelebihan berat badan terbatas secara fisik
Setiap orang memiliki batasannya sendiri. Ukuran tubuh tidak sama dengan fleksibilitas dalam hal posisi seksual tertentu.
Keterbatasan fisik di kamar tidur tidak terbatas pada orang yang kelebihan berat badan. Orang yang kelebihan berat badan dapat menikmati seks sama seperti orang lain.
Mitos #3: Sulit menemukan organ intim di tubuh orang kelebihan berat badan
Beberapa posisi dapat membantu orang kelebihan berat badan merasa lebih nyaman saat berhubungan seks. Namun, semua pasangan, termasuk yang kelebihan berat badan, harus bereksperimen mencari posisi yang paling baik untuk mendapatkan akses ke organ intim.