Hari Sepeda Internasional: 9 Manfaat Sehat Bersepeda
CNN Indonesia
Kamis, 03 Jun 2021 14:27 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Selamat Hari Sepeda Internasional! Di masa pandemi covid-19, sepeda menjadi salah satu alternatif untuk tetap aktif di tengah pandemi COVID-19 saat ini. (CNN Indonesia/ Adi Maulana))
Hari Sepeda Internasional 2021 diperingati setiap tanggal 3 Juni. Peringatan ini ditetapkan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) sejak April 2018, salah satunya berdasarkan pertimbangan pentingnya bersepeda bagi kesehatan dan kebugaran seseorang.
Di masa pandemi covid-19, sepeda menjadi salah satu alternatif dan juga gaya hidup untuk tetap aktif di tengah pandemi COVID-19 saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak bicara soal ramai-ramai pesepeda dan pemotor dengan jari tengah yang viral di media sosial, namun sebenarnya bersepeda punya banyak manfaat untuk kesehatan.
1. Kesehatan kardiovaskular Banyak penelitian mengungkapkan bahwa bersepeda bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung. Mengutip Antara, studi pada 2017 lalu menunjukkan bahwa orang yang bersepeda ke tempat kerja meningkat fungsi kardiovaskularnya.
Mereka yang bersepeda juga berisiko 46 persen lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular dan 52 persen lebih rendah meninggal akibat kondisi tersebut.
2. Tekanan darah Bersepeda juga dapat membantu mengurangi tekanan darah selama periode waktu tertentu.
Studi mengungkapkan, setelah 3 bulan bersepeda, tekanan darah bisa turun 4,3 persen, dan setelah 6 bulan tekanan bisa turun 11,8 persen.
Tekanan darah tinggi termasuk salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular pada beberapa orang.
3. Menjaga berat badan Sebuah tinjauan sistematis pada 2019 menunjukkan, bersepeda membantu mengurangi lemak tubuh dan massa tubuh.
Bersepeda dapat membantu seseorang mengatur berat badannya karena meningkatkan laju metabolisme, membangun otot, dan membakar lemak tubuh.
4. Menjaga Kesehatan paru-paru Bersepeda juga dapat membantu meningkatkan kesehatan kardiorespirasi. Sebuah studi pada 2011 mencatat, bersepeda selama sekitar 170-250 menit per minggu dapat sangat meningkatkan kesehatan paru-paru.
Bersepeda baik untuk menjaga paru-paru tetap sehat bagi orang dengan dan tanpa kondisi masalah paru-paru. Penelitian lain juga mencatat, aktivitas fisik dapat membantu sistem kekebalan melindungi seseorang dari covid-19.
Bersepeda secara teratur juga dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru pada mereka yang memiliki kondisi paru-paru. Orang dengan penyakit paru obstruktif kronik dapat memasukkan bersepeda sebagai bagian dari program rehabilitasi paru mereka.
5. Kesehatan mental Bersepeda juga dikaitkan dengan peningkatan kesehatan mental. Sebuah studi pada 2019 menyoroti hubungan antara keduanya, serta peningkatan dalam beberapa fungsi kognitif. Selain meningkatkan fungsi kognitif, olahraga teratur dapat membantu mengurangi kecemasan dan depresi.
6. Meningkatkan kebugaran Latihan aerobik secara teratur, seperti bersepeda, berjalan, berlari, atau berenang sangat berguna untuk menjaga kebugaran.
Satu studi pada 2017 menunjukkan, orang yang sering bersepeda biasanya lebih bugar daripada orang yang melakukan aktivitas fisik lainnya.
7. Dampak rendah Bersepeda termasuk salah satu bentuk latihan berdampak rendah, menjadikannya pilihan yang aman untuk orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dengan persendian yang lemah atau rusak.
Ahli bedah ortopedi dapat merekomendasikan bersepeda di permukaan datar atau di dalam ruangan setelah operasi seperti artroplasti pinggul dan lutut total.
8. Keseimbangan dan koordinasi Bersepeda dapat merangsang daerah motorik di sistem saraf pusat dan mengaktifkan korteks serebral, yang dapat membantu meningkatkan pembelajaran dan keseimbangan motorik.
Inilah alasan para ahli merekomendasikan bersepeda sebagai bagian dari program rehabilitasi yang efektif untuk orang-orang yang mengalami masalah keseimbangan dan masalah berjalan.
9. Mudah dilakukan Bersepeda termasuk jenis aktivitas fisik yang relatif mudah dilakukan, karena memerlukan keterampilan utama, dan menggabungkan mobilitas dengan aktivitas fisik, sehingga dapat diakses oleh segmen besar populasi.
Hari Sepeda Internasional 2021 diperingati setiap tanggal 3 Juni. Peringatan ini ditetapkan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) sejak April 2018, salah satunya berdasarkan pertimbangan pentingnya bersepeda bagi kesehatan dan kebugaran seseorang.
Di masa pandemi covid-19, sepeda menjadi salah satu alternatif dan juga gaya hidup untuk tetap aktif di tengah pandemi COVID-19 saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak bicara soal ramai-ramai pesepeda dan pemotor dengan jari tengah yang viral di media sosial, namun sebenarnya bersepeda punya banyak manfaat untuk kesehatan.
1. Kesehatan kardiovaskular Banyak penelitian mengungkapkan bahwa bersepeda bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung. Mengutip Antara, studi pada 2017 lalu menunjukkan bahwa orang yang bersepeda ke tempat kerja meningkat fungsi kardiovaskularnya.
Mereka yang bersepeda juga berisiko 46 persen lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular dan 52 persen lebih rendah meninggal akibat kondisi tersebut.
2. Tekanan darah Bersepeda juga dapat membantu mengurangi tekanan darah selama periode waktu tertentu.
Studi mengungkapkan, setelah 3 bulan bersepeda, tekanan darah bisa turun 4,3 persen, dan setelah 6 bulan tekanan bisa turun 11,8 persen.
Tekanan darah tinggi termasuk salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular pada beberapa orang.
3. Menjaga berat badan Sebuah tinjauan sistematis pada 2019 menunjukkan, bersepeda membantu mengurangi lemak tubuh dan massa tubuh.
Bersepeda dapat membantu seseorang mengatur berat badannya karena meningkatkan laju metabolisme, membangun otot, dan membakar lemak tubuh.
4. Menjaga Kesehatan paru-paru Bersepeda juga dapat membantu meningkatkan kesehatan kardiorespirasi. Sebuah studi pada 2011 mencatat, bersepeda selama sekitar 170-250 menit per minggu dapat sangat meningkatkan kesehatan paru-paru.
Bersepeda baik untuk menjaga paru-paru tetap sehat bagi orang dengan dan tanpa kondisi masalah paru-paru. Penelitian lain juga mencatat, aktivitas fisik dapat membantu sistem kekebalan melindungi seseorang dari covid-19.
Bersepeda secara teratur juga dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru pada mereka yang memiliki kondisi paru-paru. Orang dengan penyakit paru obstruktif kronik dapat memasukkan bersepeda sebagai bagian dari program rehabilitasi paru mereka.
Manfaat Bersepeda
Foto: (CNN Indonesia/ Adi Maulana)
5. Kesehatan mental Bersepeda juga dikaitkan dengan peningkatan kesehatan mental. Sebuah studi pada 2019 menyoroti hubungan antara keduanya, serta peningkatan dalam beberapa fungsi kognitif. Selain meningkatkan fungsi kognitif, olahraga teratur dapat membantu mengurangi kecemasan dan depresi.
6. Meningkatkan kebugaran Latihan aerobik secara teratur, seperti bersepeda, berjalan, berlari, atau berenang sangat berguna untuk menjaga kebugaran.
Satu studi pada 2017 menunjukkan, orang yang sering bersepeda biasanya lebih bugar daripada orang yang melakukan aktivitas fisik lainnya.
7. Dampak rendah Bersepeda termasuk salah satu bentuk latihan berdampak rendah, menjadikannya pilihan yang aman untuk orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dengan persendian yang lemah atau rusak.
Ahli bedah ortopedi dapat merekomendasikan bersepeda di permukaan datar atau di dalam ruangan setelah operasi seperti artroplasti pinggul dan lutut total.
8. Keseimbangan dan koordinasi Bersepeda dapat merangsang daerah motorik di sistem saraf pusat dan mengaktifkan korteks serebral, yang dapat membantu meningkatkan pembelajaran dan keseimbangan motorik.
Inilah alasan para ahli merekomendasikan bersepeda sebagai bagian dari program rehabilitasi yang efektif untuk orang-orang yang mengalami masalah keseimbangan dan masalah berjalan.
9. Mudah dilakukan Bersepeda termasuk jenis aktivitas fisik yang relatif mudah dilakukan, karena memerlukan keterampilan utama, dan menggabungkan mobilitas dengan aktivitas fisik, sehingga dapat diakses oleh segmen besar populasi.