10 Mitos soal Cuci Muka Menurut Ahli

tim, CNN Indonesia | Minggu, 06/06/2021 17:35 WIB
Cuci muka menjadi bagian perawatan untuk menjaga kulit tetap bersih dan sehat. Namun, masih ada sederet mitos yang beredar soal mencuci muka. Apa saja? Cuci muka menjadi bagian perawatan untuk menjaga kulit tetap bersih dan sehat. Namun, masih ada sederet mitos yang beredar soal mencuci muka. Apa saja? (iStockphoto/skynesher)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cuci muka merupakan salah satu langkah perawatan untuk menjaga kulit tetap bersih dan sehat. Kendati demikian, terdapat sederet mitos yang beredar di masyarakat terkait mencuci muka.

Mulai dari di mana lokasi cuci muka harus dilakukan hingga durasi dan hal-hal lainnya menjadi perdebatan. Berikut fakta di balik 10 mitos yang diungkap oleh para pakar dermatologi, seperti dilansir Insider.

1. Tidak boleh cuci muka saat mandi

Beberapa orang berpikir mencuci muka tidak boleh menjadi bagian dari rutinitas mandi Anda. Kendati demikian, Shasa Hu, dokter kulit bersertifikat dan salah satu pendiri layanan konsultasi perawatan kulit BiaLife, mengatakan bahwa ini sebenarnya bisa menjadi hal baik selama berhati-hati.


"Saat Anda mencuci muka di kamar mandi (menggunakan pancuran), kabut hangat dari pancuran mendorong pengelupasan kulit lebih dalam dan membuka sumbatan pori-pori," jelas Hu.

Dia kemudian mengatakan selama tidak menggunakan air panas atau sabun yang mengandung bahan tak aman, mencuci muka saat mandi akan menghemat waktu, menghemat air, dan lebih bersih.

2. Harus selalu cuci muka dua kali sehari

Dokter kulit yang berbasis di New York City, Hadley King mengatakan, perlu atau tidaknya Anda mencuci muka dua kali sehari tergantung pada jenis kulit Anda dan apa yang perlu Anda bersihkan.

Jenis kulit kering atau sensitif boleh dibersihkan sekali di malam hari, tetapi kulit berminyak mungkin mengharuskan Anda untuk membersihkan setidaknya dua kali sehari.

Namun, bila Anda menyelesaikan latihan yang berkeringat atau memakai riasan tebal, sebaiknya cuci muka setelahnya atau sebelum tidur.

"Membersihkan wajah sebelum tidur umumnya disarankan tidak hanya untuk menghapus riasan, tetapi juga (untuk menghilangkan) kotoran dan polusi yang menumpuk di kulit kita saat siang hari," kata King.

Partikel-partikel itu dapat menyebabkan kerusakan oksidatif dan berkontribusi pada kerusakan kolagen dan kerutan.

"Jika Anda menggunakan produk kulit semalaman yang meninggalkan residu atau lapisan pada kulit Anda, maka Anda mungkin perlu membersihkan wajah Anda di pagi hari juga," tutur King.

3. Produk efektif jika wajah terasa sedikit terbakar

Menurut dokter kulit sekaligus pendiri merek perawatan kulit DERMAdoctor, Audrey Kunin, pendapat soal "Tidak ada rasa sakit, tidak akan ada hasil" tak berlaku untuk perawatan kulit.

"Ketika kulit terbakar atau teriritasi oleh bahan perawatan kulit, maka mengganggu lapisan asam pelindung kulit, yang dapat menyebabkan sensitivitas kulit lebih lanjut dan bahkan infeksi kulit," tuturnya.

Namun, asam tertentu dan retinoid dengan resep dapat menghasilkan sedikit sensasi terbakar atau reaksi pengelupasan sampai kulit menyesuaikannya. Secara umum, gejala ini mereda saat pergantian sel diseimbangkan kembali oleh bahan aktif.

Bila Anda tidak yakin apakah reaksi kulit Anda terhadap suatu produk normal atau tidak, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter kulit sebelum melanjutkan penggunaan.

4. Cuci muka dengan sabun dan air sudah cukup

Sabun batangan biasa adalah hanya untuk membersihkan hal-hal biasa. Sabun konvensional akan menghilangkan minyak alami Anda, mengganggu pH kulit dan merusak penghalang kulit.

Inilah yang kemudian menyebabkan kulit kering dan iritasi, ungkap Rachel Nazarian, dokter kulit yang berbasis di New York City.

Sebagai gantinya, cucilah wajah Anda dengan pembersih yang lembut tanpa pewangi dan menawarkan pembersihan secara mendalam pada kulit Anda.

5. Gosok dengan sikat pembersih cara terbaik untuk pembersihan menyeluruh

Berlawanan dengan kepercayaan populer, menggosok dengan waslap atau alat lain tidak akan menghilangkan minyak atau polimer rias pada permukaan kulit.

"Seiring waktu, kulit Anda merespons pengelupasan mekanis yang agresif dengan memproduksi lebih banyak minyak, yang dapat menyebabkan penyumbatan," kata Hu.

Alat gosok bahkan dapat menyebabkan celah mikroskopis pada kulit yang dapat meningkatkan risiko reaksi alergi atau iritasi kulit. Saat harus menggosok, sebaiknya gunakan kain yang lembut atau pembersih pengelupasan yang lembut.

Simak fakta di balik mitos mengenai cuci muka lainnya di halaman berikut.

Berjerawat karena tidak mencuci muka setiap hari, benarkah?

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK