Alasan Kopi yang Dibawa Pulang Tak Seenak Diminum di Kafe

tim, CNN Indonesia | Jumat, 18/06/2021 11:30 WIB
Ngopi memang jadi gaya hidup trendi masa kini. Tapi kebanyakan orang beranggapan kalau minum kopi di kafe jauh lebih enak dibanding bikinan sendiri di rumah. Ngopi memang jadi gaya hidup trendi masa kini. Tapi kebanyakan orang beranggapan kalau minum kopi di kafe jauh lebih enak dibanding bikinan sendiri di rumah. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ngopi memang jadi gaya hidup trendi masa kini. Tapi kebanyakan orang beranggapan kalau minum kopi di kafe jauh lebih enak dibanding bikinan sendiri di rumah.

Bahkan mungkin bukan cuma itu, banyak orang beranggapan kalau minum kopi to go (dibawa pergi) banyak yang beranggapan bahwa kopinya tak terlalu enak dibanding minum di tempat. Kok bisa? Tenang, Anda tak sendirian.

Seorang ahli psikologi telah mengungkapkan bahwa ada alasan ilmiah mengapa kopi di cangkir Anda terasa berbeda dari yang ada di kenyamanan tempat Anda sendiri.


Salah satu penyebabnya adalah karena aroma kopi karena tutup plastiknya.

"Mengingat betapa pentingnya bau untuk kenikmatan makanan dan minuman kita... Mungkin contoh terbaik dari desain penciuman yang buruk adalah tutup plastik yang secara rutin ditempatkan di atas jutaan cangkir kertas kopi panas," tulis Charles Spence, seorang psikolog eksperimental yang mengepalai Laboratorium Penelitian Crossmodal di Universitas Oxford dikutip dari Eat This.

"Sementara tutup ini tidak diragukan lagi memungkinkan Anda untuk minum tanpa harus khawatir tentang tumpahan, tapi tutup ini akan menghalangi aroma yang muncul."

Spece mengungkapkan tutup ini akan menghalangi pecinta kopi untuk aroma orthonasal dari isi cangkir dengan mencium aromanya.

"Sekali lagi, itu adalah hit penciuman orthonasal itu sebagian besar hilang dari pengalaman. Kita bisa mengendus isinya atau meminumnya, tetapi tidak mungkin kita bisa melakukan keduanya pada saat yang sama, tidak peduli seberapa keras kita mencoba."

Dalam bukunya, Gastrophysics: The New Science of Eating, Spence mengungkapkan faktor penilai makanan enak tergantung pada suara, apa yang lihat, dan rasa.

Oleh karenanya, faktor apa yang ada di sekitar orang tersebut termasuk pengalaman dan orang yang diajak ngopi bersama itu juga membuat rasa makanan dan minuman jadi lebih nikmat.

Spence mengungkapkan dalam detail lucu pentingnya semua elemen "dari piring" dari makanan: berat peralatan makan, warna piring, musik latar, dan banyak lagi juga menjadi faktor utama.

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK