HARI TANPA DAGING SEDUNIA

Serba-serbi Hari Tanpa Daging: Perubahan Iklim dan Kesehatan

tim, CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 11:18 WIB
Tak banyak yang sadar, setiap tanggal 15 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Tanpa Daging Sedunia. Ini sejarah dan serba-serbinya. (iStockphoto/magnetcreative)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tak banyak yang sadar, setiap tanggal 15 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Tanpa Daging Sedunia.

Namun hari tanpa daging ini berbeda dengan hari vegetarian. Hari vegan dirayakan setiap tanggal 1 November tiap tahunnya.

Pada hari tanpa daging sedunia, orang-orang diajak untuk 'pantang' makan daging dalam sehari dan menggantinya dengan plant based meal atau berbahan sayuran.


Mengutip Happy Days 365, pada tanggal 15 Juni orang-orang diharapkan tak makan daging dalam satu hari. Hari Tanpa Daging Sedunia adalah hari yang tepat untuk beristirahat dari kebiasaan Anda makan daging dan mencoba sesuatu yang berbeda.

Bagaimana sejarahnya?

Hari tanpa daging sebenarnya sudah menjadi bagian dari tradisi, agama, sampai gaya hidup.

Dalam Katolik dan Anglikan, umat disarankan untuk tak makan daging pada hari Jumat dan pantang daging ketika mempersiapkan Paskah.

Di masa lalu hukum Inggris menyatakan bahwa tukang daging dan pedagang dilarang menyembelih hewan atau menjual daging pada 'hari ikan' mingguan, yaitu Jumat dan Sabtu. Hari-hari tanpa daging juga telah diciptakan selama masa perang atau kesulitan lain karena kekurangan bahan makanan secara umum, sebagai cara untuk membuat daging yang tersisa sedikit lebih lama.

Selain itu, selama Perang Dunia II, hari tanpa daging juga diterapkan pada hari Selasa di Kanada.

Para ilmuwan mengatakan bahwa pada tahun 2050, populasi dunia akan meningkat menjadi lebih dari 9 miliar orang, yang 30 persen lebih tinggi dari sekarang. Jika kita tidak bisa mengubah pola makan kita, peningkatan produksi daging diperkirakan akan mencapai sekitar 200 juta ton.

Hanya saja, mengutip Days of the Year, alasan untuk menerapkan hari tanpa daging cukup berbeda. Alasan utamanya adalah pengurangan perubahan iklim (climate change). antropogenik dan peningkatan kesehatan manusia dan kesejahteraan hewan.

Selain itu, urusan kesehatan juga jadi pertimbangan tersendiri untuk mengurangi konsumsi daging.

Persiapan penjualan kurban untuk perayaan Idul Adha di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (2/8)Foto: CNN Indonesia/Daniela Dinda

Alasan pertama adalah, kebanyakan mengonsumsi daging olahan (daging proses)

Hubungan daging dengan perubahan iklim

Anda mungkin bertanya-tanya apa hubungan hari tanpa daging dengan perubahan iklim.

Dikutip dari World Meat Free Week, Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2016 oleh The University of Oxford menemukan bahwa adopsi vegetarisme secara luas akan mengurangi emisi terkait makanan ke lingkungan sebesar 63 persen.

Hal ini juga diungkapkan oleh Young Climate Champion dan co-founder heyStartic, Vania Santoso beberapa waktu lalu.

"Konsumsi daging yang tinggi akan menciptakan emisi karbon tinggi. Peternakan juga menyumbang emisi karbon tinggi yang bisa menimbulkan efek rumah kaca," ungkapnya dalam talkshow Hari Kesehatan Dunia 2021 beberapa waktu lalu.

Bahaya Kebanyakan Daging untuk Kesehatan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK