Penyebab Atlet Tiba-tiba Tak Sadarkan Diri Saat Olahraga

tim, CNN Indonesia | Rabu, 16/06/2021 20:15 WIB
Atlet Eriksen tak sadarkan diri dan Markis Kido meninggal dunia saat olahraga. Masalah jantung dianggap jadi penyebabnya. Ini kata ahli. Atlet Eriksen tak sadarkan diri dan Markis Kido meninggal dunia saat olahraga. Masalah jantung dianggap jadi penyebabnya. Ini kata ahli. (AP/Friedemann Vogel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peristiwa jatuh dan tak sadarkan diri gelandang Timnas Denmark Christian Eriksen saat berlaga di Euro 2020 melawan Finlandia masih lekat di ingatan. Meski sampai saat ini belum pernyataan resmi terkait penyebabnya, namun Eriksen disebut sempat diberi CPR. Dia disebut-sebut mengalami serangan jantung.

Beberapa hari kemudian, pebulutangkis Indonesia Markis Kido meninggal dunia usai jatuh dan tak sadarkan diri di lapangan badminton.

Kedua atlet ini sama-sama tak sadarkan diri saat tengah berolahraga. Ini bukan kasus yang pertama terjadi. Bahkan di dunia non-profesional, kasus serupa juga banyak terjadi dan beberapa di antaranya meninggal dunia usai olahraga.


"Peristiwa yang dialami Christian Eriksen dan Markis Kido ini sama. Dalam peristiwa Markis Kido sangat mungkin diakibatkan oleh henti jantung mendadak yang mengakibatkan kematian," kata Dokter Ilmu penyakit jantung dan pembuluh darah Fakultas kedokteran Unair, Andrianto dalam pernyataannya.

Apa yang terjadi dan apa alasannya?

Andrianto mengungkapkan bahwa atlet yang tiba-tiba tak sadarkan diri saat olahraga bisa disebabkan akrena berbagai masalah yang terjadi di sistem tubuhnya. Beberapa di antaranya bisa terjadi masalah di jantung dan pembuh darah, susunan saraf pusat, atau bahkan pernapasan.

"Namun penyebab yang paling banyak terjadi adalah karena sistem jantung dan pembuluh darah," ujarnya.

Gangguan dalam sistem jantung ini biasanya terjadi adalah serangan jantung koroner dengan gangguan irama jantung. Andrianto mengungkapkan bahwa dalam berbagai laporan penelitian, serangan jantung koroner dengan gangguan irama fibrilasi ventrikel atau kejang otot adalah penyebab yang paling umum.

"Kejadian ini bisa mencapai 70 persen hingga 80 persen."

"Secara keseluruhan, persentase kolaps hingga kematian mendadak selama atau segera setelah berolahraga kira-kira 5 persen lebih tinggi pada orang dengan usia 35 tahun atau lebih."

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah ini antara lain ada kerak pada pembuluh darah koroner di jantung karena pertambahan usia, riwayat keluarga meninggal mendadak, darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, diabetes, sampai stres, dan faktor bawaan seperti kelainan struktur jantung dan kelainan irama jantung.

Markis KidoFoto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Markis Kido
(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK