Studi: Terapi Regeneron Kurangi Angka Kematian Covid-19

tim, CNN Indonesia | Jumat, 18/06/2021 09:30 WIB
Sebuah penelitian besar di Inggris menemukan terapi Regeneron mengurangi risiko kematian pada pasien rawat inap Covid-19 yang mengalami seronegatif. Ilustrasi. Sebuah penelitian besar di Inggris menemukan terapi Regeneron mengurangi risiko kematian pada pasien rawat inap Covid-19 yang mengalami seronegatif. (AP/Emrah Gurel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah penelitian besar di Inggris menemukan terapi Regeneron - terapi antibodi Covid-19 yang dikembangkan oleh Regeneron Pharmaceuticals Inc dan Roche - mengurangi risiko kematian pada pasien rawat inap Covid-19 yang sistem kekebalannya gagal menghasilkan respons.

Terapi Regeneron atau REGEN-COV sendiri telah diberikan izin penggunaan darurat untuk orang dengan Covid-19 ringan hingga sedang di Amerika Serika. Uji coba RECOVERY memberikan bukti jelas tentang efektivitasnya di antara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Ditemukan bahwa terapi antibodi mengurangi seperlima kematian 28 hari orang yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 yang belum memiliki respons antibodi pada sistem kekebalannya, yang dikenal sebagai seronegatif.


Hasilnya berarti enam kematian lebih sedikit untuk setiap 100 pasien seronegatif yang diobati dengan terapi Regeneron, kata para peneliti.

Tidak ada efek yang terlihat dari pengobatan pada mereka yang telah menghasilkan respon antibodi alami.

"Orang-orang sangat, sangat skeptis, bahwa pengobatan apa pun terhadap virus khusus ini akan berhasil pada saat orang masuk rumah sakit," Martin Landray, kepala penyelidik gabungan dalam uji coba, seperti dikutip Reuters.

"Jika Anda belum dapat meningkatkan antibodi Anda sendiri, Anda benar-benar akan mendapat manfaat dari mendapatkannya (terapi Regeneron)," katanya.

Terapi tersebut juga mempersingkat masa tinggal di rumah sakit bagi mereka yang seronegatif dan mengurangi kemungkinan mereka membutuhkan ventilator mekanis, kata Landray.

Regeneron sebelumnya mengatakan bahwa terapinya telah menunjukkan harapan yang cukup pada pasien yang dirawat di rumah sakit untuk menjamin melanjutkan uji cobanya.

Data ini memberikan konfirmasi skala besar pertama dari pernyataan itu.

Ada 9.785 pasien rawat inap dengan Covid-19 yang secara acak dialokasikan untuk menerima perawatan biasa ditambah terapi kombinasi antibodi atau perawatan biasa, di mana 30 persen di antaranya seronegatif.

Uji coba RECOVERY juga menunjukkan steroid deksametason dan obat radang sendi Roche Actemra (tocilizumab) mengurangi kematian pada pasien yang dirawat di rumah sakit.

Sementara perawatan tersebut berfokus pada peradangan yang disebabkan oleh reaksi terhadap virus corona, terapi Regeneron, yang termasuk dalam kelas obat biotek yang disebut antibodi monoklonal, meniru antibodi alami yang diproduksi tubuh untuk melawan infeksi.

"Ini adalah pertama kalinya kami memiliki satu yang benar-benar menargetkan virus itu sendiri," kata Landray, menambahkan bahwa itu dapat digunakan bersama dengan perawatan lain.

"Manfaat ini bersifat tambahan pada pasien ini," tambahnya.

Infografis Fakta di Balik Antibodi Regeneron yang Disetujui ASInfografis fakta di balik antibodi regeneron yang disetujui AS. (CNNIndonesia/Basith Subastian)
(Reuters/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK