Jakarta, CNN Indonesia -- Kelesuan dunia pariwisata global di tengah pandemi virus Corona nampaknya tak begitu terasa di China, karena saat ini hotel mewah tertinggi di dunia telah beroperasi di sana.
J Hotel, hotel mewah tertinggi di dunia, dengan sebuah restoran di lantai 120 dan layanan pelayan pribadi 24 jam, telah dibuka di Shanghai untuk kaum "sultan" yang punya mimpi menggapai mimpi setinggi langit secara harafiah.
Elevator membawa para tamu ke atas gedung pencakar langit berbentuk spiral yang mengerikan, dengan kecepatan 18 meter per detik ke 165 kamar mewah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hotel ini menempati lantai atas Menara Shanghai setinggi 632 meter di distrik keuangan kota, gedung tertinggi kedua di dunia setelah Burj Khalifa di Dubai.
Pembukaannya sempat tertunda sebagian karena pandemi virus Corona, tetapi hotel tersebut kini mulai menerima tamu dengan duit tak berseri yang dapat menghubungi pelayan khusus kapan saja, siang atau malam.
Pelanggan juga dapat menikmati salah satu dari tujuh restoran hotel, bar, spa, kolam renang di lantai 84, dan semua fasilitas hotel kelas atas lainnya.
Seperti yang sudah diduga, tarif bermalam di hotel ini tidaklah murah. Untuk merayakan pembukaannya, J Hotel menawarkan "harga khusus" seharga 3.088 yuan (sekitar Rp6,7 juta) per malam, tetapi harga untuk 34 suite-nya jauh lebih mahal.
Semalam di "J Suite", lengkap dengan lampu kristal dan sauna, Sabtu ini harganya lebih dari 67 ribu yuan (sekitar Rp149 juta).
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Gapai Mimpi Setinggi Langit di Hotel Tertinggi China
Pemandangan salah satu ruangan di J Hotel, hotel tertinggi di China dan kedua di dunia setelah Burj Khalifa. (AFP/HECTOR RETAMAL)
Hotel ini merupakan bagian dari Jin Jiang International Hotels, sebuah grup besar milik negara China, dan secara resmi dibuka pada hari Sabtu (19/6).
"Pada hari pembukaan situs pemesanan kami sangat sibuk, nampaknya banyak yang antusias untuk merasakan pengalaman bermalam di hotel ini," kata Renee Wu, direktur penjualan dan pemasaran, seperti yang dikutip dari AFP.
"Tentu saja ini sangat menggembirakan bagi kami semua, tetapi pada saat yang sama, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa semua tamu kami dilayani dengan baik."
Hingga Jumat (25/6), China tercatat memiliki 91.669 kasus virus Corona, dengan 86.541 kesembuhan dan 4.366 kematian. Sebagai catatan, populasi di China sekitar 1,3 miliar jiwa. Saat ini, sudah lebih dari 223 juta orang di China telah divaksinasi penuh.