8 Hal Menarik tentang Makau, Kota Judi Terbesar di Asia

CNN Indonesia | Sabtu, 19/06/2021 09:04 WIB
Perpaduan arsitektur China dan Portugis bisa dengan mudah ditemukan di Makau, kota judi terbesar di Asia. Foto sebelum pandemi. Turis berfoto di Gereja St. Paul, Makau. (AFP PHOTO/Anthony WALLACE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jika Amerika punya Las Vegas, maka Asia punya kota judi Makau.

Makau, yang dihuni kurang dari 600 ribu jiwa, juga dikenal sebagai salah satu pulau bekas jajahan Portugis di Asia.

Jalur berbatu, rumah-rumah kolonial, bangunan art deco dan taman yang tenang, semuanya dibangun dalam perpaduan arsitektur China dan Portugis.


Berikut delapan hal menarik yang diketahui dari Makau:

1. Bakarat

Satu dari lima penduduk lokal bekerja di kasino

Kasino mempekerjakan 20 persen dari populasi di Makau. Ketika sebuah kasino menerima staf baru, ia memeriksa untuk melihat apakah dia memiliki keluarga yang bekerja di kasino lain, untuk menghindari kemungkinan penipuan.

Penduduk setempat jarang mengunjungi kasino untuk berjudi dan pegawai pemerintah dilarang berjudi di sini. Mayoritas penjudi berasal dari China daratan dan Hong Kong.

Peraturan baru yang diberlakukan awal tahun 2013 ialah 50 persen lantai kasino harus bebas rokok.

Venetian Macau - kasino terbesar di dunia - menggunakan sistem ventilasi cerdas yang menciptakan area bertekanan rendah dan tinggi untuk memastikan asap ditarik langsung ke ventilasi udara.

Sejauh ini permainan yang paling populer adalah bakarat, permainan yang relatif sederhana dengan keuntungan bandar yang rendah (kurang dari 1 persen). Meja bakarat mendominasi 33 kasino di kota ini.

Ada banyak mesin slot juga, tetapi mereka menawarkan keuntungan rumah yang tinggi dan tidak populer. Ini adalah kebalikan dari Las Vegas di mana penjudi menyukai slot.

Pendapatan Makau dari perjudian adalah US$33 miliar (sekitar Rp476 triliun), lima kali lipat dari Las Vegas Strip.

40 tahun "kekuasaan" Stanley Ho sebagai gembong kasino kota berakhir pada tahun 2002 ketika pemerintah Makau mengakhiri sistem monopoli.

Saat ini, ada enam operator kasino: SJM Holdings (Stanley Ho), Wynn Macau, Sands China, Galaxy Entertainment Group, MGM China Holdings, dan Melco Crown Entertainment.

2. Koloni Eropa pertama dan terakhir di China

Orang Portugis menetap di Makau pada abad ke-16 dan pulau itu diserahkan kembali ke China pada tahun 1999.

Hari ini, Makau adalah Daerah Administratif Khusus (SAR) -- seperti halnya Hong Kong - - dan diatur di bawah prinsip "satu negara, dua sistem", yang merupakan gagasan mendiang pemimpin tertinggi Deng Xiaoping.

Meskipun bukan lagi sebuah koloni, bahasa Portugis masih merupakan bahasa resmi dan pengaruh Portugis dapat terlihat di mana-mana, mulai dari rambu-rambu jalan berubin biru hingga lantai berubin dan taman yang indah.

[Gambas:Instagram]



3. Tempat terpadat

Makau memiliki kepadatan penduduk tertinggi di dunia, dengan 20.497 orang per kilometer persegi.

Tidak mengherankan jika perlu melakukan sesuatu yang "dramatis" untuk memberi ruang bagi kasino baru, demi mengakomodir 30 juta pengunjung yang datang setiap tahunnya.

Solusinya adalah proyek reklamasi lahan besar-besaran yang menggabungkan dua pulau di selatan daratan - Coloane dan Taipa. Ini memberi Makau tambahan 5,2 kilometer persegi untuk menciptakan "kiblat" perjudian untuk menyaingi Las Vegas.

Proyek reklamasi itu dikenal sebagai Jalur Cotai -- mengacu pada nama dua pulau, Coloane dan Taipa.

The Venetian Resort, City of Dreams, Sands Cotai, dan Galaxy Macau Resort semuanya berada di Cotai Strip.

Ada satu lagi yang besar di jalan -- Steve Wynn menghabiskan US$4 miliar untuk sebuah resor besar bernama Wynn Palace.

[Gambas:Instagram]



4. Broken Tooth

Dia pernah menjadi gangster paling ditakuti di Asia, pemimpin dari 14 ribu "tentara", dan setelah 13 tahun di balik jeruji dia sekarang menjadi orang bebas.

Wan Kuok-koi lahir di daerah kumuh Makau dan bekerja keras menjadi pemimpin gangster.

Ia dikenal bisa dengan mudah mematahkan gigi musuhnya dalam perkelahian jalanan, sehingga mendapat julukan tersebut.

Sebagai kepala geng terbesar di Makau, ia dan krunya mengobarkan perang wilayah dengan kekerasan melawan geng saingannya, Shui Fong, pada tahun-tahun menjelang tahun 1999.

Itu adalah masa penembakan dan bom mobil yang akhirnya usai ketika dia dipenjara pada tahun 1999.

Musuhnya pasti merasa terkejut ketika dia dibebaskan pada bulan Desember tahun 2012.

Makau berubah secara dramatis saat dia berada di penjara dan banyak kasino baru telah benar-benar mengubah kota.

Hari ini, gengnya masih memiliki kontrol di beberapa operator judi, namun kini gerak-geriknya lebih tertutup.

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...

8 Hal Menarik tentang Makau, Kota Judi Terbesar di Asia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK