Sebagian orang percaya bahwa tanaman angkung merupakan tanaman herbal yang bisa menyembuhkan stroke, tapi benarkah demikian? (iStockphoto/peterschreiber.media)
Jakarta, CNN Indonesia --
Selain ke medis, beberapa orang meyakini bahwa pengobatan tradisional atau herbaljuga dapat mengobati penyakit, termasuk stroke. Sebagian orang percaya bahwa tanaman angkung merupakan tanaman herbal yang bisa menyembuhkan stroke, tapi benarkah demikian?
Tanaman angkung sebenarnya serupa dengan gendola, atau binahong. Angkung merupakan tumbuhan merambat, berbatang hijau, dengan buah berwarna merah kehitaman menyerupai anggur. Di Indonesia, angkung sering dijumpai sebagai tanaman hias bukan tanaman obat.
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania mengatakan, belum ada bukti bahwa tanaman angkung bisa mengobati stroke.
Namun yang pasti, daun tanaman angkung memiliki sifat antioksidan yang baik untuk tubuh. Antioksidan berfungsi membantu melindungi kerusakan sel akibat radikal bebas.
"Belum banyak diteliti tanamannya, yang jelas daunnya punya sifat antioksidan, bisa buat lalapan," kata Inggrid saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (7/7).
"Kalau klaim untuk mengobati stroke, perlu penelitian lebih lanjut. Karena selama ini tumbuh di Indonesia seringnya jadi tanaman hias, baru-baru ini saja mulai dimakan dan dilihat nutrisinya," sambung Inggrid.
Bukan obat An Gong
Tanaman angkung seringkali disamakan dengan obat herbal asal China, An Gong yang juga disebut bisa menyembuhkan stroke.
Padahal keduanya tidak berkaitan satu sama lain. Obat herbal An Gong tidak mengandung tumbuhan angkung. Keduanya juga belum terbukti dapat menyembuhkan stroke.
"Salah kaprah menyamakan angkung dengan An Gong, mirip namanya saja," ungkap Inggrid.
An Gong merupakan obat herbal asal China yang disebut bisa menyembuhkan stroke. Inggrid mengatakan, kandungan dalam obat herbal An Gong tidak sedikit pun mengandung tanaman angkung. Dalam sebutir An Gong terdapat Calculus Bovis (batu empedu sapi), Cornu Bubali (tanduk kerbau), Cinnabaris, Realgar, dan sedikit kunyit.
Klaim produk tersebut, membuat harga An Gong Niuhuang Pill di pasaran bisa dijual seharga Rp1-2juta. Padahal, obat An Gong pun belum terbukti mengobati stroke.
Simak penjelasan lebih lanjut terkait angkung di halaman berikut.
Dokter spesialis saraf Yuda Turana mengatakan, belum ada bukti yang kuat terkait manfaat dan khasiat An Gong untuk obat stroke. Efek samping An Gong sendiri masih dipertanyakan di dunia medis.
"Saat ini belum ada bukti kuat bahwa An Gong bisa menyembuhkan stroke," kata Yuda saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (6/7).
Sejauh ini, penelitian khasiat An Gong baru diujikan pada tikus, bukan pada manusia. Sehingga pengobatan dan pencegahan stroke dengan obat herbal ini masih belum disarankan.
"Sangat sulit mencari khasiat dan efek samping An Gong. Padahal sebuah obat harus menyertakan khasiat dan efek samping obat," kata Yuda.
Sebuah penelitian yang terbit di National Library of Medicine pada 2008 menunjukkan kandungan merkuri dalam An Gong yang bisa menimbulkan toksisitas pada ginjal dan organ dalam lainnya. Penggunaan angkung jangka panjang dapat menyebabkan disfungsi ginjal.
Disebutkan kandungan merkuri angkung relatif kecil, meski bisa berisiko. Peneliti juga tak bisa memastikan alasan kenapa ada kandungan logam tersebut dalam sebuah obat herbal.
Sebuah jurnal penelitian lainnya pada 2015 secara tegas mengatakan obat herbal angkung mengandung unsur realgar dan cinnabar, sejenis logam merkuri.
Namun penelitian tersebut juga tidak bisa memastikan khasiat dan efek samping pemberian angkung disebabkan oleh berbagai kendala saat uji klinis.
"Hati-hati ketika menemukan obat yang mencantumkan banyak manfaat, tapi kok efek sampingnya enggak pernah diberitahukan," kata Yuda.
Dia juga menekankan bahwa pengobatan stroke tidak hanya menggunakan satu obat. Ada pengobatan yang menyertai penyakit stroke, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, atau vertigo. Maka dari itu, pemberian obat harus disesuaikan dengan efek samping obat agar tidak terjadi pemburukan.
"Sementara kami belum tahu efek samping An Gong itu apa, bisa enggak diberikan bersamaan dengan obat lain untuk mengobati stroke? Belum ada buktinya," ucap Yuda.
"Tanaman angkung sendiri untuk menyembuhkan stroke masih memerlukan penelitian lebih lanjut," kata Inggrid.
Jakarta, CNN Indonesia --
Selain ke medis, beberapa orang meyakini bahwa pengobatan tradisional atau herbaljuga dapat mengobati penyakit, termasuk stroke. Sebagian orang percaya bahwa tanaman angkung merupakan tanaman herbal yang bisa menyembuhkan stroke, tapi benarkah demikian?
Tanaman angkung sebenarnya serupa dengan gendola, atau binahong. Angkung merupakan tumbuhan merambat, berbatang hijau, dengan buah berwarna merah kehitaman menyerupai anggur. Di Indonesia, angkung sering dijumpai sebagai tanaman hias bukan tanaman obat.
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania mengatakan, belum ada bukti bahwa tanaman angkung bisa mengobati stroke.
Namun yang pasti, daun tanaman angkung memiliki sifat antioksidan yang baik untuk tubuh. Antioksidan berfungsi membantu melindungi kerusakan sel akibat radikal bebas.
"Belum banyak diteliti tanamannya, yang jelas daunnya punya sifat antioksidan, bisa buat lalapan," kata Inggrid saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (7/7).
"Kalau klaim untuk mengobati stroke, perlu penelitian lebih lanjut. Karena selama ini tumbuh di Indonesia seringnya jadi tanaman hias, baru-baru ini saja mulai dimakan dan dilihat nutrisinya," sambung Inggrid.
Bukan obat An Gong
Tanaman angkung seringkali disamakan dengan obat herbal asal China, An Gong yang juga disebut bisa menyembuhkan stroke.
Padahal keduanya tidak berkaitan satu sama lain. Obat herbal An Gong tidak mengandung tumbuhan angkung. Keduanya juga belum terbukti dapat menyembuhkan stroke.
"Salah kaprah menyamakan angkung dengan An Gong, mirip namanya saja," ungkap Inggrid.
An Gong merupakan obat herbal asal China yang disebut bisa menyembuhkan stroke. Inggrid mengatakan, kandungan dalam obat herbal An Gong tidak sedikit pun mengandung tanaman angkung. Dalam sebutir An Gong terdapat Calculus Bovis (batu empedu sapi), Cornu Bubali (tanduk kerbau), Cinnabaris, Realgar, dan sedikit kunyit.
Klaim produk tersebut, membuat harga An Gong Niuhuang Pill di pasaran bisa dijual seharga Rp1-2juta. Padahal, obat An Gong pun belum terbukti mengobati stroke.
Simak penjelasan lebih lanjut terkait angkung di halaman berikut.
Tidak disarankan
Sebagian orang percaya bahwa tanaman angkung merupakan tanaman herbal yang bisa menyembuhkan stroke, tapi benarkah demikian? (iStockphoto)
Dokter spesialis saraf Yuda Turana mengatakan, belum ada bukti yang kuat terkait manfaat dan khasiat An Gong untuk obat stroke. Efek samping An Gong sendiri masih dipertanyakan di dunia medis.
"Saat ini belum ada bukti kuat bahwa An Gong bisa menyembuhkan stroke," kata Yuda saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (6/7).
Sejauh ini, penelitian khasiat An Gong baru diujikan pada tikus, bukan pada manusia. Sehingga pengobatan dan pencegahan stroke dengan obat herbal ini masih belum disarankan.
"Sangat sulit mencari khasiat dan efek samping An Gong. Padahal sebuah obat harus menyertakan khasiat dan efek samping obat," kata Yuda.
Sebuah penelitian yang terbit di National Library of Medicine pada 2008 menunjukkan kandungan merkuri dalam An Gong yang bisa menimbulkan toksisitas pada ginjal dan organ dalam lainnya. Penggunaan angkung jangka panjang dapat menyebabkan disfungsi ginjal.
Disebutkan kandungan merkuri angkung relatif kecil, meski bisa berisiko. Peneliti juga tak bisa memastikan alasan kenapa ada kandungan logam tersebut dalam sebuah obat herbal.
Sebuah jurnal penelitian lainnya pada 2015 secara tegas mengatakan obat herbal angkung mengandung unsur realgar dan cinnabar, sejenis logam merkuri.
Namun penelitian tersebut juga tidak bisa memastikan khasiat dan efek samping pemberian angkung disebabkan oleh berbagai kendala saat uji klinis.
"Hati-hati ketika menemukan obat yang mencantumkan banyak manfaat, tapi kok efek sampingnya enggak pernah diberitahukan," kata Yuda.
Dia juga menekankan bahwa pengobatan stroke tidak hanya menggunakan satu obat. Ada pengobatan yang menyertai penyakit stroke, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, atau vertigo. Maka dari itu, pemberian obat harus disesuaikan dengan efek samping obat agar tidak terjadi pemburukan.
"Sementara kami belum tahu efek samping An Gong itu apa, bisa enggak diberikan bersamaan dengan obat lain untuk mengobati stroke? Belum ada buktinya," ucap Yuda.
"Tanaman angkung sendiri untuk menyembuhkan stroke masih memerlukan penelitian lebih lanjut," kata Inggrid.