Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa makanan diketahui dapat membantu melawan peradangan. Berikut daftar makanan anti-inflamasi yang bisa membantu proses penyembuhan penyakit.
Dalam kebanyakan kasus, makanan jenis ini mengambil peran penting dari proses penyembuhan penyakit.
Sebagaimana diketahui, beberapa orang memiliki kondisi medis yang membuat sistem kekebalan tubuh tak bekerja sebagaimana mestinya. Kerusakan ini dapat menyebabkan peradangan, seperti pada Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Medical News Today, diet anti-inflamasi disebut dapat membantu melawan peradangan yang terjadi dalam tubuh.
Pada dasarnya, diet anti-inflamasi merupakan pola makan yang fokus pada buah, sayur, makanan dengan asam lemak omega-3, biji-bijian, protein tanpa lemak, lemak sehat, dan rempah-rempah.
Sebagian besar dari daftar makanan ini mengandung senyawa antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari ancaman stres oksidatif.
Berikut daftar makanan anti-inflamasi, mengutip Healthline.
1. Buah beri
Buah beri memang dikemas dengan banyak nutrisi, mulai dari serat, vitamin, dan mineral. Stroberi, blueberry, raspberry, dan blackberry menjadi buah beri yang paling umum.
Buah jenis ini mengandung senyawa antioksidan yang disebut antosianin. Senyawa ini bersifat anti-inflamasi yang dapat mengurangi risiko berbagai penyakit.
2. Ikan berlemak
Ikan berlemak merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 yang menyehatkan. Beberapa ikan lemak yang paling baik di antaranya salmon, sarden, haring, kembung, dan teri.
 Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 yang bersifat anti-inflamasi. (916237/Pixabay) |
Asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan berbagai sindrom metabolik seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit ginjal.
Tubuh memetabolisme asam lemak omega-3 menjadi senyawa yang disebut resolvin yang bersifat anti-inflamasi. Studi menemukan, konsumsi salmon atau suplemen EPA dan DHA menurunkan penanda inflamasi protein C-reaktif.
3. Brokoli
Brokoli merupakan salah satu sayuran silangan. Penelitian menunjukkan, asupan sayuran silangan dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker. Hal ini diduga terjadi karena sifat anti-inflamasi yang dimiliki brokoli.
Brokoli juga kaya akan sulforaphane, senyawa antioksidan yang melawan peradangan dengan mengurangi kadar sitokin.
4. Alpukat
Alpukat dikenal sebagai salah satu superfood. Kaya akan potasium, magnesium, serat, dan lemak tak jenuh, buah satu ini dapat membuat jantung jadi lebih sehat.
Alpukat juga mengandung karotenoid dan tokoferol yang dapat menurunkan risiko kanker.
Tak hanya itu, penelitian juga menemukan, konsumsi sepotong alpukat membuat tingkat penanda inflamasi NF-kB dan IL-6 menurun.
Simak makanan anti-inflamasi lainnya di halaman berikutnya...
10 Makanan Anti-inflamasi, Lawan Peradangan dalam Tubuh
Ilustrasi. Makanan yang mengandung senyawa anti-inflamasi diperlukan untuk melawan peradangan yang terjadi di dalam tubuh. (iStockphoto/KMNPhoto)
5. Teh hijau
Teh hijau dikenal dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.
Beragam khasiat yang dimiliki teh hijau ini didapat karena sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang dimilikinya, terutama zat yang disebut epigallocatechin-3-gallate (EGCG).
EGCG dapat menghambat peradangan dengan mengurangi sitokin yang memicu inflamasi.
6. Jamur
Jamur sangat rendah kalori dan kaya akan selenium, tembaga, serta semua vitamin B. Jamur juga mengandung fenol dan senyawa antioksidan lain yang memberikan perlindungan terhadap inflamasi.
Namun, sebuah penelitian menemukan, memasak jamur dapat menurunkan senyawa anti-inflamasi yang dimilikinya. Jadi, Anda disarankan untuk mengolahnya tidak terlalu lama.
7. Anggur
Anggur mengandung antosianin yang dapat mengurangi peradangan. Anggur juga dapat mengurangi risiko sejumlah penyakit kronis.
Sebuah penelitian menemukan, orang dengan penyakit jantung yang mengonsumsi ekstrak anggur setiap hari mengalami penurunan penanda inflamasi.
 Konsumsi anggur dapat menurunkan penanda inflamasi di dalam tubuh. (Maja Petric) |
8. Kunyit
Kunyit memiliki kandungan kurkumin yang dikenal sebagai senyawa anti-inflamasi yang kuat. Kunyit disebut ampuh mengurangi peradangan pada tubuh.
Konsumsi 1 gram kurkumin dapat memicu penurunan signifikan pada penanda inflamasi.
9. Cokelat hitam
Tak cuma enak, cokelat hitam juga kaya akan gizi. Cokelat ini mengandung antioksidan yang dapat mengurangi peradangan.
Flavanol dalam cokelat hitam diketahui bersifat anti-inflamasi dan menjaga sel-sel endotel yang melapisi pembuluh darah tetap sehat.
Namun, pastikan memilih cokelat hitam yang mengandung setidaknya 70 persen kakao untuk mendapatkan manfaat anti-inflamasi yang dimilikinya.
10. Tomat
Tomat kaya akan vitamin C, potasium, dan likopen, perpaduan antioksidan dan sifat anti-inflamasi yang kuat.
Likopen bekerja dengan mengurangi senyawa pemicu inflamasi, utamanya yang terkait dengan beberapa jenis kanker.