Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak orang melakukan beberapa kali tes Covid-19 dalam waktu yang berdekatan untuk mendapatkan hasil yang lebih meyakinkan. Namun, apakah perlu melakukan tes Covid-19 berulang kali? Kondisi apa yang membuat seseorang harus tes Covid-19?
Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto mengungkapkan sejumlah kondisi yang membuat seseorang harus tes Covid-19 ulang dengan melakukan swab PCR.
Pertama, tes Covid-19 ulang harus dilakukan pada orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19, tapi mendapatkan hasil tes yang negatif pada pemeriksaan pertama. Pemeriksaan swab antigen atau PCR dapat dilakukan keesokan hari atau 3-5 hari setelah kontak erat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, tes Covid-19 ulang juga harus dilakukan pada orang dengan gejala dan kondisi klinis Covid-19, tapi memperoleh hasil tes negatif pada pemeriksaan pertama.
"Kalau dia ada gejala Covid-19 tapi hasil tesnya negatif, maka disarankan tes ulang besoknya," kata Agus ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (15/7).
Ketiga, tes Covid-19 ulang juga diperlukan pada pasien Covid-19 bergejala berat-kritis yang dirawat di rumah sakit. Pada pasien ini, dilakukan PCR lanjutan pada 10 setelah pengambilan swab positif pertama.
Sesuai pedoman Protokol Tatalaksana Covid-19 edisi 2, tes tambahan dapat dilakukan melihat kondisi klinis pasien dan pertimbangan dokter penanggung jawab.
Pada orang positif Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan yang melakukan isolasi mandiri, tidak diperlukan tes Covid-19 ulang.
Jika tak terjadi perburukan selama isolasi mandiri, pasien bisa melakukan aktivitas biasa setelah selesai masa isolasi. Aktivitas dapat dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan agar tak kembali terinfeksi Covid-19 dan menularkan pada orang lain.
Sementara itu, orang yang sudah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan antigen atau PCR, tidak perlu melakukan pemeriksaan ulang.
"Bila pemeriksaan pertama sudah positif Covid-19 maka tidak perlu periksa lagi," kata Agus
Orang tersebut harus langsung menjalani isolasi mandiri jika tidak bergejala atau mendapatkan perawatan di rumah sakit jika derajat keparahannya berada di tingkat sedang-kritis.
Pendapat yang sama juga disampaikan epidemiolog Universitas Griffith, Dicky Budiman. Menurut Dicky, melakukan tes Covid-19 berulang di waktu berdekatan tidak disarankan karena akan mengganggu tracing Covid-19.
"Enggak perlu berulang kali tes Covid-19 karena nanti akan mengganggu tracing kasus. Kalau sudah positif di tes pertama langsung isolasi saja," tutur Dicky.
Waktu Ideal Tes Covid-19
Terdapat sejumlah waktu ideal tes Covid-19 untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.(Foto: CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Untuk mendapatkan hasil tes yang lebih akurat, lakukan tes Covid-19 pada waktu yang ideal. Waktu ideal tes Covid-19 berbeda-beda, bergantung pada jenis tesnya.
Jika menggunakan tes swab antigen, maka idealnya lakukan pemeriksaan di hari 1-5 ketika muncul gejala, atau 3-5 hari setelah melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19.
Viral load puncak terjadi pada 5 hari setelah muncul gejala. Tes swab antigen akan sangat sensitif pada kadar viral load dalam spesimen, sehingga kemungkinan hasil false negatif lebih rendah.
Sementara, jika menggunakan tes swab PCR, lakukan pemeriksaan di hari 2-5 saat bergejala, atau 7-10 hari setelah diketahui kontak erat dengan orang positif Covid-19. Bila hasil tes pertama tidak sesuai dengan kondisi klinis pasien, bisa dilakukan tes ulang.
"Kadang dibutuhkan pemeriksaan berulang bila hasil tidak sesuai dengan kondisi pasien," kata dokter spesialis penyakit dalam RA Adaninggar, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (15/7).
Terlalu cepat melakukan tes Covid-19 bisa menunjukkan hasil false negative. Maka dari itu disarankan melakukan tes Covid-19 di waktu yang tepat agar hasilnya lebih akurat.