Kenali Apa Itu Interaksi Obat pada Pasien Covid-19

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 16:20 WIB
Sejumlah kabar menyebut pasien Covid-19 meninggal karena interaksi obat. Benarkah demikian? Kenali apa itu interaksi obat pada Covid-19. Sejumlah kabar menyebut pasien Covid-19 meninggal karena interaksi obat. Benarkah demikian? Kenali apa itu interaksi obat di artikel ini.(Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ramai di media sosial dari unggahan dokter Lois Owien yang menyebut pasien Covid-19 meninggal karena interaksi obat yang menyebabkan asidosis laktat atau kelebihan asam laktat.

Apa itu interaksi obat? Benarkah interaksi obat pada pasien Covid-19 dapat menyebabkan kematian?

Pakar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Meity Ardiana menjelaskan interaksi obat adalah perubahan efektivitas atau toksisitas yang timbul karena adanya interaksi atau kombinasi dengan substansi lain seperti obat, makanan, dan minuman yang diberikan bersamaan atau terpisah.


Meity menyebut interaksi obat dapat memberikan dua efek yakni menguntungkan atau merugikan.

"Pada interaksi obat yang menguntungkan dapat terjadi peningkatan efektivitas tanpa meningkatkan efek samping, sedangkan interaksi obat yang merugikan dapat menambah terjadinya efek samping," kata Meity dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com.

Contoh interaksi obat yang menguntungkan adalah penggunaan obat untuk tekanan darah tinggi yang dikombinasikan dengan obat penurun darah tinggi untuk mendapatkan hasil tekanan darah yang stabil.

Sedangkan contoh interaksi obat yang merugikan misalnya penggunaan propanol dan insulin pada penderita diabetes melitus. Kombinasi obat ini dapat meningkatkan efek samping hipoglikemia.

Sedangkan pada pasien Covid-19, Meity menyatakan hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah interaksi obat-obatan yang diberikan, termasuk soal asidosis laktat.

Meity mengatakan setiap dokter akan meresepkan obat untuk pasien sesuai dengan gejala dengan menimbang manfaat dan risiko interaksi obat terlebih dahulu. Dokter akan memilih golongan obat dengan risiko interaksi paling minimal bagi pasien.

"Disarankan untuk mengonsumsi vitamin dan suplemen yang memang sudah terbukti secara ilmiah dapat mencegah atau mempercepat kesembuhan Covid-19 sesuai rekomendasi yang
ada," tutur Meity.

Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat dan dosis yang tepat. Jangan ragu untuk menanyakan interaksi obat yang muncul saat mengonsumsi dua atau lebih obat-obatan sekaligus.

(ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK