Kata Dokter Soal Sotrovimab yang Diklaim Cegah Kematian Covid

mel & , CNN Indonesia | Rabu, 21/07/2021 12:18 WIB
Uni Emirat Arab mengizinkan penggunaan obat sotrovimab. Obat covid-19 ini disebut mampu menurunkan tingkat kematian pasien covid-19. Benarkah klaim itu? Uni Emirat Arab mengizinkan penggunaan obat sotrovimab. Obat covid-19 ini disebut mampu menurunkan tingkat kematian pasien covid-19. Benarkah klaim itu? (sotrovimab)
Jakarta, CNN Indonesia --

Uni Emirat Arab mengizinkan penggunaan obat sotrovimab. Obat covid-19 ini disebut mampu menurunkan tingkat kematian pasien covid-19.

Namun, benarkah klaim tersebut?

Dokter spesialis paru sekaligus Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto mengatakan pemberian sotrovimab bukan ditujukan untuk mencegah kematian pada pasien Covid-19.


Obat sotrovimab diberikan dengan tujuan mencegah perburukan pada pasien Covid-19. Obat ini juga diberikan pada fase awal, bukan pada pasien derajat berat-kritis.

"Sotrovimab diberikan pada fase awal infeksi Covid-19 untuk mencegah perburukan," kata Agus kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/7).

Sotrovimab merupakan obat khusus yang dibuat untuk mengobati pasien Covid-19. Penelitian obat sotrovimab masih dilakukan untuk mengetahui khasiat, manfaat, dan efek samping penggunaannya pada pasien Covid-19 tanpa gejala, ringan, sedang, berat, dan kritis.
Sejauh ini, pemberian obat sotrovimab khusus pada pasien Covid-19 derajat ringan-sedang. Sotrovimab diberikan dengan cara injeksi 500 miligram pada intravena.

Obat sotrovimab sendiri merupakan jenis antibodi monoklonal, protein buatan yang meniru kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan antigen berbahaya seperti virus. Sotrovimab dirancang untuk memblokir SARS-CoV-2 masuk lebih luas dalam sel tubuh manusia.

"Sotrovimab golongan antibodi monoklonal yang direkomendasikan pada pasien Covid-19 derajat ringan-sedang," ucap Agus.

Melansir FDA, sotrovimab belum menunjukkan manfaat dan efektivitasnya pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, dan pasien yang membutuhkan oksigen atau ventilator. Pemberian antibodi monoklonal pada pasien Covid-19 derajat berat-kritis juga dikhawatirkan bisa berakibat buruk.

Meski demikian, FDA sudah mengeluarkan emergency use authorization (EUA) obat sotrovimab pada pasien Covid-19 derajat ringan-sedang.

Menurut lima organisasi profesi kedokteran dalam surat kepada Dirjen Yankes perihal Revisi Protokol Tatalaksana Covid-19, obat sotrovimab merupakan salah satu pilihan terapi obat tambahan pada pasien Covid-19 derajat ringan-sedang.

Beberapa obat antibodi monoklonal lainnya yang bisa jadi pilihan yakni Bamlanivimab, Casirivimab, Violibelimab, dan Regdanvimab. Namun sebagian besar dari terapi obat tambahan tersebut masih dalam tahap uji klinis. Sotrovimab sendiri belum tersedia di Indonesia.

"Saat ini belum digunakan di Indonesia karena obatnya belum masuk," tutur Agus.

Penggunaan obat sotrovimab masih terus dievaluasi oleh FDA. Sejauh ini, obat sotrovimab masih memungkinkan diberikan kepada orang dewasa dan anak berusia 12 tahun lebih dengan berat badan minimal 40 kilogram.

Hingga saat ini, baik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan FDA belum mengeluarkan obat untuk pengobatan Covid-19. Berbagai obat yang diberikan pada pasien Covid-19 saat ini ditujukan untuk mencegah perburukan, bukan membunuh virus.

Disclaimer: penelitian ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut dan mendalam sebelum bisa ditetapkan sebagai obat untuk mengatasi infeksi corona. WHO dan kemenkes hingga saat ini belum merekomendasikan obat tertentu untuk penyembuhan Covid-19.Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Disclaimer: penelitian ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut dan mendalam sebelum bisa ditetapkan sebagai obat untuk mengatasi infeksi corona. WHO dan kemenkes hingga saat ini belum merekomendasikan obat tertentu untuk penyembuhan Covid-19.
(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK