Cara Sederhana Jaga Daya Tahan Tubuh Anak

tim, CNN Indonesia | Jumat, 23/07/2021 05:45 WIB
Reisa Broto Asmoro memberikan beberapa cara sederhana untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Reisa Broto Asmoro memberikan beberapa cara sederhana untuk menjaga daya tahan tubuh anak. ( iStock/baona)
Jakarta, CNN Indonesia --

Vaksinasi untuk anak 12-17 tahun sedang gencar dilakukan. Ini jadi salah satu upaya untuk menjaga anak dari bahaya paparan SARS-CoV-2 alias Covid-19.

Namun tidak semua anak berkesempatan untuk memperoleh vaksin akibat kondisi tertentu. Kemudian belum ada vaksinasi untuk anak di bawah 12 tahun sehingga ini juga menimbulkan kecemasan di kalangan orang tua.

Akan tetapi dokter spesialis anak RS Pondok Indah, Ellen Wijaya dan praktisi kesehatan sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Reisa Broto Asmoro memberikan beberapa cara sederhana untuk menjaga daya tahan tubuh anak.


1. Prokes ketat

Selain vaksin, justru perlindungan utama buat anak adalah penerapan protokol kesehatan ketat. Ellen berkata ini harus dikerjakan mengingat angka kasus Covid-19 terus meningkat dan rata-rata kasus berasal dari klaster keluarga.

"Mungkin orang tua kerja, pulang ke rumah lupa ganti baju, meletakkan bawaan. Jangan sampai pulang langsung peluk anak. Ganti baju, cuci tangan, jangan bawa virus ke rumah," kata Ellen saat webinar bersama RS Pondok Indah beberapa waktu lalu.

Senada dengan Ellen, Reisa menekankan untuk tidak membawa anak keluar rumah. Anak yang masih usia imunisasi dasar pun disarankan untuk menunda vaksinasi sampai kondisi laju penularan menurun.

2. Gizi seimbang

Orang tua wajib memberikan asupan makanan dengan gizi seimbang. Penuhi kebutuhan nutrisinya baik macronutrient maupun micronutrient. Reisa berkata jika semua kebutuhan nutrisi terpenuhi, suplemen makanan bukan elemen wajib untuk dikonsumsi.

"Kalau kekurangan [nutrisi], baru disarankan untuk menambahkan [suplemen makanan]. Anak enggak bisa makan buah sama sekali, enggak bisa makan daging, makanya itu harus digantikan dengan suplemen," kata Reisa saat bincang virtual bersama Mothercare, Senin (19/7).

3. Olahraga

Sebaiknya ajak anak untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Sekarang orang tua bisa menemukan sesi atau kelas olahraga bersama anak dengan instruktur di YouTube atau aplikasi lain.

"Bukan berarti di rumah saja, di tengah pandemi tidur saja. Anak tetap perlu olahraga. Sediakan 60 menit ada aktivitas yang bisa meningkatkan imun anak," ucap Ellen.

Sedangkan Reisa biasanya mengajak anak melakukan aktivitas fisik lewat tugas rumah (home duties). Melibatkan anak untuk mencuci baju, menyapu maupun mengepel juga membuat anak bergerak sekaligus menanamkan rasa percaya diri pada anak.

4. Tidur cukup

Pola tidur mempengaruhi kekebalan tubuh anak. Orang tua perlu mengatur jadwal tidur anak sehingga anak tidak tidur siang terlalu lama dan susah tidur saat malam. Kemudian menciptakan suasana tidur yang nyaman sehingga anak tidak terus-terusan terbangun tengah malam.

5. Berjemur

Asupan vitamin D penting untuk menjaga tulang dan gigi tetap kuat serta bantu menjaga kekebalan tubuh. Selain dari konsumsi susu atau pangan lain, berjemur juga bermanfaat untuk pembentukan vitamin D.

"Vitamin D terbukti meningkatkan imunitas. Berjemur cukup 15-20 menit, antara jam 8 sampai 10 pagi. Dengan anak mendapatkan asupan sinar matahari, vitamin D terbentuk dengan baik," jelas Ellen.

(els/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK