Diet untuk Ibu Hamil yang Obesitas

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 27/07/2021 10:05 WIB
Diet ibu hamil berbeda dari diet pada umumnya. Berikut cara diet untuk ibu hamil yang obesitas agar tetap aman dan tidak membahayakan ibu maupun janin. Diet ibu hamil berbeda dari diet pada umumnya. Berikut cara diet untuk ibu hamil yang obesitas agar tetap aman dan tidak membahayakan ibu maupun janin. (Ilustrasi Foto: iStockphoto/Satoshi-K)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wanita obesitas dalam kondisi hamil diklaim cukup berisiko mengalami komplikasi kehamilan hingga melahirkan bayi prematur.

Akan tetapi, sebuah hasil penelitian terbaru menyatakan bahwa ada pola diet untuk ibu hamil yang obesitas, mengutip Healthline. 

Diet tersebut dapat membantu menurunkan berat badan ibu hamil dengan cara yang aman dan tanpa membahayakan janin.


Mengingat kondisi obesitas selama masa kehamilan berhubungan dengan banyak risiko.

Bagi ibu, risiko yang mungkin dihadapi adalah keguguran, diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, preeklamsia, penggumpalan darah atau pendarahan hebat saat melahirkan.

Sementara risiko terhadap janin dengan ibu obestitas, bayi lahir sebelum 37 minggu, memiliki berat badan tidak normal, cacat lahir seperti spina bifida, risiko terkena sakit jantung dan diabetes yang lebih tinggi di kemudian hari, hingga yang paling fatal dapat menyebabkan bayi meninggal.


Kategori Ibu Hamil Obesitas

Untuk mengetahui apakah ibu hamil masuk kategori obesitas atau tidak, bisa dilihat dari indeks massa tubuh (IMT). Berikut datanya untuk populasi Asia termasuk Indonesia, merujuk WHO.

  • Obesitas = IMT di atas 25
  • Berat badan berlebih = IMT antara 23-24,9
  • Berat badan normal = IMT antara 18,5-22,9
  • Berat badan di bawah normal = IMT di bawah 18,5

Angka di atas bisa jadi tidak akurat apabila ibu hamil menderita gangguan makan atau lainnya. Sebagai alternatif, Anda dapat melakukan cek kondisi tubuh menyeluruh pada dokter kandungan.


Cara Diet untuk Ibu Hamil Obesitas

Close-up of pregnant woman relaxing and sitting on the side on the sofa. Holding a hands on the tummy.Cara diet untuk ibu hamil obesitas tidak boleh sembarangan agar tak membahayakan ibu dan janin (Ilustrasi Foto: Istockphoto/ Srisakorn)

Diet untuk ibu hamil yang obesitas memang tidak boleh sembarangan karena harus menyesuaikan dengan kondisi kehamilan. Agar ibu dan kandungannya aman, perlu melakukan serangkaian langkah berikut.

1. Konsultasikan ke dokter

Konsultasi ke dokter kandungan sebelum memulai diet sangat dianjurkan, supaya dokter Anda dapat memantau perkembangannya secara signifikan.

Selain itu, dokter juga bisa menyarankan jenis makanan, hingga aktifitas yang dapat dilakukan ibu hamil untuk mengontrol berat badan.

2. Kehamilan sebagai peluang perubahan

Selama proses kehamilan berlangsung, tidak ada kesehatan yang jauh lebih penting selain kondisi ibu dan janin.

Meski ibu hamil harus diet, jadikan kesempatan ini sebagai peluang untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

3. Ibu hamil obesitas disarankan mengubah pola makan

Pola makan sehat, bergizi serta teratur juga paling penting supaya bayi tidak lahir cacat. Pilih sayuran serta buah dengan kandungan vitamin A, C dan K, asam folat, zat besi, mineral, serat.

Konsumsi daging tanpa lemak, ikan salmon yang kaya omega-3, kacang-kacangan untuk mencegah diabetes. Porsinya tentu tidak berlebih, imbangi minum susu serta air putih cukup.

4. Olahraga teratur tapi tidak berlebihan

Ibu hamil tetap bisa berolahraga untuk mengurangi berat badan berlebih penyebab obesitas. Jenis olahraganya tentu tidak berat, namun perlu rutin serta teratur melakukannya.

Mulai dari prenatal yoga, berjalan santai, berkebun sampai berenang, masih aman bagi ibu hamil supaya tetap aktif. Durasinya sekitar 15-30 menit per hari dan jangan berlebihan.

5. Konsumsi suplemen prenatal

Meski sudah mengonsumsi makanan bergizi, ada kemungkinan ibu hamil melewatkan nutrisi lainnya yang juga tidak kalah penting untuk tubuh serta janin.

Ibu hamil dapat meminta suplemen prenatal ke dokter kandungan masing-masing yang dosisnya menyesuaikan kondisi.

Metode diet ibu hamil memang berbeda dari diet pada umumnya yang mengurangi asupan kalori serta olahraga intensitas tinggi untuk menurunkan berat badan.

Diet untuk ibu hamil yang obesitas ini lebih mengandalkan perubahan pola makan serta kegiatan supaya tetap aktif dan mengurangi risiko membahayakan saat mengandung.

(avd/fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK