Ingin Jadi Turis di London,Bill Clinton Tolak Undangan Istana

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 25/07/2021 20:54 WIB
Presiden AS ke-42, Bill Clinton pernah menolak undangan dari Ratu Elizabeth karena ingin merasakan jadi turis di London saat berkunjung ke Inggris pada 1997. Presiden AS ke-42, Bill Clinton pernah menolak undangan dari Ratu Elizabeth karena ingin merasakan jadi turis di London saat berkunjung ke Inggris pada 1997. (AFP/ALYSSA POINTER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kedekatan antara Amerika Serikat (AS) dengan Inggris bukanlah rahasia. Sejak dulu presiden Negeri Uwak Sam itu kerap datang berkunjung ke Inggris, salah satunya untuk bertemu dengan Ratu Elizabeth.

Bill Clinton menjadi salah satu presiden AS yang sempat mengunjungi Inggris pada Mei 1997 silam. Namun, ada satu kejadian yang dirahasiakan dari kunjungan itu, yaitu penolakan undangan minum teh dari Elizabeth.

Bukan hanya Elizabeth, Bill yang datang bersama istrinya, Hillary Clinton, juga menolak undangan makan malam dari Perdana Menteri Inggris Tony Blair.


Namun, penolakan bukan muncul tanpa alasan. Mengutip Travel and Leisure, penolakan itu muncul lantaran Bill dan sang istri ingin berkeliling Inggris layaknya turis. Bill ingin pergi berbelanja dan mencoba makanan India yang ada di Inggris.

Sebagaimana dikutip CNN, kejadian tersebut baru terungkap lewat sebuah dokumen rahasia yang dirilis oleh Arsip Nasional Inggris. Keterangan penolakan undangan Bill dicatat Phillip Barton yang merupakan sekretaris pribadi Blair.

"Amerika menjelaskan bahwa Presiden dan Nyoya Clinton sangat berterima kasih atas undangan Ratu Elizabeth untuk minum teh di Istana, tetapi ingin menolak dengan sopan," catat Barton dalam dokumen itu.

Barton juga mencatat, "Orang Amerika itu tidak tertarik dengan saran kami untuk makan malam di Checkers."

Checkers merupakan tempat berlibur Perdana Menteri Inggris yang terletak di Buckinghamshire. Tempat itu kurang lebih berjarak 30 mill atau sekitar 48,2 kilometer dari London.

Bill sendiri sebenarnya sudah mengungkapkan keinginannya untuk bervakansi di Inggris setelah selesai pidato. Ia mengaku ingin menjadi turis untuk mengunjungi taman, toko-toko, dan mencoba makanan India dengan Blair.

Rombongan kunjungan Bill dan Hillary akhirnya makan malam di Le Pont de la. Mereka memesan halibut, salmon, sole, dan kelinci yang menghabiskan uang sekitar US$360 atau setara dengan Rp5,2 juta.

(adp/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK