PEKAN MENYUSUI SEDUNIA

Buka Mata, Perlindungan Menyusui Jadi Tanggung Jawab Bersama

tim, CNN Indonesia | Minggu, 01/08/2021 09:19 WIB
Pekan Menyusui Sedunia diperingati setiap 1-7 Agustus. Tahun ini, Pekan Menyusui Nasional mengusung tema 'Perlindungan Menyusui Tanggung Jawab Bersama' Pekan Menyusui Sedunia diperingati setiap 1-7 Agustus. Tahun ini, Pekan Menyusui Nasional mengusung tema 'Perlindungan Menyusui Tanggung Jawab Bersama'. (iStockphoto/ Amax Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

World Breastfeeding Week atau Pekan Menyusui Sedunia setiap 1-7 Agustus. Peringatan ini kali pertama dirayakan pada 1992 yang kemudian tumbuh makin luas demi mempromosikan aktivitas menyusui di seluruh dunia.

Inisiatif untuk promosi menyusui berawal dari pertemuan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan PBB untuk Dana Darurat Anak (UNICEF) pada 1990. Sebagaimana dilansir Very Well Health, pertemuan ini melahirkan Innocenti Declaration atau deklarasi formal tentang perlindungan, promosi dan dukungan untuk menyusui. Ada empat poin utama dalam deklarasi yakni:

- Menunjuk koordinator menyusui nasional dan membuat komite menyusui nasional.
- Tiap fasilitas menyediakan praktik perawatan kehamilan 'Sepuluh Langkah Sukses Menyusui'.
- Menerapkan semua Pasal dari International Code of Marketing of Breast-Milk Substitutes (Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI) dan resolusi WHO lainnya.
- Menetapkan dan menegakkan hukum yang melindungi hak-hak menyusui perempuan pekerja.


Tahun berikutnya, World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) berdiri untuk mengusung target-target yang sudah disusun dalam Innocenti Declaration. World Breastfeeding Week pun dibuat untuk dedikasi dan perayaan terkait menyusui.

Tiap tahun perayaan mengangkat tema berbeda. Untuk tahun ini mengambil tema 'Protect Breastfeeding: A Shared Responsibility'.

Dalam Pekan Menyusui Nasional tema ini diturunkan menjadi 'Perlindungan Menyusui Tanggung Jawab Bersama' dengan slogan 'Tetap beri ASI, anak terlindungi, keluarga sejahtera'. Tema ini ingin menekankan bahwa menyusui menjadi tanggung jawab bersama, tidak dibebankan pada ibu saja.

Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Nia Umar, mengatakan tema ini sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa menyusui itu menjadi hak ibu dan anak. Ada saling butuh di mana ibu butuh bayinya dan bayi butuh ibunya sehingga jadi satu kesatuan.

"Kita lupa ibu punya peran besar, haknya perlu dilindungi. Dukungan inilah yang penting kita perhatikan," kata Nia dalam konferensi pers AIMI, Rabu (28/7).

Kemudian, menyusui ini jadi tanggung jawab siapa saja?

Nia menuturkan ada peran banyak sektor dalam memberikan perlindungan menyusui seperti, fasilitas kesehatan dengan peran tenaga kesehatan yang krusial mulai dari ibu hamil, bersalin, hingga kontrol.

Di sini kompetensi tenaga kesehatan tentang menyusui penting agar mampu mengedukasi dan mendorong ibu untuk menyusui.

Ibu juga perlu dukungan dari tempat kerja (maternity leave, ruang laktasi), termasuk tempat kerja suami (cuti mendampingi persalinan dan merawat anak pascapersalinan), dukungan masyarakat termasuk komunitas pegiat ASI, dan tidak kalah penting dari pemerintah di mana ada kebijakan yang memberikan perlindungan bagi ibu.

"Tema Pekan Menyusui Sedunia ini diharapkan membukakan mata semua pihak. Perlindungan Menyusui Tanggung Jawab Bersama. Kita perlu bersinergi untuk memberikan dukungan optimal buat ibu menyusui," katanya.

(els/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK