Studi: Hak Kesehatan Anak Indonesia Belum Terpenuhi

tim, CNN Indonesia | Jumat, 30/07/2021 15:07 WIB
Studi terbaru dari Health Collaborative Center (HCC) menunjukkan bahwa hak kesehatan anak Indonesia belum terpenuhi. Studi terbaru dari Health Collaborative Center (HCC) menunjukkan bahwa hak kesehatan anak Indonesia belum terpenuhi.(Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru dari Health Collaborative Center (HCC) menunjukkan bahwa hak kesehatan anak Indonesia belum terpenuhi. Studi ini mendapati banyak tantangan dalam pemenuhan hak kesehatan anak Indonesia, termasuk pandemi Covid-19.

Hasil studi ini didapat setelah peneliti melakukan dua metode yakni studi literatur dan divalidasi dengan konsesus ahli dan praktisi. Studi ini fokus pada permasalahan anak usia 0-18 tahun di Indonesia.

"Dari hasil konsensus diketahui masih ada lima hak kesehatan anak yang belum terpenuhi oleh negara," kata peneliti HCC Ray W Basrowi saat memaparkan temuan mereka kepada media, Kamis (29/7).


Ray pun menjabarkan lima hak kesehatan anak yang belum terpenuhi itu. Pertama, hak terbebas dari masalah gizi buruk/gizi kurang dan gizi lebih. Saat ini, anak-anak Indonesia masih banyak mengalami gizi buruk seperti stunting dan anemia. Di sisi lain, banyak juga anak Indonesia yang mengalami kelebihan gizi seperti obesitas.

Kedua, hak kesehatan anak Indonesia yang belum terpenuhi adalah hak mendapatkan akses layanan kesehatan.

"Tidak lagi bicara soal tumbuh kembang, tapi anak belum mendapatkan layanan kesehatan umum, imunisasi, dan kesehatan mental. Populasi anak sangat dominan tapi dokter anak masih kurang sekali," ungkap Ray.

Ketiga, anak Indonesia juga belum mendapatkan pengasuhan dari orang tua. Anak Indonesia dinilai belum bisa tumbuh dengan aman di negara ini. Masih banyak ditemukan kasus anak yang mendapatkan kekerasan fisik dan juga seksual.

Keempat, anak juga belum mendapatkan hak pendidikan yang layak. Padahal, pendidikan penting agar kesehatan agar anak bisa tumbuh dengan sehat.

Kelima, anak Indonesia belum mendapatkan hak untuk dilahirkan dengan selamat dan hidup.

"Angka kematian ibu dan bayi di 30 hari pertama masih tinggi. Bahkan banyak anak Indonesia tidak bisa merayakan ulang tahun pertama mereka," tutur Ray.

Studi ini juga mengungkap pandemi Covid-19 membuat lima hak anak ini semakin sulit terpenuhi. Di masa pandemi, Indonesia menempati peringkat tertinggi untuk kematian anak di dunia.

"Keadaan normal saja akses fasilitas kesehatan belum terpenuhi, apalagi di masa pandemi," ujar Ray.

Studi HCC pun menyarankan pemerintah untuk segera melakukan intervensi agar kesehatan anak Indonesia bisa terjaga. HCC merekomendasikan pemerintah untuk segera mengembangkan integrasi program kesehatan anak, meningkatkan edukasi masyarakat, dan mempercepat pembangunan infrastruktur kesehatan.

"Kembangkan fitur telemedicine ramah anak untuk bisa menggantikan pelayanan rutin. Lakukan juga diagnosis lebih awal, tingkatkan kemampuan screening untuk mencegah stunting," kata Ray.

(ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK