Jakarta, CNN Indonesia -- Pemberontak dari wilayah Tigray utara Ethiopia menguasai kota Lalibela pada Kamis (5/8). Kota Laibela merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO yang terkenal dengan gereja pahatan batu abad ke-12.
Mengutip AFP, Sabtu (7/8), Tigray kini sedang dilanda perang. Konflik antara Perdana Menteri Abiy Ahmed dengan pemberontak sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Situasi ini membuat sejumlah pihak khawatir dengan nasib Lalibela. Lantas, apa saja fakta seputar Lalibela? Berikut lima fakta Lalibela yang bisa diketahui:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Gereja Bawah Tanah
Lalibela ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO pada 1978 silam. Gereja yang ada di Lalibela terbilang unik.
Gereja-gereja itu diukir dari batu dan berada di bawah permukaan tanah. Lalu, gereja tersebut dikelilingi oleh parit yang dalam dan kering.
Halaman yang mengelilingi gereja itu hanya bisa dicapai dengan tangga dan terowongan. Selain itu, gereja penuh dengan desain hiasan dan jendela yang diukir dalam bentuk salib.
2. Dipercaya Dibangun oleh Malaikat
Lalibela terletak 680 kilometer (km) atau 420 mil utara Addis Ababa.
Berdasarkan informasi lokal, raja membangun 11 gereja dengan bantuan malaikat setelah Tuhan memerintahkannya untuk membuat Yerusalem Baru.
Lalibela adalah tujuan populer bagi turis asing dan pengikut kepercayaan Ortodoks Ethiopia. Diketahui, Ortodoks Ethiopia merupakan salah satu aliran agama terbesar di negara itu.
3. Ancaman
Lalibela telah beberapa menghadapi ancaman. Komposisi batuan membuatnya rentan terhadap dampak erosi dari musim hujan yang intens di Ethiopia.
Pemerintah setempat memutuskan untuk mendirikan perisai terpal besar untuk menahan hujan. Namun, hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa tempat penampungan dapat runtuh dan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada situs tersebut.
Lanjut baca di halaman 2...
5 Fakta Lalibela, Situs UNESCO Ethiopia Dikuasai Pemberontak - Halaman 2
Salah satu pintu masuk gereja batu Lalibela di Ethiopia. (EDUARDO SOTERAS / AFP)
4. Rencana Restorasi
Presiden Presiden Emmanuel Macron mengunjungi Lalibela dan setuju untuk mendanai rencana pemugaran gereja serta pemeliharaan terpal hingga restorasi yang lebih permanen pada 2019 lalu.
Hal ini dapat membuka jalan bagi pergantian tempat penampungan dengan struktur yang lebih ringan.
5. Salib yang Dicuri
Lalibela menjadi fokus perburuan besar-besaran dua dekade lalu. Salib kuningan abad ke-11 yang dikenal sebagai Afro Ayigeba dicuri dari situs tersebut.
Hal ini memicu kemarahan di antara orang-orang Ethiopia yang memiliki keterikatan mendalam pada artefak.
Setelah pencairan yang dilakukan selama dua tahun, salib suci akhirnya berhasil ditemukan. Salib itu berada di tangan kolektor Belgia yang telah membeli dengan iktikad baik seharga US$25 ribu dari dealer Addis Ababa.
Lalu, beberapa minggu kemudian salib itu kembali ke Lalibela. Ribuan peziarah, penduduk desa, dan pejabat menghadiri upacara kepulangan salib tersebut.