Jakarta, CNN Indonesia -- Siapa yang bisa menolak nikmat cake cokelat atau es krim stroberi vanila? Namun waspadai bahaya konsumsi gula berlebih.
Tapi berapa banyak-kah berlebih? Mengacu anjuran Kementerian Kesehatan. Konsumsi gula maksimal sebanyak 4 sendok makan atau 54 gram per orang per hari. Melebihi dari jumlah ini dan terus dilakukan rutin, ada sederet bahaya konsumsi gula berlebih.
1. Obesitas
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari Healthline, minuman dengan pemanis seperti soda, jus, dan teh manis mengandung fruktosa atau sejenis gula sederhana.
Konsumsi fruktosa malah meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk mengonsumsi glukosa atau jenis gula utama dari makanan bertepung. Kenapa bisa demikian?
Konsumsi fruktosa berlebihan akan mengakibatkan resistensi terhadap leptin. Leptin merupakan hormon yang mengatur rasa lapar dan memberitahu tubuh untuk berhenti makan. Bisa dibayangkan saat Anda terus merasa lapar dan menginginkan makanan dengan glukosa sehingga mengakibatkan berat badan meningkat.
Selain itu, minum minuman berpemanis tambahan berkaitan dengan peningkatan lemak visceral yakni lemak perut bagian dalam yang berhubungan dengan diabetes dan penyakit jantung.
2. Jerawat
Salah satu bahaya konsumsi gula berlebih adalah jerawat. Ini kerap dianggap persoalan sepele tetapi jerawat yang parah dan muncul di area wajah jelas menurunkan rasa percaya diri dan tidak nyaman.
Melansir dari Medical News Today, studi pada 2018 di China menunjukkan orang yang minum minuman berpemanis tujuh kali per minggu lebih berisiko mengalami jerawat moderat hingga parah. Studi lain pada 2019 menyebut konsumsi gula bisa menurunkan faktor pembentuk mirip insulin, androgen dan sebum yang semuanya berkontribusi pada jerawat.
3. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Bahaya konsumsi gula berlebih juga bisa mengarah pada peningkatan risiko penyakit jantung. Diet tinggi gula akan mengakibatkan obesitas, peradangan, kadar trigliserida tinggi, tekanan darah lalu semua akan bermuara pada penyakit jantung.
Konsumsi gula terutama dari minuman berpemanis berkaitan dengan aterosklerosis. Penyakit ini ditandai dengan tumpukan plak pada arteri sehingga mengakibatkan penyumbatan aliran darah.
Diabetes sampai Depresi
Foto: ariesa66/Pixabay
4. Diabetes tipe 2
Ingat gula, ingat diabetes tipe 2. Ini tidak salah sebab salah satu bahaya konsumsi gula berlebih memang risiko diabetes tipe 2. Artikel yang diterbitkan di jurnal PLOS One pada 2013 menyebut diet tinggi gula terus-menerus bisa mengakibatkan diabetes tipe 2.
Selama 30 tahun terakhir, prevalensi diabetes meningkat jauh dua kali lipat. Konsumsi gula berlebih dalam jangka waktu panjang akan mendorong resistensi terhadap insulin atau hormon yang diproduksi oleh pankreas untuk mengatur kadar gula darah. Saat terjadi resistensi insulin, kadar gula naik sehingga timbul risiko diabetes. Diabetes tipe 2 menjadi salah satu bahaya konsumsi gula berlebih.
5. Risiko kanker
Tak hanya diabetes tipe 2 yang patut diwaspadai. Anda pun perlu waspada dengan risiko kanker sebagai bahaya konsumsi gula berlebih.
Saat tubuh diberi banyak asupan gula, timbul inflamasi, stres oksidatif dan obesitas. Faktor-faktor ini mempengaruhi pertumbuhan sel kanker. Sebuah tinjauan yang diterbitkan di Annual Review of Nutrition menemukan konsumsi minuman berpemanis meningkatkan risiko kanker 23-200 persen.
6. Penuaan dini
Penggunaan skincare perlu diimbangi dengan diet yang sehat. Kelebihan konsumsi gula akan mengarah pada pembentukan advanced glycation end products (AGEs) yang berperan dalam diabetes juga pembentukan kolagen di kulit. Jumlah AGE tinggi bisa menimbulkan penuaan lebih cepat.
7. Risiko depresi
Bahaya konsumsi gula berlebih juga berakibat pada risiko depresi. Peluang depresi makin tinggi akibat bahaya konsumsi gula berlebih.
Studi yang memonitor 8ribu orang selama 22 tahun menunjukkan pria yang mengonsumsi 67 gram gula per hari, punya risiko depresi 23 persen lebih tinggi daripada pria yang konsumsi gula kurang dari 40 gram per hari.
Studi lain pada lebih dari 69ribu wanita menunjukkan mereka yang konsumsi gula tinggi punya risiko depresi lebih tinggi daripada mereka yang asupannya rendah.