7 Fakta di Balik Mitos Soal Jerawat: Penyebab dan Pengobatan
3. Mitos jerawat harus dipencet
Sebagian orang meyakini jerawat mesti dipencet agar cepat sembuh. Namun, cara ini adalah salah. Jerawat tidak boleh dipencet karena dapat membuatnya terpapar bakteri sehingga semakin meradang.
4. Mitos jerawat harus di-facial
Saat muncul jerawat, sebagian orang bergegas ke salon untuk facial. Namun, Anthony menyebut facial bukan penanganan jerawat yang tepat.
"Facial itu bentuk lain dari memencet jerawat. Tindakan ini populer sejak tahun 80-an. Namun, ini salah. Semakin dipencet, berisiko membuat kulit memiliki bekas seperti bolong-bolong dan sulit mengobatinya," kata Anthony.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
5. Mitos jerawat pada masa puber
Jerawat sering dikaitkan dengan masa pubertas. Namu, faktanya jerawat dapat terjadi pada segala usia bahkan orang tua. Saat kulit masih terus memproduksi minyak dan beraktivitas, jerawat tetap dapat muncul.
6. Mitos jerawat hanya muncul di wajah
Jerawat tak hanya muncul di wajah saja, tapi juga bisa muncul di bagian tubuh lain. Jerawat dapat muncul di punggung, dada, lengan, leher, serta bagian tubuh lainnya.
Lihat Juga : |
7. Mitos jerawat bukan penyakit
Banyak orang menganggap jerawat adalah kondisi normal yang akan hilang dengan sendirinya. Namun, Anthony menegaskan bahwa jerawat adalah penyakit kulit yang sama pentingnya dengan penyakit lain. Seperti penyakit lainnya, jerawat mesti diobati.
"Pengobatan jerawat adalah kombinasi, obat minum, obat oles. Lalu, ada tindakan seperti pilang atau disuntik untuk indikasi tertentu," kata Anthony.
Itulah fakta di balik mitos tentang jerawat yang beredar luas di masyarakat.
(ptj)[Gambas:Video CNN]

