7 Yokocho di Tokyo, Gang Kongko Murah Meriah ala Jepang
Yulia Adiningsih | CNN Indonesia
Minggu, 05 Sep 2021 14:05 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Nonbaei Yokocho, salah satu yokocho yang bisa disambangi di Tokyo, Jepang. (istockphoto/peeterv)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dalam bahasa Indonesia, yokocho di Jepang mempunyai arti 'gang', namun spesialisasinya sebagai tempat kongko orang dewasa yang ingin menghabiskan malam dengan minum-minum atau menyantap jajanan kaki lima.
Yokocho banyak ditemui di kawasan bisnis dan perkantoran, seperti Shinjuku atau Shibuya, karena sebagian besar pelanggannya ialah karyawan dan karyawati yang ingin melepas lelah sehabis bekerja.
Suasana sederhana dan hangat jadi ciri khas yang ditawarkan di yokocho. Kita bisa duduk bersama teman-teman dan bertegur sapa dengan para pelayan bar dengan santai. Serial televisi 'Midnight Dinner' yang tayang di Netflix kurang lebih menggambarkan suasana di sana.
Tidak hanya minuman, sebenarnya di yokocho juga banyak tempat makan. Sehingga, di dalam yokocho wangi-wangian seperti daging panggang dan rebus bisa langsung membuat perut keroncongan.
Ada banyak yokocho di Tokyo, namun tujuh yokocho ini bisa jadi rekomendasi saat sudah bisa berwisata lagi ke Jepang usai pandemi berlalu:
1. Nonbei Yokocho
Nonbei Yokocho sudah dikenal sebagai tempat untuk minum-minum sejak tahun 1950. Di sekitarnya ada banyak restoran, bar, dan toko-toko unik lainnya. Lokasinya sangat strategis dan ramai, tepat di dekat Stasiun Shibuya.
Selain bar, banyak juga lapak pedagang kuliner kaki lima mendominasi gang ini. Salah satu yang paling populer adalah Okasan (dalam bahasa Indonesia berarti 'ibu'). Tempat makan ini masih bertahan selama tiga generasi.
Sebelum menjadi tempat minum-minum, yokocho ini adalah tempat kantor pusat Perusahaan Kereta Api Tokyo. Namun, setelah perang, kawasan ini mengalami perubahan yang sangat drastis hingga akhirnya menjadi tempat yang ramai, selalu dikunjungi orang.
Waktu yang asyik untuk datang ke Nonbei Yokocho setelah matahari terbenam hingga larut malam.
Suasana di dalam bar di salah satu yokocho di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Jae C. Hong)
2. Ebisu Yokocho
Ebisu Yokocho dibangun di atas lahan yang dulunya pusat perbelanjaan Yamashita. Kini, Ebisu Yokocho adalah sebuah gang yang bisa memuaskan pecinta kuliner.
Saat melangkahkan kaki ke gang ini, pengunjung akan menemukan beragam tempat makan, mulai dari menu Jepang sampai China.
Tapi siap-siap duduk berdempetan, karena beberapa tempat kongko memiliki ruang dalam ruangan kurang dari lima meter persegi. Meja dan kursi yang berjejer di dekat pintu masuk.
Di sini, pengunjung dapat datang mulai jam 5 sore dan bebas untuk pulang kapan saja, bahkan sampai matahari kembali terbit.
Deretan yokocho di kawasan Shinjuku, Tokyo, Jepang. (AP Photo/Jae C. Hong)
3. Sankaku Chitai
Penampakan unik terlihat jelas di Sankaku Chitai. Di sini, bar-bar dibangun seperti labirin.
Desainnya seperti tidak direncanakan. Bar dibuat di mana saja mengikuti lahan yang masih ada. Sekilas terlihat agak kacau namun menawan.
Cobalah datang ketika matahari mulai terbenam. Pengunjung dari berbagai usia kompak nongkrong di tempat ini. Banyak tempat makan yang kekinian maupun yang klasik.
Sebagaimana gang pada umumnya, luas gang mungkin tak seberapa. Namun, banyak hal yang tak terduga bisa ditemukan di sini, seperti pemandangan Tokyo yang indah.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
4. Golden Gai
Ada lebih 270 tempat minum mungil di Golden Gai, salah satu yokocho di Tokyo, Jepang. Setiap tempat memiliki suasana yang unik. Ada yang suasana yang menawarkan ketenangan sampai yang hura-hura.
Kita mungkin saja akan bertemu dengan orang yang tak terduga di sini, seperti dengan penulis, penyair atau kartunis, sambil mabuk anggur murah dan mengunyah ayam panggang sampai pagi.
5. Omoide Yokocho
Selain di Golden Gai, Omoide Yokocho juga menghadirkan banyak bar dan restoran. Lokasinya dapat ditemukan di sisi barat Stasiun Shinjuku, di antara rel kereta api dan jalan raya Ome-kaido.
Pengunjung bisa menemukan banyak tempat di sini, mulai dari warung mi, lapak jajanan kaki lima, sampai bar yang buda dari siang hari sampai menjelang tengah malam.
Beberapa bangunan di sini sebenarnya nyaris terlihat bobrok. Ada beberapa bekas kebakaran, sehingga dinding nampak gosong.
Namun, terlepas dari kelusuhannya, Omoide Yokocho tetap dicintai.
Harmonica Yokocho mulai dikenal sebagai tempat nongkrong mulai akhir 1990-an.
Restoran-restoran kecil yang menyenangkan mulai bermunculan kala itu. Kini, makin banyak restoran baru sampai toko bermunculan.
Di siang hari, pengunjung bisa makan di restoran dan setelah itu berbelanja di pertokoannya.
Di malam hari, pengunjung bisa 'bar hopping'.
Harmonica Yokocho. (iStockphoto)
7. Minamiguchi no Nomiyagai
Bar-bar di Minamiguchi no Nomiyagai mudah ditemukan. Lokasinya dekat dengan Stasiun Nishi-Ogikubo dan asap-asap dari toko-toko dekat bar itu mengepul ke atas. Sehingga, dari jauh pun sudah bisa terlihat.
Keramaian di Minamiguchi no Nomiyagai sudah biasanya sudah terasa dari siang. Pasangan muda-mudi hingga pegawai memenuhi meja.
Pengunjung juga dapat menemukan makanan menu dari beragam negara di sini, dari Thailand sampai Maroko.
Harga minuman di sini terbilang murah meriah, mulai dari bir sampai sake. Bersenang-senang rasanya tak perlu membobol isi dompet.
Jakarta, CNN Indonesia --
Dalam bahasa Indonesia, yokocho di Jepang mempunyai arti 'gang', namun spesialisasinya sebagai tempat kongko orang dewasa yang ingin menghabiskan malam dengan minum-minum atau menyantap jajanan kaki lima.
Yokocho banyak ditemui di kawasan bisnis dan perkantoran, seperti Shinjuku atau Shibuya, karena sebagian besar pelanggannya ialah karyawan dan karyawati yang ingin melepas lelah sehabis bekerja.
Suasana sederhana dan hangat jadi ciri khas yang ditawarkan di yokocho. Kita bisa duduk bersama teman-teman dan bertegur sapa dengan para pelayan bar dengan santai. Serial televisi 'Midnight Dinner' yang tayang di Netflix kurang lebih menggambarkan suasana di sana.
Tidak hanya minuman, sebenarnya di yokocho juga banyak tempat makan. Sehingga, di dalam yokocho wangi-wangian seperti daging panggang dan rebus bisa langsung membuat perut keroncongan.
Ada banyak yokocho di Tokyo, namun tujuh yokocho ini bisa jadi rekomendasi saat sudah bisa berwisata lagi ke Jepang usai pandemi berlalu:
1. Nonbei Yokocho
Nonbei Yokocho sudah dikenal sebagai tempat untuk minum-minum sejak tahun 1950. Di sekitarnya ada banyak restoran, bar, dan toko-toko unik lainnya. Lokasinya sangat strategis dan ramai, tepat di dekat Stasiun Shibuya.
Selain bar, banyak juga lapak pedagang kuliner kaki lima mendominasi gang ini. Salah satu yang paling populer adalah Okasan (dalam bahasa Indonesia berarti 'ibu'). Tempat makan ini masih bertahan selama tiga generasi.
Sebelum menjadi tempat minum-minum, yokocho ini adalah tempat kantor pusat Perusahaan Kereta Api Tokyo. Namun, setelah perang, kawasan ini mengalami perubahan yang sangat drastis hingga akhirnya menjadi tempat yang ramai, selalu dikunjungi orang.
Waktu yang asyik untuk datang ke Nonbei Yokocho setelah matahari terbenam hingga larut malam.
Suasana di dalam bar di salah satu yokocho di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Jae C. Hong)
2. Ebisu Yokocho
Ebisu Yokocho dibangun di atas lahan yang dulunya pusat perbelanjaan Yamashita. Kini, Ebisu Yokocho adalah sebuah gang yang bisa memuaskan pecinta kuliner.
Saat melangkahkan kaki ke gang ini, pengunjung akan menemukan beragam tempat makan, mulai dari menu Jepang sampai China.
Tapi siap-siap duduk berdempetan, karena beberapa tempat kongko memiliki ruang dalam ruangan kurang dari lima meter persegi. Meja dan kursi yang berjejer di dekat pintu masuk.
Di sini, pengunjung dapat datang mulai jam 5 sore dan bebas untuk pulang kapan saja, bahkan sampai matahari kembali terbit.
Deretan yokocho di kawasan Shinjuku, Tokyo, Jepang. (AP Photo/Jae C. Hong)
3. Sankaku Chitai
Penampakan unik terlihat jelas di Sankaku Chitai. Di sini, bar-bar dibangun seperti labirin.
Desainnya seperti tidak direncanakan. Bar dibuat di mana saja mengikuti lahan yang masih ada. Sekilas terlihat agak kacau namun menawan.
Cobalah datang ketika matahari mulai terbenam. Pengunjung dari berbagai usia kompak nongkrong di tempat ini. Banyak tempat makan yang kekinian maupun yang klasik.
Sebagaimana gang pada umumnya, luas gang mungkin tak seberapa. Namun, banyak hal yang tak terduga bisa ditemukan di sini, seperti pemandangan Tokyo yang indah.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
7 Yokocho di Tokyo, Gang Kongko Murah Meriah ala Jepang
Golden Gai, salah satu yokocho di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Jae C. Hong)
4. Golden Gai
Ada lebih 270 tempat minum mungil di Golden Gai, salah satu yokocho di Tokyo, Jepang. Setiap tempat memiliki suasana yang unik. Ada yang suasana yang menawarkan ketenangan sampai yang hura-hura.
Kita mungkin saja akan bertemu dengan orang yang tak terduga di sini, seperti dengan penulis, penyair atau kartunis, sambil mabuk anggur murah dan mengunyah ayam panggang sampai pagi.
5. Omoide Yokocho
Selain di Golden Gai, Omoide Yokocho juga menghadirkan banyak bar dan restoran. Lokasinya dapat ditemukan di sisi barat Stasiun Shinjuku, di antara rel kereta api dan jalan raya Ome-kaido.
Pengunjung bisa menemukan banyak tempat di sini, mulai dari warung mi, lapak jajanan kaki lima, sampai bar yang buda dari siang hari sampai menjelang tengah malam.
Beberapa bangunan di sini sebenarnya nyaris terlihat bobrok. Ada beberapa bekas kebakaran, sehingga dinding nampak gosong.
Namun, terlepas dari kelusuhannya, Omoide Yokocho tetap dicintai.
Harmonica Yokocho mulai dikenal sebagai tempat nongkrong mulai akhir 1990-an.
Restoran-restoran kecil yang menyenangkan mulai bermunculan kala itu. Kini, makin banyak restoran baru sampai toko bermunculan.
Di siang hari, pengunjung bisa makan di restoran dan setelah itu berbelanja di pertokoannya.
Di malam hari, pengunjung bisa 'bar hopping'.
Harmonica Yokocho. (iStockphoto)
7. Minamiguchi no Nomiyagai
Bar-bar di Minamiguchi no Nomiyagai mudah ditemukan. Lokasinya dekat dengan Stasiun Nishi-Ogikubo dan asap-asap dari toko-toko dekat bar itu mengepul ke atas. Sehingga, dari jauh pun sudah bisa terlihat.
Keramaian di Minamiguchi no Nomiyagai sudah biasanya sudah terasa dari siang. Pasangan muda-mudi hingga pegawai memenuhi meja.
Pengunjung juga dapat menemukan makanan menu dari beragam negara di sini, dari Thailand sampai Maroko.
Harga minuman di sini terbilang murah meriah, mulai dari bir sampai sake. Bersenang-senang rasanya tak perlu membobol isi dompet.