Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Selatan tak pernah kekurangan ruang estetik, bahkan di dalam gang. Gambaran itu mungkin sekilas bisa dilihat dari film dan serial drama Korea. Adegan pemeran utama berjalan di gang saja bisa berbeda rasanya, karena suasana gang di Korea punya nuansa sendiri.
Memang ada banyak gang estetik di Korea yang bisa dikunjungi. Berjalan tidak hanya sekadar melangkahkan kaki saja, tapi juga menikmati karya seni, berbelanja baju sampai perabotan, dan masih banyak lagi.
Berikut tujuh gang estetik di Korea Selatan yang bisa dikunjungi usai pandemi virus corona berlalu:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Street Museum in Pil-dong
Apa yang yang Anda bayangkan soal museum? Apa akan melihat sebuah gedung serba putih dengan karya-karya antik nan elegan di dalamnya? Jika itu yang dibayangkan, siap-siap terkejut saat masuk ke museum Pil-dong.
Pil-dong mungkin akan membuat Anda berubah pikiran. Museum ini berada di Gang kecil di Seoul, tepatnya di Jalan 24.
Tak perlu kebingungan di mana bangunan museumnya, karena sepanjang gang itu adalah museumnya. Ya, Pil-dong bisa dibilang adalah museum jalanan.
Pil-dong dibagi menjadi delapan bagian. Di sana ditampilkan karya-karya seni berupa lukisan, seni instalasi, seni media, mural, dan banyak lagi.
Jika ingin puas dengan berbagai informasi dan tak ingin ada yang terlewat, Pil-dong juga menyediakan pemandu museum.
[Gambas:Instagram]
2. Ttukseom Station Shopping Street
Ttukseom Station Shopping Street bisa dibilang tempat terhits di Korea yang lokasinya ada di Seongsu-dong.
Tempat itu merupakan pusat perbelanjaan yang membentang di sepanjang jalan dari pintu keluar 3 stasiun Ttukseom sampai Jembatan Salgoji.
Biasanya tiap bulan Ttukseom Station Shopping Street rutin mengadakan Neighborhood Market Outing serta kontes sketsa, pasar loak, dan lokakarya.
Dulunya, pusat perbelanjaan ini adalah kawasan ini penuh dengan pabrik. Namun tahun 2015 diadakan revitalisasi.
Bekas pabrik-pabrik itu kini disulap menjadi kafe dan pertokoan yang trendi. Suasana alamnya juga menjadi lebih asri.
Beberapa bangunan-bangunan dulu yang masih dipertahankan, seperti toko percetakan. Bangunan-bangunan lama itu justru menjadikan suasana retro kental di pusat perbelanjaan Ttukseom.
3. Gang Tebing Changsin-dong
Seperti namanya, sepanjang gang ini berada di tebing.
Di tebing ini, pemandangan pemukiman warga terasa sangat estetik. Terbentang luas, seperti sedang melihat Seoul dari teropong.
Para pengunjung dapat memesan kopi sambil menikmati pemandangan itu.
[Gambas:Instagram]
4. Eulji-ro Shutter Gallery
Jika ke Korea, sempatkan berjalan-jalan santai ke sepanjang jalan Chungmu-ro 11-gil sampai Chungmuro 9-gil. Di tengah perjalanan itu kita akan melewati Jalan Euljiro, di mana ada sebuah galeri seni di dalam gang. Galeri Rana Eulji-ro.
Suasana retro terasa di sepanjang jalan itu. Jika siang, kita akan disuguhkan dengan sejumlah pertokoan yang menjual besi, kayu, logam, akrilik, perlengkapan alat dan barang-barang rumah tangga. Toko-toko itu terlihat lawas.
Saat malam tiba, pemandangan itu berubah drastis. Toko-toko akan tutup dan berubah menjadi galeri. Lukisan warna-warni muncul di daun jendela.
Lampu-lampu menyala di malam hari, menerangi karya seni itu sepanjang malam. Meja dan kursi lipat pun bertebaran.
Biasanya, muda-mudi di sana sengaja datang untuk menikmati suasana tersebut untuk bersantai sambil minum-minum.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
9 Gang Paling Estetik di Seoul Korea Selatan
Suasana Hongik Street di Seoul, Korea Selatan. (istockphoto/artran)
5. Guroadway
Bukan Broadway melainkan Guroadway yang ada di Korea Selatan. Lokasinya membentang dari Exit 2 stasiun Sindorim sampai ke International Food Street.
Guroadway adalah pusat kebudayaan dan seni jalanan internasional di Korea.
Ada 13 lokasi yang dianggap sebagai bagian dari Guroadway, termasuk Gedung Opera Sindorim, UNESCO APCEIU, organisasi internasional dengan 47 negara anggota di kawasan Asia-Pasifik, dan 'Culture Railway 959,' sebuah ruang budaya di stasiun Sindorim.
Di sekitar stasiun kereta bawah tanah terdapat patung, zona foto dan berbagai karya seni dengan pencahayaan yang hangat.
Selain itu, Guroadway menawarkan makan makanan lezat.
Di International Food Street di seberang jalan dari UNESCO APCEIU terdapat restoran, kafe, bar, sampai lapak pedagang kaki lima.
[Gambas:Instagram]
6. Gang Huam-dong
Berjalan-jalan di gang Huam-dong mungkin akan memberikan ketenangan. Daerah ini jauh dari bayangan korea yang serba modern, sibuk, dan dipenuhi gedung-gedung tinggi.
Seperti memasuki mesin waktu, kita akan dibawa pada suasana Korea di masa lalu. Di sana terdapat rumah-rumah megah yang dibangun dengan gaya campuran Barat dan Jepang, tempat orang Jepang kaya hidup selama era kolonial.
Lalu, banyak juga rumah-rumah yang lebih kecil dan lebih sederhana yang dibangun setelah Perang Korea, ketika para pengungsi dari Korea utara dan tempat lain menetap di lereng Gunung Namsan.
Selain arsitektur rumah yang klasik dan beragam, di gang ini juga banyak pasar tradisional dan kios makanan ringan kuno hingga kafe hipster dan restoran populer yang sedang tren di Instagram.
7. Yongnidan-gil
Yongnidan-gil adalah tempat muda mudi Korea nongkrong. Cobalah berjalan dari Pintu Keluar 1 stasiun Sinyongsan. Sepanjang gang sempit itu terdapat banyak restoran dan kafe.
Di sekitar Pintu Keluar 1 Stasiun Samgakji terdapat sup ikan cod yang legendaris. Restoran sup ikan itu sudah berdiri selama 40 tahun.
[Gambas:Instagram]
8. Pasar Haebangchon Sinheung
Pasar Haebangchon Sinheung kerap muncul di beberapa series drama korea seperti di 'Restoran Alley Baek Jong-won' dan 'When the Camellia Blooms'.
Pasar ini mungil. Jika hanya berjalan untuk mengetahui seberapa luas pasar ini maka waktu yang dibutuhkan mungkin hanya sekita 5 menit.
Tapi, sangat kecil kemungkinan menghabiskan waktu 5 menit di Pasar Haebangchon Sinheung. Sebab, di sana banyak toko-toko unik, kafe, bar, tempat tato sampai tempat main video game.
Ketika matahari mulai terbenam, di pasar ini juga kita bisa melihat pemandangan malam Seoul dengan Haebangchon Ogeori dan Menara Namsan yang lokasinya dekat dengan gang.
9. Bangbaesai-gil
Dari titik pertama gang sepanjang 300 meter ini sudah dipenuhi dengan kafe, toko baju, ruang kerja, toko seni, dan bengkel.
Pengunjung bisa menjajal gang ini mulai dari Café Sairo dan menikmati es krim populer mereka yang dibuat dengan susu organik dari Bumsan Dairy Farm. Kafe ini juga menjual furnitur kekinian.
Bergeser sedikit ada showroom butik mungil Gurm By H. Showroom ini menampilkan pakaian elegan untuk semua jenis barang sehari-hari dan kosmetik.