Gangguan Saraf Langka Masuk Daftar Efek Samping Astrazeneca

tim, CNN Indonesia | Jumat, 10/09/2021 09:15 WIB
Regulator obat-obatan Eropa (EMA) menambahkan gangguan saraf langka sebagai kemungkinan efek vaksin astrazeneca. Regulator obat-obatan Eropa (EMA) menambahkan gangguan saraf langka sebagai kemungkinan efek astrazeneca. (REUTERS/ANN WANG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Regulator obat-obatan Eropa (EMA) menambahkan gangguan saraf langka sebagai kemungkinan efek astrazeneca. Gangguan saraf langka efek astrazeneca ini disebut sebagai kemungkinan yang masuk akal setelah 833 kasus sindrom Guillain-Barré yang dilaporkan dari 592 juta dosis vaksin yang diberikan di seluruh dunia pada 31 Juli.

Lembaga obat-obatan tersebut menyebutkan ada hubungan kausal antara sindrom Guillain-Barré (GBS) dengan suntikan vaksin AstraZeneca.

Hanya saja EMA mengategorikan gangguan saraf ini sebagai efek samping yang sangat jarang terjadi atau langka. Dengan kata lain efek samping ini masuk dalam frekuensi terendah dari kategori efek samping yang dimilikinya. Mereka juga mengungkapkan bahwa manfaat vaksin covid-19 ini lebih besar manfaatnya daripada risikonya.


Sindrom ini bukan hal baru di dunia medis. Sejak satu abad lalu, sindrom Guillain Barré kerap dikaitkan dengan infeksi virus atau bakteri. Namun ini adalah penyakit autoimun yang tergolong langka.

"Benar (ini penyakit langka)," ungkap dokter kepala divisi saraf tepi RS PON Aldy Novriansyah kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Sindrom Guillain-Barre adalah kelainan langka di mana sistem kekebalan tubuh menyerang saraf. Sistem imunitas tubuh berbalik menyerang saraf dan mengakibatkan kelumpuhan. Kelemahan dan kesemutan pada bagian ekstremitas biasanya merupakan gejala pertama.

"(GBS) Itu suatu peradangan terjadi di akar saraf tulang belakang, mulai dari leher sampai tangan dan kaki. Utamanya di situ, tapi bisa juga meluas sampai ke saraf kranial," ungkapnya.

"Ini merupakan bagian dari autoimun. Jadi awalnya itu biasanya kebanyakan sebagian besar dari suatu proses infeksi apapun, tapi yang paling banyak infeksi pencernaan, jadi dari infeksi itu memicu timbulnya suatu antibodi. Hanya saja akhirnya pada beberapa orang tertentu antibodi yang malah menyerang saraf."

Selain gangguan saraf langka efek astrazeneca ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sudah menambahkan peringatan tentang sindrom Guillain-Barre sebagai kemungkinan efek samping dari suntikan Johnson & Johnson. Baik vaksin Johnson & Johnson dan Astrazeneca menggunakan teknologi vektor virus dan dikaitkan dengan pembekuan darah yang langka.

Mengutip Reuters, EMA juga menandai beberapa efek samping lain yang tidak terlalu parah pada vaksin dari Johnson & Johnson, Moderna serta suntikan AstraZeneca, termasuk gangguan saraf langka efek astrazeneca.

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK