Jakarta, CNN Indonesia -- Terpesona dengan pemandangan Jembatan Banpo saat malam hari yang sering menjadi lokasi kencan atau merenung dalam serial drama Korea?
Rasanya tak perlu jauh-jauh ke Negara Ginseng untuk menikmatinya, karena selama gerbang pariwisata internasional belum dibuka, wisatawan Indonesia bisa menikmati panorama yang kurang lebih serupa di Semarang.
Semarang Bridge Fountain, itulah nama keren dari atraksi air mancur dan lampu berwarna-warni di Jembatan Banjir Kanal Barat, Semarang, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semarang Bridge Fountain bisa dibilang jembatan pertama di Indonesia yang punya atraksi menarik semacam ini.
Saat matahari sudah tenggelam, pipa-pipa di bawah jembatan akan mengucurkan air yang disinari oleh lampu berwarna-warni.
Wisatawan bisa memandanginya dari tepi sungai, sekaligus melihat kelap-kelip lampu kendaraan yang melintas di sekitarnya.
Jembatan Banjir Kanal Barat sejatinya ialah jembatan penyeberangan.
Eksistensinya telah ada sejak zaman penjajahan Belanda, tepatnya sejak tahun 1879. Pejabat Belanda dulu menamai jembatan ini Bandjirkanaal.
Atraksi "air mancur menari" di Jembatan Banjir Kanal Barat telah digelar sejak tahun 2019. Ketika itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meresmikannya bersama warga sembari menikmati malam pergantian tahun.
Baru beberapa bulan diresmikan, atraksi Semarang Bridge Fountain ditiadakan akibat pandemi virus corona menghantam dunia dan Indonesia.
Pemerintah Kota Semarang memang sengaja meniadakan atraksi di sana guna mencegah kerumunan orang yang berpotensi menyebarkan virus corona.
Namun saat ini, menyusul penurunan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Ibu Kota Jawa Tengah itu ke level 2, atraksi di Jembatan Banjir Kanal Barat akan kembali digelar.
"Kalau mau lihat silakan, tetapi tidak boleh ada kerumunan," kata Hendrar, seperti yang dikutip dari ANTARA pada Rabu (8/9).
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Jembatan 'Drakor' ala Semarang Dibuka, Prokes Diperketat
Foto sebelum pandemi. Wali Kota Semarang mengingatkan warga untuk tidak berkerumun saat menyaksikan atraksi "air mancur menari" Semarang Bridge Fountain. (Dok Pemkot Semarang via detikcom)
Pada tahap awal ini, kata Hendrar, atraksi "air mancur menari" di Jembatan Banjir Kanal Barat hanya akan digelar pada pukul 20.00-20.30 WIB pada tiap hari Jumat dan Sabtu.
"Konteksnya belum sebagai daya tarik pariwisata, masih dioperasikan terbatas," tambahnya.
Hendrar meminta pembukaan berbagai tempat hiburan dan wisata di Kota Semarang ini tidak menjadi euforia bagi masyarakat.
Ia menegaskan euforia berlebihan dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap penanganan pandemi covid-19.
Demi menegakkan protokol kesehatan di sekitar Jembatan Banjir Kanal Barat, Pemerintah Kota Semarang sudah menyiapkan sejumlah tempat mencuci tangan di titik-titik yang menjadi lokasi warga menyaksikan atraksi Semarang Bridge Fountain.
Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.
Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.
[Gambas:Photo CNN]
[Gambas:Infografis CNN]