Cara Tepat Diet Rendah Protein untuk Kondisi Medis Tertentu

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 17/09/2021 09:01 WIB
Diet rendah protein disarankan untuk penderita penyakit hati dan ginjal. Berikut cara diet rendah protein yang tepat. Ilustrasi. Cara diet rendah protein yang tepat dapat dimulai dari perencanaan yang matang. (iStockphoto/marilyna)
Jakarta, CNN Indonesia --

Diet rendah protein umumnya direkomendasikan untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Berikut cara diet rendah protein yang bisa Anda cermati.

Pada dasarnya, protein berperan penting dalam pertumbuhan dan menjaga kesehatan secara menyeluruh. Namun, mengurangi asupan protein dapat menjadi terapi bagi orang dengan kondisi medis tertentu seperti penyakit hati, penyakit ginjal, dan gangguan metabolisme protein.

Prinsip diet rendah protein pada dasarnya dilakukan dengan membatasi asupan protein, menjadi sekitar 4-8 persen dari kalori harian. Mengutip Healthline, umumnya diet ini menyarankan konsumsi 20-50 gram protein per hari, tergantung pada berapa banyak kalori yang dikonsumsi.


Namun, diet ini tak bisa dilakukan sembarang. Dibutuhkan perencanaan yang matang untuk mencegah masalah kesehatan lanjutan dan kekurangan nutrisi.

Selain itu, ada juga beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum menjalani diet ini.

Untuk itu, cara diet rendah protein yang tepat menjadi kunci aman dalam menjalani program diet satu ini.

Cara Tepat Diet Rendah Protein

Young Asian woman with clock and salad on gray backgroundIlustrasi. Cara diet rendah protein yang tepat adalah dilakukan dengan perencanaan matang. (iStockphoto/halfbottle)

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, diet ini akan memangkas asupan protein harian menjadi sekitar 4-8 persen dari kalori harian.

Sebagaimana diet pada umumnya, pola makan satu ini akan fokus pada beberapa makanan yang bisa dikonsumsi dan perlu dibatasi.

Biasanya, sebagian besar diet justru memfokuskan asupan pada sumber protein tinggi seperti pada daging ayam dan sapi atau sumber protein nabati lainnya. Namun sebaliknya, diet ini justru fokus pada makanan rendah protein.

Anda masih bisa mengonsumsi daging dan protein nabati, tapi dalam jumlah kecil.

Anda juga mungkin perlu meningkatkan asupan lemak sehat, yang dapat memberikan kalori ekstra untuk memenuhi kebutuhan energi harian.

Contoh Makanan Rendah Protein

1. Buah-buahan

Anda bisa memilih buah-buahan rendah protein seperti apel, pisang, pir, persik, beri, dan jeruk Bali.

2. Sayuran

Beberapa sayuran rendah protein seperti tomat, asparagus, paprika, brokoli, dan sayuran hijau juga bisa jadi pilihan.

3. Biji-bijian

Biji-bijian rendah protein seperti beras, gandum, pasta, dan barley bisa menjadi pilihan Anda.

4. Lemak sehat

Anda akan membutuhkan asupan lemak sehat yang lebih dari biasanya. Lemak sehat bisa memberikan kalori ekstra untuk membantu memenuhi kebutuhan energi harian.

Beberapa sumber lemak sehat yang bisa jadi pilihan di antaranya alpukat, minyak zaitun, dan minyak kelapa.

Makanan yang Harus Dibatasi

Fried Egg over Brown Rice with Soy Sauce and Sesame Seeds.Ilustrasi. Menghindari asupan telur jadi salah satu cara diet rendah protein. (iStockphoto/4kodiak)

Diet ini tak melarang Anda untuk mengonsumsi protein. Bagaimana pun, protein merupakan bagian penting dari pola makan yang bisa membantu menjaga kesehatan.

Namun, dalam diet ini, Anda hanya bisa mengonsumsi makanan berprotein tinggi dalam jumlah sedang atau kecil.

Berikut beberapa makanan tinggi protein yang perlu dibatasi:

- Daging ayam dan sapi
- Ikan dan kerang
- Telur
- Kacang-kacang seperti buncis, kacang polong, walnut, almond, dan pistachio
- Produk susu seperti susu, keju, dan yogurt
- Produk kedelai seperti tahu dan tempe
- Biji-bijian seperti biji chia dan biji rami

Simak penjelasan cara diet rendah protein selengkapnya di halaman berikutnya...

Manfaat dan Efek Samping Diet Rendah Protein

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK