Orgasme tidak selalu berhubungan dengan seks. Berikut jenis-jenis orgasme. (iStockphoto/KAZITAFAHNIZEER)
Jakarta, CNN Indonesia --
Obrolan soal sekskadang dianggap tabu dan memalukan, apalagi soal orgasme. Padahal, orgasme dianggap sebagai puncaknya seks.
Sebagaimana dilansir Medical News Today, definisi orgasme bisa dilihat dari kacamata medis meliputi perubahan fisiologi tubuh, juga kacamata psikologis di mana ada perubahan emosional dan kognitif.
Namun secara keseluruhan, orgasme bisa diartikan sebagai respons tubuh terhadap kesenangan. Pada perempuan, orgasme kadang jadi sesuatu yang sulit dicapai, nyaris mustahil bahkan tidak ditemukan selama berhubungan seksual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, ternyata orgasme tidak selalu berhubungan dengan seks. Pun Anda bisa mencapai jenis-jenis orgasme berikut dengan cara yang tepat.
Adegan seks di video porno membuat sebagian orang menganggap penetrasi yang hebat akan menghasilkan orgasme. Padahal ada yang disebut clitoral orgasm.
Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal NeuroQuantology menyebut orgasme klitoris dihasilkan dari stimulasi langsung pada klitoris. Orgasmenya dideskripsikan sebagai sensasi 'tajam', 'meledak', dan terasa di area tersebut.
Ingin merasakan orgasme klitoris? Janet Wolfe, terapis seks yang berbasis di New York City, menyarankan untuk memperbanyak solo sex alias masturbasi.
Masturbasi membantu Anda menemukan gerakan atau stimulasi yang pas. Dari sini, Anda bisa mengkomunikasikan ke pasangan untuk bisa mewujudkan orgasme.
2. Vaginal orgasm
Bicara soal vaginal orgasm berarti mengaitkannya dengan G-spot. Orgasme satu ini dihasilkan dari stimulasi pada 'G-spot' lewat penetrasi. Tidak semua perempuan memperoleh orgasme lewat penetrasi.
Studi menyebut, vaginal orgasm seolah dirasakan seluruh tubuh dan bertahan lebih lama daripada clitoral orgasm. Perempuan yang mengalami vaginal orgasm juga melaporkan kemungkinan multiple orgasm (orgasme simultan).
Bagaimana cara mencapai vaginal orgasm?
Pertama, Anda harus menemukan G-spot. Para peneliti menyebut G-spot berada di dinding depan vagina. Penetrasi dari belakang bakal memungkinkan stimulasi di area ini.
Simak jenis orgasme lainnya di halaman berikut.
Jenis-jenis orgasme.
3. Blended orgasm
Blended orgasm atau orgasme campuran merupakan campuran dari orgasme klitoris dan orgasme vagina. Keduanya berlangsung secara simultan. Ini bisa berlangsung selama 1-15 menit dan diakhiri dengan 'giant orgasm'.
Hanya saja, upaya untuk mencapai orgasme satu ini harus 'double'.
"Beberapa perempuan menemukan posisi terbaik untuk orgasme adalah missionary karena klitoris mereka juga tergesek selama penetrasi," kata Jane Greer, terapis seks dan pernikahan yang berbasis di New York, seperti dikutip Prevention.
Orgasme nyatanya tidak hanya diperoleh dari hubungan seks. Coregasm dirangsang dari aktivitas fisik atau olahraga. Perempuan yang mengalami orgasme satu ini menyebutnya kurang intens tetapi tetap menyenangkan.
Debby Herbenick, peneliti seks dan penulis, menyarankan untuk memilih olahraga kardio dan fokus pada 'core'.
Tipe olahraga yang disarankan misal mengangkat kaki untuk menguatkan tubuh bagian bawah. Kemudian saat merasa mencapai titik lelah, sebaiknya lanjutkan sehingga Anda akan merasakan kesenangan.
5. Skin orgasm
Pernah merasa merinding berkat lagu yang indah atau suara yang menyentuh? Anda kemungkinan mengalami skin orgasm. Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Psychology, sensasi ini disebut 'frissons' di mana musik memberikan efek serupa rasa geli.
Peneliti meyakini sensasi ini timbul akibat perubahan pada musik seperti perubahan kunci, lompatan nada atau apapun yang memicu perubahan.
Orgasme kulit hanya berhubungan dengan musik klasik di mana ada permainan crescendo dan perubahan chord. Namun penulis studi juga menghubungkan skin orgasm dengan musik yang memang familiar buat orang.
Jakarta, CNN Indonesia --
Obrolan soal sekskadang dianggap tabu dan memalukan, apalagi soal orgasme. Padahal, orgasme dianggap sebagai puncaknya seks.
Sebagaimana dilansir Medical News Today, definisi orgasme bisa dilihat dari kacamata medis meliputi perubahan fisiologi tubuh, juga kacamata psikologis di mana ada perubahan emosional dan kognitif.
Namun secara keseluruhan, orgasme bisa diartikan sebagai respons tubuh terhadap kesenangan. Pada perempuan, orgasme kadang jadi sesuatu yang sulit dicapai, nyaris mustahil bahkan tidak ditemukan selama berhubungan seksual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, ternyata orgasme tidak selalu berhubungan dengan seks. Pun Anda bisa mencapai jenis-jenis orgasme berikut dengan cara yang tepat.
Adegan seks di video porno membuat sebagian orang menganggap penetrasi yang hebat akan menghasilkan orgasme. Padahal ada yang disebut clitoral orgasm.
Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal NeuroQuantology menyebut orgasme klitoris dihasilkan dari stimulasi langsung pada klitoris. Orgasmenya dideskripsikan sebagai sensasi 'tajam', 'meledak', dan terasa di area tersebut.
Ingin merasakan orgasme klitoris? Janet Wolfe, terapis seks yang berbasis di New York City, menyarankan untuk memperbanyak solo sex alias masturbasi.
Masturbasi membantu Anda menemukan gerakan atau stimulasi yang pas. Dari sini, Anda bisa mengkomunikasikan ke pasangan untuk bisa mewujudkan orgasme.
2. Vaginal orgasm
Bicara soal vaginal orgasm berarti mengaitkannya dengan G-spot. Orgasme satu ini dihasilkan dari stimulasi pada 'G-spot' lewat penetrasi. Tidak semua perempuan memperoleh orgasme lewat penetrasi.
Studi menyebut, vaginal orgasm seolah dirasakan seluruh tubuh dan bertahan lebih lama daripada clitoral orgasm. Perempuan yang mengalami vaginal orgasm juga melaporkan kemungkinan multiple orgasm (orgasme simultan).
Bagaimana cara mencapai vaginal orgasm?
Pertama, Anda harus menemukan G-spot. Para peneliti menyebut G-spot berada di dinding depan vagina. Penetrasi dari belakang bakal memungkinkan stimulasi di area ini.
Simak jenis orgasme lainnya di halaman berikut.
Jenis-jenis orgasme
Orgasme tidak selalu berhubungan dengan seks. Berikut jenis-jenis orgasme. (iStockphoto)
Jenis-jenis orgasme.
3. Blended orgasm
Blended orgasm atau orgasme campuran merupakan campuran dari orgasme klitoris dan orgasme vagina. Keduanya berlangsung secara simultan. Ini bisa berlangsung selama 1-15 menit dan diakhiri dengan 'giant orgasm'.
Hanya saja, upaya untuk mencapai orgasme satu ini harus 'double'.
"Beberapa perempuan menemukan posisi terbaik untuk orgasme adalah missionary karena klitoris mereka juga tergesek selama penetrasi," kata Jane Greer, terapis seks dan pernikahan yang berbasis di New York, seperti dikutip Prevention.
Orgasme nyatanya tidak hanya diperoleh dari hubungan seks. Coregasm dirangsang dari aktivitas fisik atau olahraga. Perempuan yang mengalami orgasme satu ini menyebutnya kurang intens tetapi tetap menyenangkan.
Debby Herbenick, peneliti seks dan penulis, menyarankan untuk memilih olahraga kardio dan fokus pada 'core'.
Tipe olahraga yang disarankan misal mengangkat kaki untuk menguatkan tubuh bagian bawah. Kemudian saat merasa mencapai titik lelah, sebaiknya lanjutkan sehingga Anda akan merasakan kesenangan.
5. Skin orgasm
Pernah merasa merinding berkat lagu yang indah atau suara yang menyentuh? Anda kemungkinan mengalami skin orgasm. Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Psychology, sensasi ini disebut 'frissons' di mana musik memberikan efek serupa rasa geli.
Peneliti meyakini sensasi ini timbul akibat perubahan pada musik seperti perubahan kunci, lompatan nada atau apapun yang memicu perubahan.
Orgasme kulit hanya berhubungan dengan musik klasik di mana ada permainan crescendo dan perubahan chord. Namun penulis studi juga menghubungkan skin orgasm dengan musik yang memang familiar buat orang.