5 Manfaat Penggunaan Smart Watch Buat Kesehatan
3. Monitor kondisi tubuh tidak hanya saat olahraga
Selama ini penggunaan smart watch diasosiasikan dengan aktivitas olahraga. Padahal dengan berbagai fiturnya, smart watch bisa memantau kondisi tubuh seharian mulai dari bangun tidur, bekerja, istirahat juga tidur di malam hari.
Tidak heran ada label smart watch yang meminta penggunanya untuk sama sekali tidak melepas jam termasuk saat mandi.
Terkait kebiasaan tidur, fitur smart watch akan berbeda tergantung label maupun tipe. Namun umumnya fitur akan meliputi, durasi tidur, kualitas tidur, fase tidur, juga faktor lingkungan (temperatur ruangan atau pencahayaan).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebanyakan fitur sleep tracker membuat perkiraan seberapa lama Anda tidur," kata Alan Schwartz, direktur Sleep Disorder Center di Johns Hopkins Bayview Medical Center, mengutip dari Hopkins Medicine.
Kendati demikian, fitur bisa memberikan informasi mengenai kebiasaan atau pola tidur.
4. Menghindari overtraining
Denyut jantung normal memang berkisar di 60-100 denyut per menit. Namun untuk memperoleh manfaat kesehatan terutama jantung, olahraga perlu dilakukan di zona latihan (training zone).
Saat olahraga melebihi zona latihan atau overtraining, bukan manfaat yang diperoleh tapi malah bahaya.
Zona latihan dihitung 50-70 persen dari denyut jantung maksimal. Sementara denyut jantung maksimal akan berbeda tergantung usia. Sebagai contoh, usia 60 tahun dan ingin olahraga.
Zona latihan akan dihitung 220-usia atau 220-60 hasilnya denyut jantung maksimal 160 per menit.
Perhitungan zona latihan 50-70 persen denyut jantung maksimal berarti 80-112 denyut jantung per menit. Sebaiknya pantau dengan smart watch untuk mengetahui denyut jantung (heart rate) agar jangan sampai melebihi 112.
5. Monitor siklus hormonal perempuan
Grace mengatakan penggunaan smart watch pada perempuan akan membantu memantau siklus hormonal atau haid. Fitur biasanya akan memperkirakan kapan Anda akan masuk periode haid sehingga bisa mengatur aktivitas.
Sebagian perempuan kadang merasa lebih mudah lelah ketika haid tiba sehingga perlu menghindari aktivitas fisik berlebihan.
"Bagi perempuan yang aktif, diperhatikan agar jangan sampai terlalu lelah. Saya juga menggunakan smart watch sesederhana ingin tahu sehari ini saya sudah jalan berapa langkah," imbuhnya.
(els/agn)[Gambas:Video CNN]
Teknologi masa kini memungkinkan segala informasi ada dalam satu genggaman. Bahkan kondisi kesehatan pun bisa dipantau bermodal jam tangan pintar alias smart watch. Berikut manfaat penggunaan smart watch buat kesehatan.
Dokter kesehatan olahraga, Grace Joselini Corlesa menuturkan keberadaan smart watch turut memudahkan pasiennya, khususnya atlet, untuk mengecek kondisi tubuh mereka.
"Sebelum pandemi pun, saya ketemu pasien, atlet, saya selalu menyarankan untuk ukur nadi, heart rate monitor. Yang paling gampang ya dengan smart watch," kata Grace dalam temu media bersama Garmin, Rabu (29/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bermodal informasi dari smart watch, Grace jadi bisa melihat hasil monitoring kondisi tubuh pasiennya. Anda pun bisa menggunakan smart watch sebagai modal informasi saat kunjungan ke dokter. Tak hanya itu, nyatanya gawai satu ini juga memberikan manfaat lain.
Berikut lima manfaat penggunaan smart watch buat kesehatan.
1. Cek denyut jantung
Smart watch biasanya dilengkapi berbagai fitur untuk memantau kondisi tubuh dalam berbagai aktivitas. Salah satu fitur yang bermanfaat untuk kesehatan adalah heart rate monitoring atau pemantauan denyut jantung.
Sebenarnya denyut jantung bisa diukur secara manual, tetapi dengan fitur smart watch ini jadi hal yang praktis dilakukan. Dalam kondisi normal tanpa aktivitas berat, denyut jantung pada orang dewasa berkisar 60-100 denyut per menit.
Pantauan rutin perlu dilakukan sebab angka di bawah 60 dan di atas 100 bisa mengindikasikan masalah kesehatan. Sebagaimana dilansir Mayo Clinic, denyut jantung yang konsisten di atas 100 per menit bisa jadi Anda dalam kondisi takikardia.
Sedangkan jika kondisi konsisten di bawah 60 per menit berarti kondisi bikardia. Kondisi ini perlu dikonsultasikan ke dokter apalagi ditambah kondisi klinis seperti, kepala pening, sesak hingga hilang kesadaran.
2. Mengetahui saturasi oksigen
Saat ini saturasi oksigen jadi salah satu elemen kesehatan yang begitu diperhatikan. Sebagian besar orang bahkan membeli oxymeter agar bisa memantau kondisi saturasi oksigen dalam darah.
Namun sebenarnya smart watch pun menyediakan fitur ini dan bisa dijadikan alat pengecekan awal.
"Cek saturasi oksigen harus dalam kondisi diam ya, baru bisa akurasi. Mengukur dengan smart watch cukup akurat untuk monitoring," kata Grace.
Simak manfaat lainnya penggunaan smart watch buat kesehatan di halaman berikut.
Monitor kondisi tubuh tidak hanya saat olahraga
Kondisi kesehatan bisa dipantau bermodal jam tangan pintar alias smart watch. Berikut lima manfaat penggunaan smart watch buat kesehatan. (iStock/Prostock-Studio)
3. Monitor kondisi tubuh tidak hanya saat olahraga
Selama ini penggunaan smart watch diasosiasikan dengan aktivitas olahraga. Padahal dengan berbagai fiturnya, smart watch bisa memantau kondisi tubuh seharian mulai dari bangun tidur, bekerja, istirahat juga tidur di malam hari.
Tidak heran ada label smart watch yang meminta penggunanya untuk sama sekali tidak melepas jam termasuk saat mandi.
Terkait kebiasaan tidur, fitur smart watch akan berbeda tergantung label maupun tipe. Namun umumnya fitur akan meliputi, durasi tidur, kualitas tidur, fase tidur, juga faktor lingkungan (temperatur ruangan atau pencahayaan).
"Kebanyakan fitur sleep tracker membuat perkiraan seberapa lama Anda tidur," kata Alan Schwartz, direktur Sleep Disorder Center di Johns Hopkins Bayview Medical Center, mengutip dari Hopkins Medicine.
Kendati demikian, fitur bisa memberikan informasi mengenai kebiasaan atau pola tidur.
4. Menghindari overtraining
Denyut jantung normal memang berkisar di 60-100 denyut per menit. Namun untuk memperoleh manfaat kesehatan terutama jantung, olahraga perlu dilakukan di zona latihan (training zone).
Saat olahraga melebihi zona latihan atau overtraining, bukan manfaat yang diperoleh tapi malah bahaya.
Zona latihan dihitung 50-70 persen dari denyut jantung maksimal. Sementara denyut jantung maksimal akan berbeda tergantung usia. Sebagai contoh, usia 60 tahun dan ingin olahraga.
Zona latihan akan dihitung 220-usia atau 220-60 hasilnya denyut jantung maksimal 160 per menit.
Perhitungan zona latihan 50-70 persen denyut jantung maksimal berarti 80-112 denyut jantung per menit. Sebaiknya pantau dengan smart watch untuk mengetahui denyut jantung (heart rate) agar jangan sampai melebihi 112.
5. Monitor siklus hormonal perempuan
Grace mengatakan penggunaan smart watch pada perempuan akan membantu memantau siklus hormonal atau haid. Fitur biasanya akan memperkirakan kapan Anda akan masuk periode haid sehingga bisa mengatur aktivitas.
Sebagian perempuan kadang merasa lebih mudah lelah ketika haid tiba sehingga perlu menghindari aktivitas fisik berlebihan.
"Bagi perempuan yang aktif, diperhatikan agar jangan sampai terlalu lelah. Saya juga menggunakan smart watch sesederhana ingin tahu sehari ini saya sudah jalan berapa langkah," imbuhnya.