Jakarta, CNN Indonesia -- Saat berkunjung ke Provinsi Sanliurfa di Turki, Halfeti menjadi salah satu destinasi wisata alam dan sejarah yang rasanya sayang untuk dilewatkan.
Halfeti merupakan objek wisata alam dengan lanskap tebing batu dan sungai, yang sempat menjadi saksi bisu peradaban manusia di tenggara Turki.
Yang unik dari Halfeti, kota ini dulunya sempat eksis di daratan sebelum direndam oleh proyek bendungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wisatawan bisa melihat sisa-sisa kota ini di bawah sungainya yang jernih.
Halfeti ditenggelamkan untuk proyek Bendungan Birecik, yang beroperasi pada 1990-an. Penduduk kota lalu dipindahkan ke kawasan lain yang berjarak 15 kilometer dari sini.
Hingga kemudian muncul sebutan New Halfeti (Halfeti Baru) dan Old Halfeti (Halfeti Lama).
Mengulik dari sejarahnya, Anda perlu kembali ke 855 Sebelum Masehi, ketika Raja Asyur Shalmaneser II pertama kali mendirikan pemukiman di kawasan Old Halfeti.
Selama era Romawi, sebuah pemukiman dengan nama Akamai berkembang pesat, kemudian berubah menjadi Koyla.
Setelah periode Romawi, kota ini menyaksikan banyak peradaban termasuk Sassania, Arab, Umayyah dan Abbasiyah yang memerintah wilayah tersebut dari abad ke-6 hingga ke-8 Masehi.
Pada abad ke-11, Seljuk mengambil alih Halfeti dan pada abad ke-16 menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman.
Pada tahun 2013, kota ini diberikan keanggotaan gerakan Cittaslow atau "kota lambat". Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kenikmatan hidup dengan memperlambat langkah dan berfokus pada kualitas daripada kuantitas.
Gerakan ini memilih kota-kota kecil (dengan populasi di bawah 50 ribu) dan mendukung pemerintah daerah dalam pengembangan dan perlindungan tradisi, masakan, dan alam.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Menatap Kota dalam Sungai dan Mawar Hitam di Turki
Old Halfeti (Halfeti Lama) merupakan pemukiman kuno yang tenggelam di Turki. Mawar hitam tumbuh di sana sepanjang musim panas. (iStockphoto/undefined undefined)
Old Halfeti dapat dicapai dengan menyewa salah satu perahu kecil di sepanjang pantai. Tarif sewanya mulai dari 30-100 lira per orang dalam satu perahu, tergantung jumlah orang yang naik. Semakin banyak, semakin murah.
Selama perjalanan di atas perahu, Anda dapat menyaksikan pemandangan rumah batu yang semi-tenggelam, pohon, menara, dan monumen bersejarah seperti kastil dan istana tua yang benar-benar menakjubkan.
Menara setengah cekung Savasan Koy adalah salah satu yang paling ikonis dari Halfeti.
Anda juga dapat menikmati pemandangan unik dari jembatan gantung sepanjang 135 meter di atas Bendungan Halfeti.
Terdapat juga Rumkale, sebuah benteng kuno yang dibangun oleh Asyur dan kemudian digunakan oleh panglima perang Bizantium dan Armenia selama Abad Pertengahan.
Selain nilai sejarah dan arsitekturnya, kota ini juga terkenal dengan bunga mawar hitamnya.
Mawar yang sangat langka ini muncul dalam jumlah kecil di musim panas, dan hanya tumbuh di Old Halfeti, karena kondisi tanah yang unik serta tingkat pH air Sungai Efrat yang sesuai.
Mawar pertama kali mekar berwarna merah tua di musim semi, namun berubah menjadi hitam ketika musim panas tiba.
Sayangnya, saat ini tumbuhan unik itu hampir punah seiring dengan tenggelamnya Old Halfeti.
Selain menikmati pemandangan di atas air, Anda juga bisa menghabiskan waktu dengan bersantap di sejumlah restoran kecil, di mana Anda dapat mencicipi masakan lokal, terutama kebab Halfeti dengan seduhan teh atau kopi Turki yang khas.
[Gambas:Video CNN]