8 Destinasi yang Menginspirasi Kisah Misteri Agatha Christie
CNN Indonesia
Rabu, 22 Sep 2021 14:54 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Torquay, Inggris, kampung halaman penulis novel misteri Agatha Christie. (iStockphoto/BerndBrueggemann)
Jakarta, CNN Indonesia --
Lahir di Torquay, Inggris, tahun 1890 dan wafat pada tahun 1976, Agatha Christie ialah penulis novel yang telah merilis 66 novel detektif dan 14 cerita pendek yang telah terjual lebih dari dua miliar eksemplar - jumlah yang hanya dilampaui oleh Alkitab dan karya-karya William Shakespeare.
Seperti banyak penulis, Agatha Christie sering menjadikan tempat yang pernah dikunjunginya sebagai lokasi cerita dalam novelnya.
Sementara karakter Miss Marple lebih sering berada di Inggris, detektif Belgia Hercule Poirot melakukan perjalanan "destinasi eksotis" untuk mengungkap kebenaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut delapan destinasi wisata yang wajib didatangi penggemar sosok dan karya Agatha Christie:
Kota Torquay ialah tempat kelahiran Christie. Kota pesisir di Devon ini ialah lokasi Festival Agatha Christie Internasional tahunan.
Jangan tinggalkan Torquay tanpa menyelesaikan The Agatha Christie Mile - diluncurkan pada tahun 1990 untuk menandai satu abad kelahirannya.
Rute perjalanan ini membawa wisatawan ke 11 tempat penting dalam kehidupan Christie, termasuk The Grand Hotel, yang memiliki Agatha Christie Suite (dia menghabiskan bulan madunya di sini); Princess Gardens, sering dikunjungi oleh Christie dan lokasi utama dalam 'The ABC Murders' (1936); dan Museum Torquay, rumah bagi manuskrip, foto asli, dan kostum yang dikenakan oleh aktor seperti David Suchet dalam program televisi 'Poirot' (1989-2013).
Kapal pesiar Sungai Nil ala Agatha Christie. (AFP/KHALED DESOUKI)
2. Sungai Nil, Mesir
'Death on the Nile' adalah salah satu novel Christie yang paling sukses, dan telah berkali-kali diadaptasi untuk televisi dan layar lebar.
Poirot kembali, kali ini di ibu kota Mesir, Cairo. Di sana, dia naik perahu untuk berlayar santai di Nil dan selesai menyelidiki tiga pembunuhan.
Pada abad ke-19, pelopor perjalanan Thomas Cook memperkenalkan perjalanan kapal uap yang memotong perjalanan semacam itu dari beberapa bulan menjadi kurang dari tiga minggu.
Sejak saat itu, wisatawan berbondong-bondong berbondong-bondong, ingin menikmati transit tanpa kerumitan di sepanjang sungai terpanjang di dunia, dengan berhenti untuk menjelajahi Lembah Para Raja, Abu Simbel, dan pemandangan kuno lainnya.
Christie menulis kisah novel ini dari The Old Cataract Hotel di Aswan.
Dibangun pada tahun 1899, berdiri dengan megah di tepi timur Sungai Nil yang menghadap ke Pulau Elephantine.
Pemandangan pepohonan palem dan kapal kayu (feluccas) yang menyambut para pelancong hari ini tidak berubah dari zaman Christie.
Pera Palace Hotel. (iStockphoto/tamer)
3. Pera Palace Hotel di Istanbul, Turki
Rumor mengatakan bahwa kamar 411 di Pera Palace Hotel, Istanbul, adalah tempat Christie menulis salah satu novelnya yang paling terkenal, 'Murder on the Orient Express' (1934).
Hotel megah, terletak di distrik kota Beyoglu, dibangun untuk menampung mereka yang bepergian dengan Orient Express dari Paris dan London ke Istanbul.
Kereta wisata ini masih menawarkan 'The Agatha Christie Room', lengkap dengan potret, perpustakaan buku-bukunya dan replika mesin tiknya.
Pada tahun 1979, semua mata tertuju pada kamar 411 ketika media Hollywood mengklaim bahwa hantu mendiang Christie mengatakan kepadanya bahwa di bawah papan lantai ada kunci untuk buku harian yang merinci kasus hilangnya dirinya pada tahun 1926.
Anehnya, sebuah kunci ditemukan, tapi buku harian itu tidak. Christie sendiri melakukan perjalanan dengan Orient Express pada tahun 1928, yang merupakan perjalanan solo pertamanya di luar Inggris.
Prancis Selatan. (iStockphoto/Andrei Vasilev)
4. Prancis Selatan
Kemewahan adalah inti dari novel Christie yang dirilis tahun 1928, 'The Mystery of the Blue Train'.
Detektif Poirot menaiki Le Train Bleu di Paris untuk menuju ke kawasan selatan, Riviera.
Hingga saat ini, kota-kota cantik seperti St Tropez dan Menton ramai didatangi wisatawan yang ingin menikmati wisata bahari.
Namun, dalam novel Christie, seseorang mencekik seorang ahli waris asal Amerika dan mencuri sebuah batu delima yang berharga, sehingga Poirot harus memecahkan misteri itu.
Meskipun tidak ada kereta sehari semalam dari ibu kota ke Riviera, masih memungkinkan untuk mencapai Menton dengan kereta api.
Untuk memeriahkan perjalanan, bersantaplah di restoran Le Train Bleu yang penuh hiasan mewah sebelum meninggalkan stasiun Gare de Lyon Paris.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
5. Pegunungan Alpen Swiss
Poirot berakhir di Swiss untuk beberapa bagian dari seri cerita pendek 'The Labors of Hercules'.
Dalam 'The Arcadian Deer', ia mengikuti petunjuk dalam perburuan penari balet yang hilang yang membawanya ke resor fiktif Vagray Les Alpes; dalam sekuel 'The Erymanthian Boar', dia telah jalan-jalan di Chamonix, Montreux dan Andermatt - yang ada di kehidupan nyata. Kemudian Poirot melakukan perjalanan ke Avines, Caurouchet dan Rochers Neiges.
Naik kereta dari Montreux bisa dilakukan untuk nostalgia perjalanan Poirot. Sepanjang perjalanan, mata akan dimanjakan oleh pemandangan Danau Jenewa sampai Pegunungan Alpen.
Kali ini Miss Marple yang ke luar negeri. Setelah sakit, keponakannya mentraktirnya berlibur di pulau fiksi di Karibia, St. Honoré.
Dalam novel 'A Caribbean Mystery', protagonis tua itu tinggal di Golden Palm Resort dan mengetahui tentang seorang pria yang lolos dari pembunuhan saat dia memulai percakapan dengan sesama turis, Mayor Palgrave.
Ketika dia dibunuh, Miss Marple mulai memecahkan misteri itu sendiri.
St Honoré tidak ada dalam kehidupan nyata, tetapi Christie melakukan perjalanan ke Barbados pada tahun 1956 dan tinggal di Coral Reef Club yang mewah, yang disebut menjadi inspirasinya dalam menulis seri novel ini.
Karibia. (iStockphoto/NAPA74)
7. Burgh Island, Inggris
Pulau terpencil ini, yang terletak di lepas pantai selatan Devon, adalah keglamoran dunia lama dan latar untuk dua novel Christie, 'And Then There Were None' (1939) dan 'Evil Under the Sun' (1941).
Pulau ini bisa dicapai melalui sebidang tanah sempit saat air surut, dan, begitu permukaan air naik, hanya dapat diakses dengan traktor laut hidrolik yang unik.
Tempat yang wajib dikunjungi termasuk Burgh Island Hotel bergaya art-deco (di mana wisatawan akan menemukan Agatha's Beach House, dibangun sebagai tempat peristirahatan bagi penulis), yang memiliki kamar tidur yang dinamai berdasarkan detektif paling terkenalnya: Hercule Poirot dan Jane Marple.
Burgh Island. (iStockphoto/Will Tudor)
8. The Old Swan Hotel di Harrogate, Inggris
Ketika Christie menghilang secara misterius dari rumahnya di Berkshire selama 11 hari pada tahun 1926, hal itu memicu perburuan yang membuat kisah hidupnya mirip dalam karakter novelnya.
Lebih dari 1.000 petugas polisi ditugaskan untuk menemukannya, dan bahkan Arthur Conan Doyle, penulis cerita 'Sherlock Holmes', terlibat dalam pencarian.
Christie akhirnya ditemukan di The Old Swan Hotel di Harrogate, tanpa ingat bagaimana dia sampai di sana.
Saat ini, hotel itu menawarkan kegiatan wisata misteri bagi pecinta Christie.
Pusat bersejarah Harrogate juga dapat dicapai dengan berjalan kaki singkat, dan merupakan rumah bagi taman-taman hijau, tempat-tempat bersejarah, dan pemandian Turki.
The Old Swan Hotel. (Jooniur via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0))
Lahir di Torquay, Inggris, tahun 1890 dan wafat pada tahun 1976, Agatha Christie ialah penulis novel yang telah merilis 66 novel detektif dan 14 cerita pendek yang telah terjual lebih dari dua miliar eksemplar - jumlah yang hanya dilampaui oleh Alkitab dan karya-karya William Shakespeare.
Seperti banyak penulis, Agatha Christie sering menjadikan tempat yang pernah dikunjunginya sebagai lokasi cerita dalam novelnya.
Sementara karakter Miss Marple lebih sering berada di Inggris, detektif Belgia Hercule Poirot melakukan perjalanan "destinasi eksotis" untuk mengungkap kebenaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut delapan destinasi wisata yang wajib didatangi penggemar sosok dan karya Agatha Christie:
Kota Torquay ialah tempat kelahiran Christie. Kota pesisir di Devon ini ialah lokasi Festival Agatha Christie Internasional tahunan.
Jangan tinggalkan Torquay tanpa menyelesaikan The Agatha Christie Mile - diluncurkan pada tahun 1990 untuk menandai satu abad kelahirannya.
Rute perjalanan ini membawa wisatawan ke 11 tempat penting dalam kehidupan Christie, termasuk The Grand Hotel, yang memiliki Agatha Christie Suite (dia menghabiskan bulan madunya di sini); Princess Gardens, sering dikunjungi oleh Christie dan lokasi utama dalam 'The ABC Murders' (1936); dan Museum Torquay, rumah bagi manuskrip, foto asli, dan kostum yang dikenakan oleh aktor seperti David Suchet dalam program televisi 'Poirot' (1989-2013).
Kapal pesiar Sungai Nil ala Agatha Christie. (AFP/KHALED DESOUKI)
2. Sungai Nil, Mesir
'Death on the Nile' adalah salah satu novel Christie yang paling sukses, dan telah berkali-kali diadaptasi untuk televisi dan layar lebar.
Poirot kembali, kali ini di ibu kota Mesir, Cairo. Di sana, dia naik perahu untuk berlayar santai di Nil dan selesai menyelidiki tiga pembunuhan.
Pada abad ke-19, pelopor perjalanan Thomas Cook memperkenalkan perjalanan kapal uap yang memotong perjalanan semacam itu dari beberapa bulan menjadi kurang dari tiga minggu.
Sejak saat itu, wisatawan berbondong-bondong berbondong-bondong, ingin menikmati transit tanpa kerumitan di sepanjang sungai terpanjang di dunia, dengan berhenti untuk menjelajahi Lembah Para Raja, Abu Simbel, dan pemandangan kuno lainnya.
Christie menulis kisah novel ini dari The Old Cataract Hotel di Aswan.
Dibangun pada tahun 1899, berdiri dengan megah di tepi timur Sungai Nil yang menghadap ke Pulau Elephantine.
Pemandangan pepohonan palem dan kapal kayu (feluccas) yang menyambut para pelancong hari ini tidak berubah dari zaman Christie.
Pera Palace Hotel. (iStockphoto/tamer)
3. Pera Palace Hotel di Istanbul, Turki
Rumor mengatakan bahwa kamar 411 di Pera Palace Hotel, Istanbul, adalah tempat Christie menulis salah satu novelnya yang paling terkenal, 'Murder on the Orient Express' (1934).
Hotel megah, terletak di distrik kota Beyoglu, dibangun untuk menampung mereka yang bepergian dengan Orient Express dari Paris dan London ke Istanbul.
Kereta wisata ini masih menawarkan 'The Agatha Christie Room', lengkap dengan potret, perpustakaan buku-bukunya dan replika mesin tiknya.
Pada tahun 1979, semua mata tertuju pada kamar 411 ketika media Hollywood mengklaim bahwa hantu mendiang Christie mengatakan kepadanya bahwa di bawah papan lantai ada kunci untuk buku harian yang merinci kasus hilangnya dirinya pada tahun 1926.
Anehnya, sebuah kunci ditemukan, tapi buku harian itu tidak. Christie sendiri melakukan perjalanan dengan Orient Express pada tahun 1928, yang merupakan perjalanan solo pertamanya di luar Inggris.
Prancis Selatan. (iStockphoto/Andrei Vasilev)
4. Prancis Selatan
Kemewahan adalah inti dari novel Christie yang dirilis tahun 1928, 'The Mystery of the Blue Train'.
Detektif Poirot menaiki Le Train Bleu di Paris untuk menuju ke kawasan selatan, Riviera.
Hingga saat ini, kota-kota cantik seperti St Tropez dan Menton ramai didatangi wisatawan yang ingin menikmati wisata bahari.
Namun, dalam novel Christie, seseorang mencekik seorang ahli waris asal Amerika dan mencuri sebuah batu delima yang berharga, sehingga Poirot harus memecahkan misteri itu.
Meskipun tidak ada kereta sehari semalam dari ibu kota ke Riviera, masih memungkinkan untuk mencapai Menton dengan kereta api.
Untuk memeriahkan perjalanan, bersantaplah di restoran Le Train Bleu yang penuh hiasan mewah sebelum meninggalkan stasiun Gare de Lyon Paris.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
8 Destinasi yang Menginspirasi Kisah Misteri Agatha Christie
Pegunungan Alpen di Swiss juga menjadi salah satu inspirasi Agatha Christie. (iStockphoto/mbbirdy)
5. Pegunungan Alpen Swiss
Poirot berakhir di Swiss untuk beberapa bagian dari seri cerita pendek 'The Labors of Hercules'.
Dalam 'The Arcadian Deer', ia mengikuti petunjuk dalam perburuan penari balet yang hilang yang membawanya ke resor fiktif Vagray Les Alpes; dalam sekuel 'The Erymanthian Boar', dia telah jalan-jalan di Chamonix, Montreux dan Andermatt - yang ada di kehidupan nyata. Kemudian Poirot melakukan perjalanan ke Avines, Caurouchet dan Rochers Neiges.
Naik kereta dari Montreux bisa dilakukan untuk nostalgia perjalanan Poirot. Sepanjang perjalanan, mata akan dimanjakan oleh pemandangan Danau Jenewa sampai Pegunungan Alpen.
Kali ini Miss Marple yang ke luar negeri. Setelah sakit, keponakannya mentraktirnya berlibur di pulau fiksi di Karibia, St. Honoré.
Dalam novel 'A Caribbean Mystery', protagonis tua itu tinggal di Golden Palm Resort dan mengetahui tentang seorang pria yang lolos dari pembunuhan saat dia memulai percakapan dengan sesama turis, Mayor Palgrave.
Ketika dia dibunuh, Miss Marple mulai memecahkan misteri itu sendiri.
St Honoré tidak ada dalam kehidupan nyata, tetapi Christie melakukan perjalanan ke Barbados pada tahun 1956 dan tinggal di Coral Reef Club yang mewah, yang disebut menjadi inspirasinya dalam menulis seri novel ini.
Karibia. (iStockphoto/NAPA74)
7. Burgh Island, Inggris
Pulau terpencil ini, yang terletak di lepas pantai selatan Devon, adalah keglamoran dunia lama dan latar untuk dua novel Christie, 'And Then There Were None' (1939) dan 'Evil Under the Sun' (1941).
Pulau ini bisa dicapai melalui sebidang tanah sempit saat air surut, dan, begitu permukaan air naik, hanya dapat diakses dengan traktor laut hidrolik yang unik.
Tempat yang wajib dikunjungi termasuk Burgh Island Hotel bergaya art-deco (di mana wisatawan akan menemukan Agatha's Beach House, dibangun sebagai tempat peristirahatan bagi penulis), yang memiliki kamar tidur yang dinamai berdasarkan detektif paling terkenalnya: Hercule Poirot dan Jane Marple.
Burgh Island. (iStockphoto/Will Tudor)
8. The Old Swan Hotel di Harrogate, Inggris
Ketika Christie menghilang secara misterius dari rumahnya di Berkshire selama 11 hari pada tahun 1926, hal itu memicu perburuan yang membuat kisah hidupnya mirip dalam karakter novelnya.
Lebih dari 1.000 petugas polisi ditugaskan untuk menemukannya, dan bahkan Arthur Conan Doyle, penulis cerita 'Sherlock Holmes', terlibat dalam pencarian.
Christie akhirnya ditemukan di The Old Swan Hotel di Harrogate, tanpa ingat bagaimana dia sampai di sana.
Saat ini, hotel itu menawarkan kegiatan wisata misteri bagi pecinta Christie.
Pusat bersejarah Harrogate juga dapat dicapai dengan berjalan kaki singkat, dan merupakan rumah bagi taman-taman hijau, tempat-tempat bersejarah, dan pemandian Turki.
The Old Swan Hotel. (Jooniur via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0))