Kolam Balikligol di Sanliurfa, Turki, yang sering disebut "Kota Nabi". (iStockphoto/Ozbalci)
Jakarta, CNN Indonesia --
Istanbul sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata peninggalan sejarah di antara Selat Bosphorus, yang memisahkan benua Asia dan Eropa.
Tapi beranjak ke tenggara Turki, ada Provinsi Sanliurfa yang juga bisa dikunjungi demi merunut sejarah peradaban manusia di negara ini.
Sanliurfa adalah "nama baru" kawasan ini semenjak tahun 1984, setelah sebelumnya bernama Urfa. Sanliurfa sendiri memiliki makna 'Urfa yang Megah'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kawasan ini dikenal sebagai saksi bisu percampuran budaya pada masa Perjanjian Lama dan Keislaman. Bahkan banyak yang menyebutnya "Kota Nabi".
Bagi yang berkesempatan wisata ke Turki usai pandemi virus Corona mereda, berikut sejumlah objek wisata yang bisa dikunjungi di Sanliurfa, sebagaimana yang dikutip dari ANTARA dan situs Badan Pariwisata Turki pada Rabu (13/10):
Sejak 11.500 tahun yang lalu, Göbeklitepe terletak 15 km timur laut Provinsi Sanliufra.
Tempat ini kerap disebut sebagai "rumah bagi kuil tertua di dunia", dan merupakan salah satu pusat terpenting dari periode Neolitik yang diketahui di dunia.
Komunitas yang hidup dalam keajaiban kuno ini, beralih dari berburu, lalu mengumpul ke sedentisme, dan membangun struktur megalitik yang monumental.
Pilar batu kapur berbentuk huruf 'T' yang terletak di tengah areanya adalah salah satu manifestasi pertama dari arsitektur monumental buatan manusia.
Monumen-monumen tersebut diyakini telah digunakan selama acara sosial dan ritual. Tiang-tiang yang beberapa di antaranya setinggi 5,50 meter ini dihiasi dengan penggambaran hewan liar, pola geometris, dan sedikit penggambaran abstrak manusia.
Terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2018, Göbeklitepe yang mengesankan sekaligus misterius menjanjikan wisatawan perjalanan waktu kembali ke periode yang paling tidak diketahui dalam sejarah manusia.
"Simbolisme dan penggambaran pada monumen di Göbeklitepe memberi tahu kita tentang kompleksitas masyarakat prasejarah saat ini," kata arkeolog sekaligus dosen peneliti arkeologi prasejarah di Institut Arkeologi Jerman di Istanbul, Dr. Lee Clare.
Karahantepe adalah salah satu situs terbaru di Sanliurfa.
Terletak di Taman Nasional Gunung Tek Tek, Karahantepe pertama kali ditemukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh arkeolog Jerman Klaus Schmidt pada tahun 1997.
Sejak penggalian situs seluas 140 ribu mil persegi pertama kali dimulai pada tahun 2019, para peneliti telah menemukan lebih dari 250 pilar batu kapur berbentuk 'T', mirip dengan yang ditemukan di dekat Göbeklitepe, rumah bagi bangunan monumental tertua di dunia.
Meskipun Karahantepe sendiri lebih besar dari Gobeklitepe, kedua situs tersebut berusia kurang lebih sama, yaitu sekitar 10 ribu hingga 11.600 tahun lamanya.
Berdasarkan apa yang peneliti pelajari dari Göbeklitepe dan Karahantepe, diyakini bahwa situs dan artefaknya akan lebih berkontribusi pada pemahaman kita tentang zaman Neolitik dan dampaknya terhadap sejarah manusia.
"Ini adalah penemuan arkeologi yang spektakuler. Bangunan-bangunan itu sangat penting bagi orang-orang pada saat itu," kata kepala penggalian situs Karahantepe sekaligus akademisi Universitas Istanbul, Necmi Karul.
Karahantepe sendiri diperkenalkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Turki bersama Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Turki (TGA) sebagai salah satu situs yang termasuk di proyek Tas Tepeler.
Pusat pengunjung formal di Karahantepe pun direncanakan akan dibuka pada tahun 2022.
Terdiri dari Museum Arkeologi Sanliurfa, Museum Mosaik Haleplibahçe, dan Archaeopark, ini adalah museum terbesar di Turki.
Warisan budaya kawasan ini ditampilkan di 14 ruang pameran utama yang mencakup periode Neolitik hingga era Ottoman.
Wisatawan juga dapat melihat 95 persen artefak yang ditemukan di Karahantepe tahun ini dalam 'Pameran Manusia Karahantepe dan Neolitik' (Karahantepe and Neolithic Human Exhibition) di Museum Arkeologi Sanliurfa.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Pusat kota Sanliurfa memiliki banyak spot untuk dijelajahi.
Di tengah kota, wistawan bisa melihat dengan jelas tempat-tempat yang bisa dikunjungi dan begitu kaya akan nilai sejarah dan ekstetika. Salah satunya adalah Kastil Sanliurfa.
Kastil Sanliurfa diperkirakan dibangun di atas gundukan Neolitik yang berasal dari 9.500 Sebelum Masehi.
Dua kolom Korintus di sini didirikan sebagai struktur peringatan pada abad ke-3 masehi dan menonjol dari kejauhan.
5. Balıklıgöl (Danau Halil ur-Rahman atau Kolam Abraham)
Selain warisan sejarah Neolitik, Sanliurfa juga dikenal sebagai tempat kelahiran Nabi.
Menurut legenda, Nabi Ibrahim (Abraham), bapak dari tiga agama monoteistik utama dunia, dihadang oleh Raja Nimrod saat menghancurkan berhala-berhala pagan.
Nimrod menyuruh Abraham, dikorbankan di atas tumpukan kayu pemakaman, tetapi Tuhan mengubah api menjadi air dan bara api menjadi ikan.
Abraham terlempar ke udara dari tempat kastil itu berdiri, mendarat dengan selamat di hamparan mawar.
Dua kolam air berbentuk persegi panjang, Balıklıgöl dan Ayn-i Zeliha, diisi dengan apa yang diyakini sebagai ikan mas keramat, sedangkan area di sebelah timur ditanami taman mawar yang lebat.
Gua kecil ini adalah salah satu situs ziarah terpenting di Turki. Diyakini oleh banyak umat Islam sebagai tempat kelahiran Nabi Ibrahim, patriark agama-agama Ibrahim, yaitu Yudaisme, Kristen, dan Islam.
Menurut tradisi setempat, Nabi Ibrahim lahir dan disembunyikan dari Raja Nimrod di sini, yang telah menyatakan bahwa semua bayi yang baru lahir harus dibunuh setelah menerima ramalan bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh bayi yang baru lahir.
Di dekat gua, ada Masjid Mevlidi Halil Külliyesi yang bergaya Ottoman dengan dekorasi kaligrafi dan ubin yang indah.
Jangan lupa mengunjungi pasar-pasar tradisional yang berada di Sanliurfa.
Mirip dengan di Indonesia, lapak pedagang di pasar tradisional Sanliurfa menawarkan banyak barang lokal yang unik, mulai dari kerajinan tangan, produk fesyen, dekorasi rumah sampai rempah-rempah.
Gumruk Bazaar merupakan salah satu pasar tradisional yang paling ramai pengunjung di Snaliurfa. Di sini, wisatawan bisa sekaligus menyicipi kuliner khas Turki.
Informasi lebih lanjut mengenai wisata di Sanliurfa, Turki, bisa diketahui melalui link ini.
Istanbul sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata peninggalan sejarah di antara Selat Bosphorus, yang memisahkan benua Asia dan Eropa.
Tapi beranjak ke tenggara Turki, ada Provinsi Sanliurfa yang juga bisa dikunjungi demi merunut sejarah peradaban manusia di negara ini.
Sanliurfa adalah "nama baru" kawasan ini semenjak tahun 1984, setelah sebelumnya bernama Urfa. Sanliurfa sendiri memiliki makna 'Urfa yang Megah'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kawasan ini dikenal sebagai saksi bisu percampuran budaya pada masa Perjanjian Lama dan Keislaman. Bahkan banyak yang menyebutnya "Kota Nabi".
Bagi yang berkesempatan wisata ke Turki usai pandemi virus Corona mereda, berikut sejumlah objek wisata yang bisa dikunjungi di Sanliurfa, sebagaimana yang dikutip dari ANTARA dan situs Badan Pariwisata Turki pada Rabu (13/10):
Sejak 11.500 tahun yang lalu, Göbeklitepe terletak 15 km timur laut Provinsi Sanliufra.
Tempat ini kerap disebut sebagai "rumah bagi kuil tertua di dunia", dan merupakan salah satu pusat terpenting dari periode Neolitik yang diketahui di dunia.
Komunitas yang hidup dalam keajaiban kuno ini, beralih dari berburu, lalu mengumpul ke sedentisme, dan membangun struktur megalitik yang monumental.
Pilar batu kapur berbentuk huruf 'T' yang terletak di tengah areanya adalah salah satu manifestasi pertama dari arsitektur monumental buatan manusia.
Monumen-monumen tersebut diyakini telah digunakan selama acara sosial dan ritual. Tiang-tiang yang beberapa di antaranya setinggi 5,50 meter ini dihiasi dengan penggambaran hewan liar, pola geometris, dan sedikit penggambaran abstrak manusia.
Terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2018, Göbeklitepe yang mengesankan sekaligus misterius menjanjikan wisatawan perjalanan waktu kembali ke periode yang paling tidak diketahui dalam sejarah manusia.
"Simbolisme dan penggambaran pada monumen di Göbeklitepe memberi tahu kita tentang kompleksitas masyarakat prasejarah saat ini," kata arkeolog sekaligus dosen peneliti arkeologi prasejarah di Institut Arkeologi Jerman di Istanbul, Dr. Lee Clare.
Karahantepe adalah salah satu situs terbaru di Sanliurfa.
Terletak di Taman Nasional Gunung Tek Tek, Karahantepe pertama kali ditemukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh arkeolog Jerman Klaus Schmidt pada tahun 1997.
Sejak penggalian situs seluas 140 ribu mil persegi pertama kali dimulai pada tahun 2019, para peneliti telah menemukan lebih dari 250 pilar batu kapur berbentuk 'T', mirip dengan yang ditemukan di dekat Göbeklitepe, rumah bagi bangunan monumental tertua di dunia.
Meskipun Karahantepe sendiri lebih besar dari Gobeklitepe, kedua situs tersebut berusia kurang lebih sama, yaitu sekitar 10 ribu hingga 11.600 tahun lamanya.
Berdasarkan apa yang peneliti pelajari dari Göbeklitepe dan Karahantepe, diyakini bahwa situs dan artefaknya akan lebih berkontribusi pada pemahaman kita tentang zaman Neolitik dan dampaknya terhadap sejarah manusia.
"Ini adalah penemuan arkeologi yang spektakuler. Bangunan-bangunan itu sangat penting bagi orang-orang pada saat itu," kata kepala penggalian situs Karahantepe sekaligus akademisi Universitas Istanbul, Necmi Karul.
Karahantepe sendiri diperkenalkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Turki bersama Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Turki (TGA) sebagai salah satu situs yang termasuk di proyek Tas Tepeler.
Pusat pengunjung formal di Karahantepe pun direncanakan akan dibuka pada tahun 2022.
Terdiri dari Museum Arkeologi Sanliurfa, Museum Mosaik Haleplibahçe, dan Archaeopark, ini adalah museum terbesar di Turki.
Warisan budaya kawasan ini ditampilkan di 14 ruang pameran utama yang mencakup periode Neolitik hingga era Ottoman.
Wisatawan juga dapat melihat 95 persen artefak yang ditemukan di Karahantepe tahun ini dalam 'Pameran Manusia Karahantepe dan Neolitik' (Karahantepe and Neolithic Human Exhibition) di Museum Arkeologi Sanliurfa.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Kolam Balikligol di Sanliurfa, Turki, yang sering disebut "Kota Nabi". (iStockphoto/Ozbalci)
4. Kastil Sanliurfa
Pusat kota Sanliurfa memiliki banyak spot untuk dijelajahi.
Di tengah kota, wistawan bisa melihat dengan jelas tempat-tempat yang bisa dikunjungi dan begitu kaya akan nilai sejarah dan ekstetika. Salah satunya adalah Kastil Sanliurfa.
Kastil Sanliurfa diperkirakan dibangun di atas gundukan Neolitik yang berasal dari 9.500 Sebelum Masehi.
Dua kolom Korintus di sini didirikan sebagai struktur peringatan pada abad ke-3 masehi dan menonjol dari kejauhan.
5. Balıklıgöl (Danau Halil ur-Rahman atau Kolam Abraham)
Selain warisan sejarah Neolitik, Sanliurfa juga dikenal sebagai tempat kelahiran Nabi.
Menurut legenda, Nabi Ibrahim (Abraham), bapak dari tiga agama monoteistik utama dunia, dihadang oleh Raja Nimrod saat menghancurkan berhala-berhala pagan.
Nimrod menyuruh Abraham, dikorbankan di atas tumpukan kayu pemakaman, tetapi Tuhan mengubah api menjadi air dan bara api menjadi ikan.
Abraham terlempar ke udara dari tempat kastil itu berdiri, mendarat dengan selamat di hamparan mawar.
Dua kolam air berbentuk persegi panjang, Balıklıgöl dan Ayn-i Zeliha, diisi dengan apa yang diyakini sebagai ikan mas keramat, sedangkan area di sebelah timur ditanami taman mawar yang lebat.
Gua kecil ini adalah salah satu situs ziarah terpenting di Turki. Diyakini oleh banyak umat Islam sebagai tempat kelahiran Nabi Ibrahim, patriark agama-agama Ibrahim, yaitu Yudaisme, Kristen, dan Islam.
Menurut tradisi setempat, Nabi Ibrahim lahir dan disembunyikan dari Raja Nimrod di sini, yang telah menyatakan bahwa semua bayi yang baru lahir harus dibunuh setelah menerima ramalan bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh bayi yang baru lahir.
Di dekat gua, ada Masjid Mevlidi Halil Külliyesi yang bergaya Ottoman dengan dekorasi kaligrafi dan ubin yang indah.
Jangan lupa mengunjungi pasar-pasar tradisional yang berada di Sanliurfa.
Mirip dengan di Indonesia, lapak pedagang di pasar tradisional Sanliurfa menawarkan banyak barang lokal yang unik, mulai dari kerajinan tangan, produk fesyen, dekorasi rumah sampai rempah-rempah.
Gumruk Bazaar merupakan salah satu pasar tradisional yang paling ramai pengunjung di Snaliurfa. Di sini, wisatawan bisa sekaligus menyicipi kuliner khas Turki.
Informasi lebih lanjut mengenai wisata di Sanliurfa, Turki, bisa diketahui melalui link ini.