Agar Kencan dan Pertemanan Tak Hancur karena 'Split Bill'

tim | CNN Indonesia
Jumat, 22 Oct 2021 06:57 WIB
Daripada pusing mencari siapa yang harus traktir, mungkin lebih baik split bill, tapi apakah semua setuju? Daripada pusing mencari siapa yang harus traktir, mungkin lebih baik split bill, tapi apakah semua setuju?(Raw Pixel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Siapa yang bakal bayar ketika Anda dan teman-teman makan bersama? Daripada pusing mencari siapa yang harus traktir, mungkin lebih baik split bill, tapi apakah semua setuju?

Tapi seorang warga net berbagi kisah pertemuannya dengan kenalan yang ditemuinya di media sosial.

Menurut dia, seharusnya ada kesadaran untuk bayar masing-masing (split bill) sesuai apa yang dipesan. Namun metode split bill ini mengundang amarah rekan dari kenalannya. Melalui pesan singkat, si rekan menyebut bahwa seharusnya yang mengajak makan itulah yang bertanggung jawab membayar.


Mungkin masalah ini tampak sepele bagi sebagian orang, tapi bukankah Ada yang melihat 'split bill' memang hal yang lazim. Di sisi lain, ada yang melihat bahwa tagihan sekitar Rp300ribu tidak layak diributkan.

Jika dibedah psikolog klinis, Nuzulia Rahma Tristinarum melihat persoalan ini lebih pada perbedaan prinsip, perbedaan value, atau nilai yang diyakini dan perbedaan kebiasaan.

"Keduanya enggak ada yang salah 100 persen atau benar 100 persen. Kesalahannya adalah terlalu kaku pada kebiasaan sendiri dan menganggap bahwa kebiasaan orang lain berbeda dengannya adalah salah. Hal ini sangat mudah memicu konflik," jelas Rahma pada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (21/10).

Kemudian, apa yang perlu dilakukan agar kencan tak berujung kecewa seperti yang dialami warga Twitter tersebut?

Rahma menyebut ada dua hal yang perlu dilakukan yakni, saling komunikasi dan saling konfirmasi.

Dia memberikan contoh, saat mengajak makan bersama atau kencan beri tahu bahwa pembayaran dilakukan masing-masing.

Jangan lupa sebutkan alasannya misal, budget terbatas atau memang ada hal lain yang menjadi prioritas.

Sedangkan yang diajak makan tidak perlu memastikan akan ditraktir atau tidak. Kalau diskusi ini tidak menemukan titik tengah, tinggal mencari kesepakatan lain.
Bicara budget, lanjut Rahma, tidak perlu ada gengsi. Tidak ada budget bukan berarti tidak ada uang melainkan tidak ada budget yang dialokasikan untuk suatu barang atau kegiatan tertentu.

Mungkin orang yang mengajak Anda makan memiliki budget untuk hangout tetapi sudah terpakai di hari sebelumnya atau jadwal lain yang sudah dijanjikan.

"Enggak perlu ragu untuk komunikasi dan konfirmasi hal hal seperti ini. Semua bisa disampaikan dengan bahasa yang santai dan enggak formal," imbuhnya.

(els/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER