Banana Island, pulau resor di Doha, Qatar. (Tangkapan layar instagram @bananaislandresort)
Jakarta, CNN Indonesia --
Vila di atas air, pasir keemasan, dan air kebiruan yang indah mungkin terlintas saat kita membayangkan liburan di Bali, Maldives, atau Bora Bora.
Tapi saat ini, pesisir laut di Doha, Qatar, juga menawarkan hal serupa.
Banana Island (Pulau Pisang) yang berbentuk bulan sabit telah menjadi destinasi wisata bahari bagi wisatawan yang mencari "vitamin sea" pantai dan pulau seperti di Bali sejak dibuka pada tahun 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dioperasikan oleh jaringan hotel Anantara yang berbasis di Thailand, pulau resor mewah ini diklaim sebagai satu-satunya bungalow di atas air di Qatar, dan yang kedua di kawasan Teluk setelah Palm Resort di Dubai.
Beberapa unitnya dilengkapi dengan dek bersantai dan infinity pool pribadi (kolam renang tanpa batas)/
Surga rileksasi
Banana Island memberikan kesan mewah dalam kesederhanaan. Saat datang, mata wisatawan akan disambut dengan kamar-kamar beratap jerami yang menghadap langsung ke lautan, mirip di Maladewa.
Resor mewah ini dapat dicapai melalui perjalanan perahu katamaran singkat dari Pelabuhan Dhow (terletak di dekat Museum Seni Islam) atau dengan kapal pesiar pribadi.
Mereka yang memilih moda transportasi yang pertama akan disambut dengan senyum hangat saat mereka naik feri, di mana mereka dapat mencicipi kopi Arab dan kurma selama perjalanan.
Sekitar 20 menit kemudian, para tamu disambut di pulau seluas 13 hektare bak surga rileksasi.
141 kamar tamu, vila, dan bungalow di sini didekorasi dengan desain Arab dan memiliki kamar mandi mewah yang dihias dengan mosaik, semuanya dilengkapi dengan tirai yang dikontrol secara otomatis, TV layar datar, minibar, dan mesin kopi.
"Yang paling membuat saya terkesan adalah seberapa besar ruangan dasar itu," Alexander Köhler, seorang penduduk Doha berusia 26 tahun dari Afrika Selatan yang melakukan perjalanan feri singkat ke Banana Island setiap beberapa bulan, seperti yang dikutip dari CNN Travel.
"Saya memiliki kursi malas yang nyaman di teras saya dengan pemandangan laut yang indah," tambahnya.
"Kamar mandinya sangat mengesankan, seperti juga restoran di laut -- Anda bisa melihat ikan berenang tepat di bawah Anda."
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Petualangan pantai
Ketika tamu tidak sedang berjemur di pantai pribadi sepanjang 800 meter, mereka bisa melakukan lebih banyak hal di pulau tersebut.
Kegiatan wisata yang ditawarkan mulai dari menyelam, kayak, snorkeling, stand-up paddle boarding, atau menaklukkan ombak di simulator selancar.
Mereka yang mencari sesuatu yang sedikit lebih santai mungkin lebih suka melompat ke ayunan laut yang Instagramable, yang berayun di atas perairan dangkal.
Resor ini juga menyediakan sejumlah pengalaman dan perjalanan sehari dan pengalaman termasuk tur teh sore, pengalaman "kuliner dan seni" pribadi untuk acara-acara khusus, dan berbagai perawatan spa.
Pengunjung dari luar negeri harus ingat bahwa Qatar adalah negara Islam dan, sesuai dengan adat setempat, Banana Island adalah tempat peristirahatan yang "kering". Tamu tidak dapat membawa alkohol sendiri untuk dinikmati secara pribadi.
Tetapi mereka dapat menyesap mocktail di tepi kolam laguna, bermain olahraga pantai dan pergi ke lapangan golf atau sekadar mengisi perut di salah satu dari banyak restoran di pulau itu yang menyajikan apa saja mulai dari hidangan tradisional Timur Tengah dan Asia hingga restoran klasik Amerika dan santapan Italia.
Armada kereta golf listrik selalu siap mengantar wisatawan berkeliling.
Favorit keluarga
Jika matahari Teluk terlalu terik, ada beberapa aktivitas dalam ruangan yang bisa dipilih.
Para tamu memiliki pilihan untuk bersantai di spa pulau dan pusat kesehatan, menguji kemampuan bowling mereka, bermain biliar dan foosball, atau meringkuk di antara bantal dan selimut sambil menonton film di dalam bioskop eksklusif dengan 20 kursi.
Ada juga bioskop anak-anak serta klub anak-anak, termasuk kolam renang dengan seluncuran.
Selain tamu yang menginap - terutama dari Qatar sendiri serta Jerman, Rusia, dan Inggris - resor ini juga populer di kalangan pelancong harian yang mencari kesenangan dan ketenangan dari jalan-jalan yang macet di Doha sebelum naik feri kembali ke kota metropolis Teluk yang semarak.
Vila di atas air, pasir keemasan, dan air kebiruan yang indah mungkin terlintas saat kita membayangkan liburan di Bali, Maldives, atau Bora Bora.
Tapi saat ini, pesisir laut di Doha, Qatar, juga menawarkan hal serupa.
Banana Island (Pulau Pisang) yang berbentuk bulan sabit telah menjadi destinasi wisata bahari bagi wisatawan yang mencari "vitamin sea" pantai dan pulau seperti di Bali sejak dibuka pada tahun 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dioperasikan oleh jaringan hotel Anantara yang berbasis di Thailand, pulau resor mewah ini diklaim sebagai satu-satunya bungalow di atas air di Qatar, dan yang kedua di kawasan Teluk setelah Palm Resort di Dubai.
Beberapa unitnya dilengkapi dengan dek bersantai dan infinity pool pribadi (kolam renang tanpa batas)/
Surga rileksasi
Banana Island memberikan kesan mewah dalam kesederhanaan. Saat datang, mata wisatawan akan disambut dengan kamar-kamar beratap jerami yang menghadap langsung ke lautan, mirip di Maladewa.
Resor mewah ini dapat dicapai melalui perjalanan perahu katamaran singkat dari Pelabuhan Dhow (terletak di dekat Museum Seni Islam) atau dengan kapal pesiar pribadi.
Mereka yang memilih moda transportasi yang pertama akan disambut dengan senyum hangat saat mereka naik feri, di mana mereka dapat mencicipi kopi Arab dan kurma selama perjalanan.
Sekitar 20 menit kemudian, para tamu disambut di pulau seluas 13 hektare bak surga rileksasi.
141 kamar tamu, vila, dan bungalow di sini didekorasi dengan desain Arab dan memiliki kamar mandi mewah yang dihias dengan mosaik, semuanya dilengkapi dengan tirai yang dikontrol secara otomatis, TV layar datar, minibar, dan mesin kopi.
"Yang paling membuat saya terkesan adalah seberapa besar ruangan dasar itu," Alexander Köhler, seorang penduduk Doha berusia 26 tahun dari Afrika Selatan yang melakukan perjalanan feri singkat ke Banana Island setiap beberapa bulan, seperti yang dikutip dari CNN Travel.
"Saya memiliki kursi malas yang nyaman di teras saya dengan pemandangan laut yang indah," tambahnya.
"Kamar mandinya sangat mengesankan, seperti juga restoran di laut -- Anda bisa melihat ikan berenang tepat di bawah Anda."
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
'Sepotong Bali' di Pulau Bulan Sabit Qatar
Banana Island, pulau resor di Doha, Qatar. (Tangkapan layar instagram @bananaislandresort)
Petualangan pantai
Ketika tamu tidak sedang berjemur di pantai pribadi sepanjang 800 meter, mereka bisa melakukan lebih banyak hal di pulau tersebut.
Kegiatan wisata yang ditawarkan mulai dari menyelam, kayak, snorkeling, stand-up paddle boarding, atau menaklukkan ombak di simulator selancar.
Mereka yang mencari sesuatu yang sedikit lebih santai mungkin lebih suka melompat ke ayunan laut yang Instagramable, yang berayun di atas perairan dangkal.
Resor ini juga menyediakan sejumlah pengalaman dan perjalanan sehari dan pengalaman termasuk tur teh sore, pengalaman "kuliner dan seni" pribadi untuk acara-acara khusus, dan berbagai perawatan spa.
Pengunjung dari luar negeri harus ingat bahwa Qatar adalah negara Islam dan, sesuai dengan adat setempat, Banana Island adalah tempat peristirahatan yang "kering". Tamu tidak dapat membawa alkohol sendiri untuk dinikmati secara pribadi.
Tetapi mereka dapat menyesap mocktail di tepi kolam laguna, bermain olahraga pantai dan pergi ke lapangan golf atau sekadar mengisi perut di salah satu dari banyak restoran di pulau itu yang menyajikan apa saja mulai dari hidangan tradisional Timur Tengah dan Asia hingga restoran klasik Amerika dan santapan Italia.
Armada kereta golf listrik selalu siap mengantar wisatawan berkeliling.
Favorit keluarga
Jika matahari Teluk terlalu terik, ada beberapa aktivitas dalam ruangan yang bisa dipilih.
Para tamu memiliki pilihan untuk bersantai di spa pulau dan pusat kesehatan, menguji kemampuan bowling mereka, bermain biliar dan foosball, atau meringkuk di antara bantal dan selimut sambil menonton film di dalam bioskop eksklusif dengan 20 kursi.
Ada juga bioskop anak-anak serta klub anak-anak, termasuk kolam renang dengan seluncuran.
Selain tamu yang menginap - terutama dari Qatar sendiri serta Jerman, Rusia, dan Inggris - resor ini juga populer di kalangan pelancong harian yang mencari kesenangan dan ketenangan dari jalan-jalan yang macet di Doha sebelum naik feri kembali ke kota metropolis Teluk yang semarak.