Pemandangan Pura Uluwatu di Bali. (Istockphoto/DKart)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ingatan tentang Bali tidak hanya bisa didapat dari pantai-pantainya yang indah. Sebab, ada banyak arsitektur epik di Bali, mulai dari beach club, bandara, pura, sampai kuburannya.
Futuristik, modern, klasik, tradisional atau gabungan dari semuanya, dapat ditemui di Bali. Tak mengherankan jika destinasi di Pulau Dewata ini tak pernah kehabisan peminat.
Berikut deret arsitektur epik di Bali, mulai dari yang melegenda sampai terbaru:
Sebelum pandemi virus corona, hampir setiap hari puluhan ribu wisatawan hilir mudik di bandara internasional ini.
Bandara Ngurah Rai sempat menyandang predikat sebagai bandara tersibuk di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta di Banten dan Bandara Juanda di Surabaya.
Selain menjadi bandara tersibuk, Ngurah Rai juga sempat dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik di dunia.
Arsitektur bandara ini menggabungkan dua unsur. Di satu sisi, kental dengan nuansa tradisional. Namun di sisi yang lain, nuansa modern juga kuat.
Nuansa tradisional terlihat dari gapura, tiang atau saka dan penggunaan bata merah khas Bali.
Di bagian dinding lain, sengaja ditempatkan bata-bata dengan pola menyilang. Sehingga, ketika matahari terik, sorot cahayanya masuk mengikuti pola tersebut.
Sementara itu, nuansa modern terlihat dari lengkungan atap yang seakan bergelombang. Enam tiang menopang atap itu dengan melingkar. Arsitekturnya didominasi besi, aluminium dan kaca.
Persis di tengah-tengahnya terdapat taman kecil. Sinar matahari juga bisa menembus langsung ke taman itu. Bandara Ngurah Rai memang didesain dengan gaya arsitektur yang futuristik, hemat energi, simpel dan efisien.
Tak lupa, landasan pancunya dekat dengan laut, sehingga pendaratan dan penerbangan pesawat membuat hati berdebar.
Salah satu tol terepik di Indonesia bisa ditemui di Bali. Jalan Tol Mandara ini berada persis di atas laut, sehingga dari kejauhan nampak seperti melayang.
Jika dilihat dari atas, tol yang membentang sepanjang 12,7 kilometer ini terlihat indah, lengkungan belokan tol itu memberi kesan tersendiri.
Di perairan sekitar Tol Bali Mandara ditanami dengan 16 ribu pohon mangrove untuk menjaga ekosistem di laut sekaligus mempercantik pemandangan di tol.
Tol Bali Mandara berbeda dengan tol lainnya di Indonesia. Tidak hanya mobil, bus, atau truk yang dapat melintas, melainkan juga sepeda motor.
Tol ini menghubungkan tiga wilayah penting di Pulau Dewata, yakni Ngurah Rai Tuban, Nusa Dua, dan Benoa. Ketiga wilayah itu sekaligus destinasi paling diminati di Bali.
Pura Tanah Lot, tempat ibadah yang sangat disucikan sekaligus destinasi wisata ikonik di Bali.
Pura ini berada di atas bongkahan batu karang dan dikelilingi oleh air laut yang Indah.
Tak mengherankan, jika banyak orang yang mengatakan Pura Tanah Lot seperti kapal pesiar. Lot atau kata Lod sendiri dalam bahasa Bali memiliki makna laut.
Pemerintah Indonesia sengaja memasang tetrapod sebagai pemecah gelombang sekaligus untuk memperkuat tebing di sekeliling pura yang berupa karang buatan.
Sebab, selama ini, pura terganggu oleh abrasi dan pengikisan akibat ombak dan angin.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
4. Pura Uluwatu
Jika Pura Tanah Lot berada di atas bebatuan karang yang rendah, Pura Uluwatu berada di atas tebing. Tinggi tebingnya itu sekitar 97 meter di atas permukaan laut.
Karena lokasinya itu, pura ini dinamakan Uluwatu. Kata itu diambil dari bahasa Sanskerta yang mempunyai arti 'batu karang'
Pura yang berada di ujung barat pulau Bali ini merupakan Pura Sad Kahyangan, pura yang dipercaya oleh umat Hindu sebagai penyangga dari Sembilan Mata Angin.
Pura Uluwatu juga menjadi salah satu lokaso penyelenggaraan pentas Tari Kecak, yang biasanya dihelat di sini menjelang momen sunset (matahari terbenam).
Kuburan Trunyan di Bali. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
5. Kuburan Trunyan
Lagi-lagi beda dengan pada umumnya. Salah satu pemakaman tradisional di Bali ini punya kekhasan, yaitu membiarkan jasad orang diletakkan di atas tanah. Tidak dikubur, tidak juga dibakar.
Jasad dibiarkan tergeletak sampai membusuk dan meninggalkan tengkorak. Jadi, jika berkunjung ke Kuburan Trunyan, kita akan banyak melihat sekumpulan tengkorak manusia di atas tanah.
Tentu, mulanya, jasadnya tetap dibungkus menggunakan kain. Selain itu, jasad juga dilindungi memakai bambu agar terhindar dari serangan buas, namun bagian mukanya sengaja dibuka.
Dari pintu masuk, selain tengkorak, kita juga akan disambut dengan banyak pohon besar. Pepohonan itu disebut Taru Menyan, yang berarti pohon wangi.
Menurut legenda, Taru Menyan itulah yang diyakini mampu menetralisir bau busuk.
Garuda Wisnu Kencana di Bali. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
6. Garuda Wisnu Kencana
Garuda Wisnu Kencana adalah ikon Bali yang terbaru. Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu, yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti), tengah mengendarai burung Garuda.
Patung ini dirancang oleh Nyoman Nuarta sejak tahun 1989 dan baru diresmikan 22 September 2018 oleh Presiden Joko Widodo. Artinya proses pembuatan patung ini memakan waktu sekitar 29 tahun.
Tinggi Patung Garuda Wisnu Kencana sendiri 121 meter. Terdiri dari 24 segmen dan 754 modul yang terbuat dari tembaga dan asam patina berlapis kuningan.
Patung ini termasuk monumental terbesar dan tertinggi di dunia. Bahkan, tingginya disebut melebihi patung Liberty di Amerika Serikat.
Beach club yang beroperasi sejak pada 2008 ini dirancang oleh WOHA Singapore dan Rockwell Group
Sejak awal, tempat ini langsung mencuri perhatian banyak orang. Bukan hanya karena saat pembukaan dihadiri oleh dua DJ terkenal di dunia yakni Martin Garrix dan Marshmello. Melainkan juga karena arsitekturnya.
Area kolam renang dan barnya dibangun di bibir tebing Bukit Peninsula di kawasan Uluwatu, dan menghadap langsung ke Samudera Hindia, membuat panoramanya sangatlah epik.
Sebagai informasi, saat ini Omnia Bali telah re-branding dengan nama Savaya.
Ingatan tentang Bali tidak hanya bisa didapat dari pantai-pantainya yang indah. Sebab, ada banyak arsitektur epik di Bali, mulai dari beach club, bandara, pura, sampai kuburannya.
Futuristik, modern, klasik, tradisional atau gabungan dari semuanya, dapat ditemui di Bali. Tak mengherankan jika destinasi di Pulau Dewata ini tak pernah kehabisan peminat.
Berikut deret arsitektur epik di Bali, mulai dari yang melegenda sampai terbaru:
Sebelum pandemi virus corona, hampir setiap hari puluhan ribu wisatawan hilir mudik di bandara internasional ini.
Bandara Ngurah Rai sempat menyandang predikat sebagai bandara tersibuk di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta di Banten dan Bandara Juanda di Surabaya.
Selain menjadi bandara tersibuk, Ngurah Rai juga sempat dinobatkan sebagai salah satu bandara terbaik di dunia.
Arsitektur bandara ini menggabungkan dua unsur. Di satu sisi, kental dengan nuansa tradisional. Namun di sisi yang lain, nuansa modern juga kuat.
Nuansa tradisional terlihat dari gapura, tiang atau saka dan penggunaan bata merah khas Bali.
Di bagian dinding lain, sengaja ditempatkan bata-bata dengan pola menyilang. Sehingga, ketika matahari terik, sorot cahayanya masuk mengikuti pola tersebut.
Sementara itu, nuansa modern terlihat dari lengkungan atap yang seakan bergelombang. Enam tiang menopang atap itu dengan melingkar. Arsitekturnya didominasi besi, aluminium dan kaca.
Persis di tengah-tengahnya terdapat taman kecil. Sinar matahari juga bisa menembus langsung ke taman itu. Bandara Ngurah Rai memang didesain dengan gaya arsitektur yang futuristik, hemat energi, simpel dan efisien.
Tak lupa, landasan pancunya dekat dengan laut, sehingga pendaratan dan penerbangan pesawat membuat hati berdebar.
Salah satu tol terepik di Indonesia bisa ditemui di Bali. Jalan Tol Mandara ini berada persis di atas laut, sehingga dari kejauhan nampak seperti melayang.
Jika dilihat dari atas, tol yang membentang sepanjang 12,7 kilometer ini terlihat indah, lengkungan belokan tol itu memberi kesan tersendiri.
Di perairan sekitar Tol Bali Mandara ditanami dengan 16 ribu pohon mangrove untuk menjaga ekosistem di laut sekaligus mempercantik pemandangan di tol.
Tol Bali Mandara berbeda dengan tol lainnya di Indonesia. Tidak hanya mobil, bus, atau truk yang dapat melintas, melainkan juga sepeda motor.
Tol ini menghubungkan tiga wilayah penting di Pulau Dewata, yakni Ngurah Rai Tuban, Nusa Dua, dan Benoa. Ketiga wilayah itu sekaligus destinasi paling diminati di Bali.
Pura Tanah Lot, tempat ibadah yang sangat disucikan sekaligus destinasi wisata ikonik di Bali.
Pura ini berada di atas bongkahan batu karang dan dikelilingi oleh air laut yang Indah.
Tak mengherankan, jika banyak orang yang mengatakan Pura Tanah Lot seperti kapal pesiar. Lot atau kata Lod sendiri dalam bahasa Bali memiliki makna laut.
Pemerintah Indonesia sengaja memasang tetrapod sebagai pemecah gelombang sekaligus untuk memperkuat tebing di sekeliling pura yang berupa karang buatan.
Sebab, selama ini, pura terganggu oleh abrasi dan pengikisan akibat ombak dan angin.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
7 Tempat Berpemandangan Epik di Bali
Pemandangan Pura Uluwatu di Bali. (Istockphoto/DKart)
4. Pura Uluwatu
Jika Pura Tanah Lot berada di atas bebatuan karang yang rendah, Pura Uluwatu berada di atas tebing. Tinggi tebingnya itu sekitar 97 meter di atas permukaan laut.
Karena lokasinya itu, pura ini dinamakan Uluwatu. Kata itu diambil dari bahasa Sanskerta yang mempunyai arti 'batu karang'
Pura yang berada di ujung barat pulau Bali ini merupakan Pura Sad Kahyangan, pura yang dipercaya oleh umat Hindu sebagai penyangga dari Sembilan Mata Angin.
Pura Uluwatu juga menjadi salah satu lokaso penyelenggaraan pentas Tari Kecak, yang biasanya dihelat di sini menjelang momen sunset (matahari terbenam).
Kuburan Trunyan di Bali. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
5. Kuburan Trunyan
Lagi-lagi beda dengan pada umumnya. Salah satu pemakaman tradisional di Bali ini punya kekhasan, yaitu membiarkan jasad orang diletakkan di atas tanah. Tidak dikubur, tidak juga dibakar.
Jasad dibiarkan tergeletak sampai membusuk dan meninggalkan tengkorak. Jadi, jika berkunjung ke Kuburan Trunyan, kita akan banyak melihat sekumpulan tengkorak manusia di atas tanah.
Tentu, mulanya, jasadnya tetap dibungkus menggunakan kain. Selain itu, jasad juga dilindungi memakai bambu agar terhindar dari serangan buas, namun bagian mukanya sengaja dibuka.
Dari pintu masuk, selain tengkorak, kita juga akan disambut dengan banyak pohon besar. Pepohonan itu disebut Taru Menyan, yang berarti pohon wangi.
Menurut legenda, Taru Menyan itulah yang diyakini mampu menetralisir bau busuk.
Garuda Wisnu Kencana di Bali. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
6. Garuda Wisnu Kencana
Garuda Wisnu Kencana adalah ikon Bali yang terbaru. Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu, yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti), tengah mengendarai burung Garuda.
Patung ini dirancang oleh Nyoman Nuarta sejak tahun 1989 dan baru diresmikan 22 September 2018 oleh Presiden Joko Widodo. Artinya proses pembuatan patung ini memakan waktu sekitar 29 tahun.
Tinggi Patung Garuda Wisnu Kencana sendiri 121 meter. Terdiri dari 24 segmen dan 754 modul yang terbuat dari tembaga dan asam patina berlapis kuningan.
Patung ini termasuk monumental terbesar dan tertinggi di dunia. Bahkan, tingginya disebut melebihi patung Liberty di Amerika Serikat.
Beach club yang beroperasi sejak pada 2008 ini dirancang oleh WOHA Singapore dan Rockwell Group
Sejak awal, tempat ini langsung mencuri perhatian banyak orang. Bukan hanya karena saat pembukaan dihadiri oleh dua DJ terkenal di dunia yakni Martin Garrix dan Marshmello. Melainkan juga karena arsitekturnya.
Area kolam renang dan barnya dibangun di bibir tebing Bukit Peninsula di kawasan Uluwatu, dan menghadap langsung ke Samudera Hindia, membuat panoramanya sangatlah epik.
Sebagai informasi, saat ini Omnia Bali telah re-branding dengan nama Savaya.